
dua bulan kemudian usia kandungan afina sudah menginjak 8 bulan dan untuk melakukan opresai secar sesuai saran dokter ifa. afina akan melahir kan pada bulan ke 8. Semua keluarga sangat senang begitu juga riyo perasa an saat ini senang sedih khawatir semua capur aduk menunggu opreasi secara di lakukan afina saat ini
beberapa jam kemudian tangisan bayi muncul semua orang sangat senang memberikan selamat pada riyo. Perawat membawa anak anak riyo keluar rungan. Riyo meliahat 2 anak nya sedang menangis dalam box bayi dia terseyum dan senang
"selamat pak riyo anak bapak laki laki dan adik nya seorang perempuan" ucap dokter ifa keluar ruangan
"trimaksih dok" kata riyo
"kalian bisa melihat bayi nya setalah ini biarkan suster merawat nya dulu" kata dokter ifa
semua orang senang dan mengikut dua bayi itu menuju ruang perawatan "dokter bagimana ke ada an afina" kata riyo
wajah dokter ifa semula senang kini raut wajah nya berubah "apa ada hal serius terjadi" tanya riyo
__ADS_1
dokter ifa mengangguk "dengan berat hati saya mengatakan ibu afina dalam ke ada an kurang setabil lami harus memantau nya secara intensif" kata dokter ifa
"boleh saya menemui nya" tanya riyo
"sebaik nya biarkan pasien beristirahat dulu sebaiknya anda silakan melihat ke dua anak anda dulu anda tidak perlu khawatir ini biasa terjadi saat sang ibu dia akan baik baik saja setalah ini" kata dokter ifa
"baik lah" dengan berat hati riyo meningalkan afina dan pergi melihat kedua anak nya itu
riyo berlari arah ke arah keributan itu dimana tempat ruangan afina. Penjaga biasa menjaga afina sudah tergeletak di lantai dengan darah. riyo mendekat i seorang penjaga yang memangil nya "mereka membawa nyoya afina cepat" ucap penjaga itu
riyo meminta seseorang menolong penjaga itu lalu dia belari menuju arah di katakan penjahat itu riyo melihat afina sedang duduk di kursi roda dan seseorang mengangkat nya ke dalam mobil "apa kalian lakukan afina.... afina..." teriak riyo berusaha mendekat i afina
dor....... langkah riyo semula cepat kini diam membeku sambil memegang dada nya "afina..." riyo melihat seorang laki laki membawa afina. darah mengalir deras keluar dari dada riyo tertembak
__ADS_1
"riyo...." teriak merisa melihat anak nya tergeletak
riyo menatap mobil itu yang berlalu pergi "afina.." riyo mengulurkan tangan nya seakan akan ingin menghentikan mobil nya namun keadaan nya saat ini benar benar tidak mampu untuk berjalan. Merisa meminta para penjaga membwa riyo dan membiarkan perawatan
"riyo sadar sayang ini ibu" ucap merisa menepuk pipi riyo yang mulai kehilangan kesadaran
"afina... dalam bahaya" ucap riyo seblum di di bawa masuk ke ruangan pemeriksa an
"afina dalam bahanya" merisa terdiam lalu berlari menuju ruang perawatan afina. merisa membuka pintu dia tidak menemukan afina "afina.... leo dimana kamu" merisa langsung belari menuju suami nya
"cepat hubungi polisi afina hilang dia hilang" ucap merisa ketakutan
"tenang kan diri mu merisa" leo menatap istri nya panik dan memegang dua tangan nya "dengarkan aku tenang lalu bicara lah"
__ADS_1