CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
KITA SEKARANG JADIAN


__ADS_3

Brian melangkah meninggalkan mama amel menuju ruangan mama alexa untuk menemui alexa.


Amel datang menemui mamanya.


‘’maaf ma, aku tadi dari toilet’’.


‘’iya gak apa-apa, ayo pulang’’.


Amel mengantarkan mama sampai di depan rumah sakit, lalu memesankan taksi untuk mamanya, karena amel harus segera menuju kampus jadi dia tidak bisa mengantar mamanya pulang. Amel menunggu taksi namun tak ada satupun taksi yang lewat, sebuah mobil berhenti di samping amel, brian membuka kaca jendela mobilnya.


‘’masuklah, daripada lo terlambat’’.


‘’terimakasih’’, amel bergegas masuk ke dalam mobil.


Sopir brian mengantar mereka ke kampus. Tiba di kampus, brian melihat alexa di dalam mobil bersama angel, lalu dia melihat ponselnya dan membuka pesan yang masuk tadi pagi.


‘’nggak usah jemput gue di rumah sakit, gue berangkat bareng angel’’, brian hanya tersenyum.


‘’pantas aja dia ninggalin gue, ternyata emang dia udah kirim pesan ke gue untuk nggak di jemput’’.


Amel dan brian turun bersamaan, alexa melihat ke arah mobil brian, sontak brian langsung menarik tangan amel dan mereka bersembunyi di balik mobil agar alexa tidak melihat mereka berduaan. Momen itu tentunya adalaha momen berkesan bagi amel, ini pertama kalinya amel bisa sangat dekat dengan brian, amel tersenyum bahagia karena brian memeluknya agar tidak terlihat. Alexa menutup kaca jendela dan pergi, brian menatap amel dan melepaskan pelukannya.


‘’eh, itu gue cuma gak mau alexa liat kalau gue anterin lo ke kampus’’.


‘’gak apa apa kok, terimakasih tumpangannya’’, amel segera pergi menuju ruangannya, jantungnya berdebar dan dia tersenyum sepanjang jalan hingga ia sampai di ruangan.


‘’ada apa, apa ada yang nembak kamu?’’, tanya zoya penasaran.


‘’apaan sih, aku hanya senang karena hari ini ujian’’.


‘’eis, kamu itu gak pintar bohong. Ayo bilang, ada apa?, kenapa senyum pagi-pagi gini’’.


‘’sini aku bisikin’’, zoya mendekatkan telinganya, amel berbisik.


‘’rahasia’’.


‘’eissh, mulai main rahasia ya sekarang?, emm’’.


Amel merangkul zoya dan tertawa, namun zoya masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada amel sehingga dia terlihat sangat bahagia.


Malam hari setelah makan malam, alexa kembali berlatih balet karena beberapa hari lagi dia akan mengikuti seleksi. Alexa terjatuh karena kelelahan berlatih, dia pun mengambil ponselnya dan berbaring. Alexa menelfon nabil karena tidak bisa tidur.


‘’ya my queen’’, sapa nabil yang mengangkat telfon alexa.


‘’lo gak main game?’’.


‘’gue tadi main game, tapi karena lo nelfon jadi gue keluar’’.


‘’haruskah gue bilang wow?’’.


‘’ya, harusnya lo bilang wow’’.

__ADS_1


‘’wow nabil yang keren, terimakasih karena lebih memilih gue daripada game’’.


‘’iya anak alayers. Ada apa nelfon, mau di nyanyikan berapa lagu?’’.


‘’gue cuma mau curhat, setelah curhat baru gue minta di nyanyiin’’.


‘’curhat apa?, kenapa?’’.


‘’minggu ini gue seleksi’’.


‘’wow, gue senang sih, tapi gue juga sedih’’.


‘’gue tau, lo pasti takut kesepian kan karena gak ada gue?’’.


‘’emm, begitulah!. Ah berarti lo sama brian dong disana?’’.


‘’iya dong, dia kan lombanya juga sana’’.


‘’huh, lo sama brian bakal pergi di waktu yang sama, gue rasa gue bakal mati’’.


‘’kalo lo bilang jangan pergi gue gak akan pergi kok’’.


‘’alexa, pergilah!’’.


‘’apa?, lo ngusir gue?. Ingat yah lo benar-benar akan mati karena kesepian ‘’.


