
afina merasa senang mengajak semua orang keliling sambil menaiki motor nya. Afina terseyum bahagia, fandi memboceng afina memainkan gas motor nya hingga menimbukan suara berisik.
Fandi mempunyai perasa an pada afina namun afina hanya menggap nya sebagai sahabat nya "terus terseyum ratuku biarkan aku melihat nya betapa indah nya cipta an tuhan" kata fandi menatap afina dari sepion motor nya
satu minggu kemuadian....
"Perserta lomba silakan di posisi masing masing" arah salah seorang panitia lomba
riyo melihat motor afina sedang bersiap mengikut i perlomba an balap motor dia mendekat i afina. Kebetulan dia salah seorang seponsor di lomba itu, afina membuka kaca helam nya melihat riyo "kamu kenapa ikut ini" kata riyo menatap afina
"kenapa tidak boleh ini bukan urusan mu pergi dari sini" kata afina
__ADS_1
"aku bilang tidak boleh ya tidak boleh!!!" riyo dengan nada tinggi
"dasar orang gila pergi dari sini aku tidak punya urusan dengan mu" kata afina
"mereka bukan tandingan mu kamu pasti akan kalah pembalap liar seperti mu tidak akan berhasil melawan pembalap yang berkelas seperti mereka aku takut kamu akan malu" kata riyo sebanar nya khawatir pada afina tapi tidak mengukapnya
"oh... ya lihat saja nanti kamu saja tidak mampu mengalakan ku" kata afina menutup kaca helem nya dan memain kan gas motor nya tidak memperdulikan riyo
riyo pergi dia sangat kesal karena afina tidak mendengarkan nya. Suara tembakan menanda kan di mulai nya pertandingan riyo melihat afina nampak tegang. Diputaran terkahir afina dan seorang pembalap lain jarak mereka bergitu dekat membuat semua orang menonton tegang siapa pemenang di antara mereka
riyo berdiri dari tempat duduk nya berlari menuju afina bergitu pun teman teman nya riyo ingin memeluk afina namun fandi mendahulu i itu "afina bangun...." fandi membuka helem afina
"aku sudah melewat i finish kan" kata afina terseyum
__ADS_1
"diam aku tidak peduli kamu menang atau tidak yang terpenting adalah keselamatan mu" kata fandi memeluk afina
riyo yang semula ingin mendekat kini mengundurkan langkah nya perlahan lahan. Afina berhasil meraih juara satu dalam perlomba an. Afina terseyum di atas pangung sambil menci*m medali yang dia dapatkan menyemprotkan bir yang dia pegang. Riyo merasa senang namun dia tapi dia juga tidak suka kalo afina di dekat i oleh laki laki lain.
afina mendekat i riyo sambil berjalan sedikit pincang karena terjatuh tadi, afina menujukan medali nya "sudah lihat kan kempu an ku" afina menepuk pundak riyo. Teman teman nya menghampir i afina dan mengajak nya pergi
"hai ratu ayok pulang" teriak fandi
"iya sebentar..." teriak afina lalu mendekat kan wajah nya pada riyo "sampai jumpa lagi kak riyo" afina melangkah pergi lalu menoleh pada riyo
riyo hanya terdiam melihat afina pergi menjauh "bos apa dia gadis kecil yang kamu ceritakan dia sekarang jadi gadis liar yang cantik" ucap miko asisten riyo sekaligus sahabatnya
__ADS_1
riyo menoleh menatap miko dengan tatapan penuh amarah "sudah bosan berkerja ya" kata riyo
"ahh..... tidak tidak aku akan pergi ke parkiran mobil" miko pergi meninggalkan riyo