
Dari rumah alexa ke kampus akan melewati rumah brian, alexa menyempatkan untuk menjenguknya.
‘’pak, singgah di rumah brian ya’’.
‘’iya non’’.
‘’ngapain kerumah brian?’’.
‘’singgah jenguk brian. Kalo lo gak mau ikut gue bisa turun disini’’.
‘’gue ikut’’.
Alexa memandang angel yang sedang tersenyum menatapnya. Sesaat kemudian mereka sampai.
‘’lo mau nunggu di mobil atau ikut masuk?’’.
‘’gue nunggu lo disini aja’’.
‘’ok, gue gak akan lama’’. Alexa menemui brian di kamarnya,
‘’lo masih sakit?’’.
‘’gue udah sembuh, tapi gue rindu. Kenapa lo gak jenguk gue kemarin?’’.
‘’gue sibuk, maaf!’’.
‘’lo ngapain kesini pagi-pagi?’’.
‘’gue mau ke tempat latihan trus singgah buat liat lo. Lo gak pergi latihan?’’.
‘’males ah, besok aja’’.
‘’pulang latihan gue kesini, jangan lupa sarapan bee. Bye, gue pergi!’’.
‘’emm, hati-hati bee’’.
Alexa masuk ke mobil,
‘’kok cepet banget?, brian udah sembuh?’’.
‘’iya udah’’.
‘’pak, jalan pak’’.
Angel melihat-lihat media sosial di ponselnya, menggeser-geser layar, seseorang mengirim pesan padanya.
‘’nabil di rawat di rumah sakit sekarang’’, seseorang mengirim gambar, foto nabil yang sedang terbaring penuh luka di wajahnya.
‘’exa, udah tau kalo nabil ada di rumah sakit?’’, angel memperlihatkan foto nabil ke alexa.
‘’pak, putar balik ke rumah sakit jakarta angel sekarang’’.
‘’exa, papa bakal marah kalo lo bolos latihan’’.
‘’angel, temen gue sakit. Dia lebih penting daripada latihan gue’’.
‘’tapi lo bisa jenguk dia setelah selesai latihan’’.
‘’selesai latihan?, hah, lo gak ingat, gue harus ada di rumah jam 6, terus kapan waktu gue jenguk temen gue?’’.
‘’kita bisa pergi saat malam, gue bakal antar lo’’.
__ADS_1
‘’pak, berhenti. Aku mau turun disini’’, alexa menatap angel dengan wajah kesalnya.
Alexa turun dan naik taksi menuju rumah sakit. Sesampai dirumah sakit, ternyata nabil sudah di bawa pulang oleh orang tuanya. Alexa berlari keluar rumah sakit. Di depan pintu rumah sakit, dia berpapasan dengan mamanya, alexa berjalan melewatinya.
‘’berhenti!’’.
Mama alexa menghentikan langkahnya dan melihat kebelakang memastikan bahwa yang ia lihat memang benar alexa. alexa berbalik dan melihat mamanya, mamanya mendekat dan menampar dia.
‘’anak kurang ajar!, saya menyuruhmu untuk belajar dan kamu malah keluyuran di rumah sakit milikku’’.
Alexa diam, tak bisa melawan karna dia adalah ibunya. Alexa tersenyum kecut, menatap mamanya dan berbalik meninggalkan mamanya. Dia kembali menaiki taksi menuju rumah nabil, dijalan dia terus menghubungi nabil namun tak ada jawaban. Kejadian itu ternyata di lihat oleh mama nabil yang sementara baru selesai membayar administrasi nabil sekalian mengantar suaminya check up. Mama nabil berjalan menuju mobilnya,
‘’kok lama ma!’’, tanya ayah nabil. Sopir melajukan mobilnya.
‘’tadi aku lihat alexa bertengkar sama mamanya, dia di tampar karna gak pergi latihan’’.
‘’benarkah?, padahal mamanya adalah direktur rumah sakit ini’’.
‘’benarkah?, dia sangat kasar sama anaknya’’.
‘’yah begitulah anak remaja sekarang, suka melawan orang tuanya, jadi orang tuanya bersikap kasar pada mereka’’.
‘’tapi itu keterlaluan, rumah sakit adalah tempat umum, bagaimana kalo ada yang lihat dan menyebarkan beritanya’’.
‘’sudahlah, itu urusan mereka’’.
‘’pak, antar saya ke kampus’’, tambah pak alex.
‘’papa kan baru sembuh, kenapa udah mau ke kampus?. Apalagi sekarang hujan tuh!’’, mama nadira mengomeli suaminya.
‘’cuma sehari ini kok, papa ada rapat dengan para pimpinan di kampus tentang ujian akhir semester’’.
‘’baiklah, cepat pulang kalo sudah selesai’’.
Alexa berdiri di depan rumah nabil, memencet bel berkali-kali namun tak ada respon. Setelah lama menunggu, terlihat mobil ayah nabil sedang melaju menuju rumah. Satpam membukakan gerbang, terlihat mama nabil berada di mobil itu. Alexa masuk dan menemui mama nabil yang baru turun dari dalam mobil.