‘’enggak, gue bakal terus hidup karena gue nunggu lo pulang’’.


’’gue boleh punya pacar?, wahh!’’.


‘’kenapa?, emang lo punya gebetan?’’.


‘’enggak!’’.


‘’hahaha, ya terus kenapa senang?’’.


‘’ya karena supaya lo cemburu’’.


‘’apaan, mending lo nyanyikan gue, soalnya gue mau tidur’’.


Nabil mencari daftar lagu favorit alexa yaitu lagu yang di nyanyikan oleh band bernama ungu di ponselnya,


‘’telah lama ku pendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku, tak mengapa bagiku, mencintaimupun adalah bahagia untukku, bahagia untukku, ku ingin kau tau, diriku disini menanti dirimu, meski ku tunggu hingga ujung waktuku, dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya, dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja, tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya dan biarkan rasa ini bahaga untuk sekejap saja ’’. Nabil berhenti bernyanyi,


‘’nabil?’’, alexa melihat ponselnya.


‘’belum mati, bil?, lo tidur?’’.


Nabil hanya diam tak berbicara agar alexa mengira bahwa dia sudah tidur, alexa mengakhiri panggilan.


‘’harusnya gue nggak nyanyiin lagu itu, bagaimana kalo alexa jadi canggung saat ketemu sama gue’’.

__ADS_1


Paginya di tempat parkir adam nampak menunggu seseorang, zoya yang baru datang berhenti tepat di depan adam, menatapnya dengan haru.


‘’benarkah kita sudah putus?’’, zoya berbicara lirih, hatinya kembali sakit melihat adam.


Adam berjalan mendekat ke arahnya, dan ternyata hanya melewatinya dan menghampiri naysila yang baru tiba bersama nabil di antar oleh sopir keluarganya. Zoya berbalik melihat mereka yang berpelukan, air mata zoya tidak bisa di tahan lagi, nabil berjalan dan berdiri di hadapannya.


‘’ayo pacaran?’’, nabil mengucapkannya dengan lantang, tentu saja adam dan nay berbalik dan memperhatikan mereka.


‘’iya’’, zoya juga menjawabnya dengan lantang.


Nabil menggandeng tangan zoya dan mengajaknya meninggalkan mereka, setelah berbalik zoya semakin menangis.


‘’mereka pacaran sekarang?’’, nay menggandeng tangan adam menuju kelas, adam tak menjawab apapun, dan masih fokus melihat zoya dan nabil yang bergandengan.


Zoya dan nabil berada di belakang perpustakaan, zoya melepaskan tangannya, dia duduk dan menutup wajahnya, menangis tersedu-sedu.


‘’berdirilah, ayo bolos’’. Zoya berdiri masih menutup wajahnya dengan telapak tangan, nabil meraih tangannya dan memeluknya,


‘’menangislah, lalu lupakan!’’.


Amel ternyata memperhatikan mereka dari balik dinding perpustakaan, dia mengambil gambar nabil memeluk zoya, dan kembali masuk ke perpustakaan. Zoya berhenti menangis, dan melangkah melepaskan pelukan nabil.


‘’aku baik-baik aja, terimakasih untuk bantuannya’’.


‘’nggak usah sungkan, kan sekarang kita pacaran’’. Zoya menatap nabil.


‘’pacaran?, apa aku pacaran beneran?’’, zoya tersenyum meskipun masih ragu.


Jam 3 sore, brian dan alexa pulang dari tempat latihan, nabil yang telah berada di tempat parkir menyapa mereka.


‘’kok lama?’’.


‘’lo aja yang terlalu cepat selesai kuliah’’.


‘’ayo pulang bareng’’, alexa mengaitkan tangannya ke tangan nabil.


‘’gue masih ada urusan?’’.


‘’ya terus kenapa lo datang kesini kalo sibuk?’’.


‘’ya gue cuma mau liat kalian, cuma mastiin kalian masih hidup atau enggak’’.


‘’resek banget sih lo’’, ucap brian merangkul nabil.


‘’gue pulang duluan yah, soalnya gue mesti banyak istirahat untuk persiapan lomba’’, brian masuk ke mobilnya dan pergi.


‘’exa, ayo pulang’’, angel melambaikan tangannya.


‘’baiklah, gue juga pulang duluan deh, angel udah jemput’’, alexa melambaikan tangan ke nabil, nabil pun sebaliknya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2