
Riyo menggedong yuri dan membawa nya ke dalam kantor miko yang melihat itu ikut masuk ke dalam kator riyo bergitu pun afina. Riyo menyadarkan yuri dengan perlahan namun yuri tidak kunjung sadar
"bos mungkin butuh nafas buatan" kata miko
afina yang mendengar miko langsung memukul nya "kamu pikir dia tenggelam perlu nafas buatan minggir kak riyo aku yang akan membangunkan nya" kata afina
"tidak kamu mau pukul dia lagi" kata riyo
"tidak akan minggir sana" kata afina
riyo menyikir afina melihat ke ada an yuri, dia tahu kalo yuri berpura pura belum sadar. Afina mengambil segelas air putih dan meminum nya "aahhh kamu mau apa menyiram nya" kata miko
"tidak aku mau minum dan meyemburkan ke muka nya" kata afina mengeraskan suara nya
yuri mendengar itu terbangun "nah.... sudah sadarkan belum juga di sembur" kata afina
"kamu menjijikan awas saja kamu..." kata yuri kesal
"apa mau gue pukul lagi" kata afina
__ADS_1
"sudah lah jangan ribut afina pergi kerja sana dan kamu yuri pulang sana aku banyak perkerja an" kata riyo
"tapi kak riyo nanti malam jadi kan temenin aku makan malam kamu sudah janji" kata yuri
"tidak bisa mobil ku rusak" kata riyo
"ya sudah aku akan pergi ke apatermen mu dan kita makan disana bersama" kata yuri
afina melangkah keluar tapi riyo mencegah nya "aku ada janji makan malam bersama afina iya kan..." kata riyo sambil mengedipkan sebelah mata nya
"tidak kamu tidak pernah bilang begitu" ucap afina dengan ketus kemaudian pergi
Jam menujukan pukul 4 sore afina bersiap untuk pulang riyo menghampir i afina pulang bersama sepanjang jalan afina hanya diam dan tidak mengerja i riyo sama sekali. Bakan dia masuk ke kamar nya dan tidak keluar sampai pukul 7 malam
riyo merasa aneh ketika dia tidak bertengkar dengan afina merasa ada yang berbeda dia bolak balik di depan kamar afina. Riyo mendekat kan telinga nya di pintu kamar afina dia ingin tahu apa yang dilakukan afina
afina membuka pintu kamar nya kaget melihat riyo di depan nya "apa yang kamu lakukan disini" kata afiana
riyo menyadari kehadian afina berpura pura pergi dan masuk ke kamar nya tapi lagi keluar mendenar afina sedang berbicara dengan seseorang di telvon "kamu mau kemana" tanya riyo
__ADS_1
afina membuka permen karet dan menguyah nya "pergi keluar" kata afina
"tidak boleh ini sudah malam" kata riyo
"aku juga tahu ini malam bukan siang" jawab afina sambil memakai sepatu nya
"kamu kenapa tidak menurut pada ku bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu apa yang harus ku kata kan pada orang tua mu" kata riyo
afina berdiri dan hendak pergi "apa aku harus ikut makan malam dengan putri badut dan pangeran nya" kata afina lalu membuka pintu tapi riyo menarik nya sehingga membuat nya jatuh menimpa riyo. Yuri yang baru saja sampai melihat itu dia marah marah
"apa yang kamu lakukan dasar perempuan ******" kata yuri
afian dna riyo bangun "diam yuri kamu tidak berhak bilang seperti itu pada afina" kata riyo sedikit membentak
"kenapa memang di seperti itu coba apa yang dilakukan dia disini" kata yuri
"dia adikku kamu jangan pernah bilang seperti itu pergi dari sini" kata riyo
afina memilih pergi dan tidak mendengarkan pertengakan riyo dan yuri. Pukul 11 malam afina tidak kujung pulang riyo merasa sangat khawatir pada afina dia ingin pergi dan mencari afina mamun dia bingung ingin kencari nya kemana terlebih lagi mobil nya tidak bisa menyala entah kenapa jadi dia memutuskan untuk menunggu afina dan terus menelfon nya berulang kali meski tidak diangkat.
__ADS_1