
leo melihat merisa sedang mengambil barang di atas lemari. Leo marah melihat merisa naik i kursi " merisa turun nanti kamu jatuh!!!"
leo mangageti merisa jadi merisa tidak bisa menyeimbangkan badan dan terpeleset. Ibu leo yang keluar dari kamar mandi berteriak melihat merisa yang hendak jatuh "aaahhhhh.... merisa"
leo menangkap istri hampir jatuh itu lalu membawa nya duduk di meja makan. Ibu leo memberikan air putih pada merisa "minum dulu nak" kata ibu leo
"kak leo kenapa kamu mengageti ku bicara pelan saja kan bisa bagaimana jika ku jatuh tadi nanti anak nya bagaimana" merisa marah pada leo
"kamu kenapa yang marah seharusnya aku itu kenapa naik kursi kan bisa menyuruh ku mengambilnya" leo membentak merisa
"kalo kamu gak mengageti aku tidak akan terjadi seperti ini kamu selalu nyalakan ku" kata merisa berdiri pergi ke kamarnya membanting pintu
"merisa mau kemana kamu!!" kata leo
"kamu yang sabar sama istri memang kalo lagi hamil emosi nya gampang berubah jadi kamu sabar ya nak sana bujuk dia kasihan kalo dia tertekan nanti dapat mempengaruhi bayi nya" kata ibu leo
__ADS_1
leo ingin masuk ke kamar nya tapi merisa mengunci pintu nya "merisa.... buka pintu nya jangan begini" leo mengetuk pintu nya tapi merisa tidak membuka nya
leo ingat waktu itu merisa pernah marah dan mengunci pintu, leo semakin khawatir karena di dalam ada suara benda yang jatuh. kakak leo datang dari toko membawa belanja an kaget melihat leo begitu panik "ada apa leo apa yang terjadi" kata kakak nya
"aku memanggilnya tapi dia tidak mau membuka nya" kata leo sambil terus mengetuk pintu kamar nya dan memanggil merisa
"hahahaha.... di kunci istri siap siap tidur di luar nih" kata kakak leo tertawa dia membawa belanja an nya di taruh di meja karena tadi dia sangat khawatir
kakak leo paham karena dia sudah menikah begitu lama dan sudah mempunyai anak besar "kalo mau di buka panggil dia sayang pasti kan di bukak kan" kata kakak nya sambil menahan tawa dan pergi ke dapur membawa belanja an nya
suara kunci pintu di bukak "benar juga kata kakak, merisa langsung membuka kan pintu" leo masuk melihat koper nya berantakan dan mata merisa memerah dan mengeluarkan air mata nya "kamu kenapa jangan menangis aku minta maaf ya" leo memeluk merisa dan menangkan nya
"kak leo aku tidak sengaja merusak kopernya jangan marah aku menarik nya terlalu kuat sampai rusak aku minta maaf ini koper kesayangan mu tapi aku merusak nya hikss.... hiks... hiks...." kata merisa sambil menunjukkan koper yang rusak
leo pikir merisa menangis karena tadi di bentak leo tapi gara gara koper nya rusak leo menghembuskan nafas nya dia bingung tadi merisa marah dan sekarang menangis "sudahlah itu hanya koper nanti kita beli lagi ya jangan menangis lagi sini aku bantu bereskan baju nya kenapa tidak membuka pintu nya membuatku khawatir saja" kata leo sambil mengambil baju yang berserakan
__ADS_1
"aku takut kamu marah kalo tahu koper kesayangan mu rusak jadi aku takut membuka pintu nya" kata merisa merasa bersalah
"tidak apa apa koper nya sudah 3 tahun mungkin memang sudah waktu nya rusak" kata leo membujuk istri nya agar tidak menangis
"ya sudah kalo begitu kenapa tidak bilang dari tadi membuatku takut saja, kalo gitu kan aku tidak perlu menangis, air mata ku jadi sia sia" kata merisa sambil merebahkan badan nya di kasur meninggalkan baju yang berserakan
leo hanya diam dan menggelengkan kepala nya "ibu benar kalo istri lagi hamil emosi nya gampang berubah dengan cepat" kata leo dalam hati
selesai membereskan baju nya dan menaruh dalam lemari leo mengunci pintu kamar nya lalu tidur dekat merisa "sayang aku mau" bisik leo pada merisa
"jangan nanti kalo ada yang dengar malu ini di rumah mu" kata merisa
"jangan mendesah dengan terlalu keras, ayo sayang aku udah kangen nih" kata leo
merisa hanya menurut i suami nya leo melakukan nya hanya sekali sekedar mengelukan hasrat nya dia takut kalo anak juga terganggu kalo terlalu lama melakukan nya
__ADS_1