‘’tante nabil dirumah gak?, aku mau ketemu’’.
‘’nabil sedang beristirahat, pulanglah’’.
‘’biarkan aku ketemu nabil, aku cuma mau melihat keadannya sebentar saja’’.
‘’dia baru pulang dari rumah sakit, dia sedang tidur, jadi pulang saja’’.
‘’apa tante mengekang nabil seperti ini?, apa tante mengendalikan ayah nabil seperti ini?. Memang fakta, semua ibu tiri itu jahat’’.
‘’terserah apapaun yang kamu katakan, aku tidak peduli!’’. Mama nabil membuka pintu utama dan segera menguncinya.
‘’bik, jangan biarkan dia masuk ya’’, mama nabil menunjuk alexa yang berada di depan pintu.
‘’iya nyonya’’.
Alexa mengetuk pintu.
‘’nabil, nabil, gue exa’’. Mama nabil melihat alexa dari jendela, namun melewatinya begitu saja dan berjalan menuju kamar nabil di lantai dua.
‘’makan dulu lalu minum obat’’.
Mama nabil menyuapi nabil, dan nabil memakannya dengan lahap. Mamanya kemudian membukakan obatnya dan mengambilkannya air. Setelah nabil minum obat mamanya menyuruhnya beristirahat.
‘’ponselku mana?’’.
__ADS_1
‘’ponselmu ada di papamu, jika kamu sembuh baru akan dia kembalikan’’.
Mamanya menutup pintu dan menuruni tangga menuju ruang tamu untuk melihat alexa, alexa masih berada di depan pintu menunggu seseorang membukakan pintu.
Di luar hujan turun deras, alexa masih menunggu nabil di depan pintu rumahnya. Lalu dia memutuskan untuk pergi. Alexa menaiki taksi menuju makam ibu nabil, dia meletakkan sebuket bunga krissan putih, disana ia menangis di bawah hujan.
‘’tante, nabil mungkin sedang di perlakukan tidak baik oleh ibu tirinya, bisakah tante melindunginya dari jauh?’’. Alexa semakin menangis.
‘’tante aku di tampar mama karna aku gak latihan baet hari ini, aku hanya diam dan tak melawan, aku menahan amarahku karna dia mamaku, tapi kenapa dia seperti itu?’’.
‘’tante, aku benar-benar merindukanmu, bisakah aku ikut denganmu saja’’.
Jam 1 siang, alexa pulang dirumahnya, pakaiannya basah rambutnya berantakan, dia masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya, berganti pakaian lalu menelfon nabil, namun ponselnya sedang tidak aktif. Alexa menghubungi brian,
‘’lo di mana?’’.
‘’mau dimana lagi, gue di kamar. Kenapa?’’.
‘’nabil sakit, dia ada di rumahnya’’.
‘’sakit apa?, lo udah kesana?’’
‘’gue belum kesana, gue baru pulang dari tempat latihan, kalo lo mau kesana titip salam aja buat nabil, soalnya ponsel dia gak aktif’’.
‘’lo mau gue jemput?, kita kesana bareng’’.
‘’gue gak bisa, gue mesti latihan’’.
‘’ya elah, bentar doang. Sejam aja kok, ya?, gue jemput’’.
‘’gak bisa brian, sampai ketemu besok aja ya’’.
‘’tapi exa.... ‘’, Alexa mematikan telfonnya,
‘’dia matikan panggilannya?, exa kenapa sih?’’.
Brian berganti pakaian lalu pergi rumah nabil. Brian mengetuk pintu, pembantu nabil membukakan pintu, brian langsung berjalan menuju kamar nabil.
‘’den, siapapun di larang masuk kekamar tuan muda, terutama yang bukan keluarganya’’.
‘’siapa yang melarang?, aku ini juga keluarganya bik, tenang aja!’’. Brian ngotot masuk ke kamar nabil, dilihatnya nabil yang terbaring di kasur dengan wajah yang luka-luka,
‘’lo sakit beneran?’’, brian memukul kepala nabil.
‘’aissh, sakit brengsek!’’, nabil menyingkirkan tangan brian dari kepalanya.
‘’kenapa juga lo bisa babak belur gitu?, kepleset lu?’’.
‘’emm, begitulah. Bdw darimana lo tau gue sakit?’’.
‘’exa tadi nelfon gue, dia nyuruh gue jenguk lo!’’.
‘’darimana dia tau?, kenapa dia gak ikut?’’.
‘’entahlah dia tau darimana. Dia sibuk latihan, tadi dia udah gue ajakin tapi katanya gak bisa’’.
‘’lo sendiri gimana, udah baikan?’’.
‘’waahh, udah dong, kalo cuma menghajar elo, gue udah bisa sekarang’’.
‘’jelas aja ****, lo bisa menghajar gue karna gue lagi gak bisa ngapa-ngapain’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG....