
setelah pulang dari pemeriksa an afina terus menangis dan mengurung diri nya di kamar. Riyo beberapa kali mengetuk pintu kamar namun afina tidak mau membuka nya riyo duduk di depan pintu sambil bersandar di depan pintu kamar nya dan menatap nya. Riyo sangat menyesal karena mengajak afina pergi ke dokter
"fin dokter bilang kita masih masih ada harapan untuk memiliki seorang anak meski sesulit apa pun kita pasti akan berusaha" kata riyo
afina menangis di dalam kamar nya dia duduk di belakang pintu mendengarkan ucapan riyo "apa yang harus aku katakan pada ibu mu dia bahkan melakukan banyak hal agar aku bisa segera hamil tapi pada kenyata nya aku akan sulit hamil..." kata afina samabil menangis keras
"tidak usah memikirkan ibu kita masih punya harapan meski dokter bilang kemungkin an kecil tapi kita masih punya harapan itu" kata riyo
"meski dia bilang punya harapan tapi kemungkinan besar anak kita lahir dengan tidak normal" kata afina menangis tersedu sedu "sebaik nya kamu mencari wanita lain lebih baik dari ku dan bisa memberikan mu anak" kata afina sambil mengusap air mata nya
__ADS_1
riyo sangat marah dengan ucapan afina "aku tidak peduli fin entah kamu punyak anak atau tidak aku tidak peduli sekarang tapi aku menyesal mendengar kata kata mu barusan lebih baik kamu tenang kan diri mu dulu sampai kapan pun aku tidak akan melakukan apa yang kamu kata kan" kata riyo menedang pintu depan kamar yang dulu nya itu tempat tidur afina sebelum mereka menikah, dia menyesal i membawa afina pergi ke dokter kandungan
afina membuka pintu memeluk riyo yang membelakang i nya menendang pintu dengan keras dia merasa sangat kesal "maaf aku tidak bisa menjadi wanita sempurna untuk mu" kata afina
riyo tersidiam dan melepaskan pelukan afina membalik tubuh nya menghadap afina "aku tidak butuh seorang sempurna untuk mendampingi ku yang aku butuhkan kamu tetap berada di sisi ku meski apa pun terjadi jangan penah meminta ku meninggalkan mu dan kamu jangan penah pergi dari ku kamu nafas ku separuh jiwa ku jika kamu tidak ada disamping ku apa guna nya aku hidup lagi" kata riyo memeluk afina dengan erat dan mengecup kening nya
"kenapa kamu masih berani kesini" kata kevin ketus
"jangan marah lihat wajah mu lebih tampan setelah kumis mu hilang" afina tertawa melihat kevin "aduh seperti nya model rambut mu juga harus di perbaiki ini terlihat kuno" kara afina duduk di samping nugra kebetulan selesai pelatihan di berikan kevin
__ADS_1
"kamu tahu kak renata waktu beberapa hari lalu bertemu dengan ku dia bilang.... kak kevin mau tahu tidak kak renata bilang apa" kata afina
"tidak peduli dia katakan pasti dia bilang pada mu aku serang tidak terlihat jelek karena kumis ku hilang" kata kevin mengalihakan pada nya dan melipat tangan nya
"tidak dia bilang berkat kamu fin dia terlihat seperti kakek kakek saat pulang aku bahakan tidak mengenal i nya" kata afina tertawa di ikut i semua orang
"aku robek mulut mu bicara sekali lagi" kata kevin sambil memelototi afina
namun afina hanya tertawa melihat kevin dia tidak merasa takut sama sekali.
__ADS_1