
malam hari nya riyo pulang ke rumah melihat dua anak nya tidur pulas. Riyo menci*m ke dua anak nya berganti an. Merisa melihat riyo dan mendekat i nya "apa ada kabar tentang afina" kata merisa
"tidak, bahkan mereka membawa nya sebelum melihat anak kami entah ke ada an nya sekarang" kata riyo mengelus kepala anak nya "maaf papi sayang tidak bisa melindungi mami kalian" kata riyo
merisa memeluk anak nya itu "sayang semua akan baik baik saja kamu harus kuat" kata merisa
riyo menangis keras dalam pelukan merisa dia sudah tidak bisa menampung beban itu sendiri an. Leo berdiri di depan pintu melihat putra satu satu nya tumbang dalam kesedihan mendalam selama ini riyo tidak pernah menteskan air mata nya meski hanya kali saja.
anak perempu an riyo menangis keras riyo berdiri dan mengendong nya menidurkan nya kembali "kamu istirahat saja biar ibu jaga mereka" kata merisa
"ibu... biarkan riyo menjaga nya malam ini tinggalkan kami" kata riyo
__ADS_1
merisa hanya diam dan pergi bersama leo. riyo menidurkan mereka di atas tempat tidur nya dia menatap dua buah hati nya. perasa an nya hanya campur aduk dia takut anak nya tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tua nya riyo hanya takut kalo esok dia tidak bisa menyalamatkan fina dan diri nya dia takut anak nya kehilangan semua semua kasih sayang itu.
sepanjang malam riyo tidak tidur dia memilih menatap dua anak nya itu. Pagi hari nya mencium i anak nya dan memanggil pengurus rumah tangga nya untuk menjaga anak mereka. riyo pergi ke marakas besar kevin dan mendengarkan semua rencana penyelamatan afina
riyo melengkap i tubuh nya dengan pengaman. Lendra melihat riyo membantu nya memasangkan perlindung diri riyo "apa pun terjadi nanti jangan tujukan sisi kelemahan mu itu hanya akan membuat afina dalam bahanya" kata lendra memperingatkan riyo
"pura pura lah tidak peduli pada afina dan siapakan diri mu untuk pertempuran nanti" kata lendra lalu mengajak riyo pergi
sura eropne di telinga mereka menghubungkan satu sama lain dalam hal komunikasi "fandi masuk" suara yogi
"iya fandi masuk" ucap fandi
__ADS_1
"penjara berada sisi kanan kambali lah kalian salah arah" kata yogi mengitai mereka dari komputer
"baik" ucap fandi
"tempat ini membingungkan bagai labirin dalam gedung benar benar semua sama persis" kata lendra
mereka berjalan sampai sebuah penjara melihat afina sedang bediri lemas dengan rantai tangan dan kaki mengikat nya "riyo ambil ini dan selamat kan afina aku dan lendra akan berjaga sekitar" kata fandi
riyo menganguk dan membuka pintu penjara namun dia kemudian terdiam melihat sorang laki laki bediri di belakang afina sambil mengarahkan tembak nya di kepala afina "riyo cepat kamu tunggu apa lagi" ucap lendra tidak sadar terjadi
"jangan sakit i dia..." kata riyo menurukan tembak nya
__ADS_1
fandi dan lendra melihat arah afina melihat perlakuan andito pada afina. dengan terpaksa mereka melepaskan senjata nya karena sudah terkepung oleh anak buah andito.