
Atika sedari tadi menengkan riyo tidak berhasil, riyo terus memanggil ayah nya dan menangis keras "aku mau bertemu ayah...."
merisa masuk dan mendekat leo "riyo jangan menagis sayang ibu disini" kata merisa mengulurkan tangan nya pada anak nya
"riyo tidak mau ibu riyo mau ayah" kata riyo manangis lalu melihat ayah nya di belakang ibu ya berlari menuju leo
"aku kembali dulu ya tio mungkin mencariku"kata atika
"trimakasih banyak atika sudah menjaga riyo maaf merepotkan" kata merisa
"iya sama sama" ucap atika lalu pergi
"ayah apa ibu memukul mu" kata riyo di gedongan ayah nya sambil melihat wajah leo
"tidak, ibu tadi tidak memukul ayah" kata leo berjalan duduk di sofa
"tadi ibu marah pada ayah setiap ibu marah pasti akan memukul pantat ku apa pantat ayah di pukul ibu" kata riyo
__ADS_1
"tidak ibu tidak memukul pantat ayah apa leo tahu ibu menyelamatkan ayah" kata leo sambil mengedipkan mata merisa
"bagimana bisa tadi aku lihat ibu marah pada ayah" kata riyo
"ibu sedang marah pada ular akan menggit ayah" kata leo
"benarkah bu" riyo menoleh pada merisa
merisa duduk di sebalah riyo dan leo "tentu ular yang ganas sekali ibu pukul pakek tangan yang ini lalu mencekik nya"kata merisa
"wah ibu hebat sekali riyo kalau bukan akan mencekik ular tadi" kata riyo sambil memeluk ibu nya
"iya ibu" kata riyo turun dari sofa menuju kamar mandi
"kenapa di pergi kekamar mandi" tanya leo
"tenang saja aku sudah membiasakan nya menyikat gigi sebelum tidur jadi dia pergi kesana untuk membersikan diri sebelum tidur" kata merisa memeluk leo
__ADS_1
"ohh... nanti selah riyo tidur kamu harus memberikan ku ucapan trimakasih" kata leo mengoda merisa
"tentu saja kenapa tidak" merisa menci*um pipi leo sambil mengucapkan trimakasih "itu sudah cukup kan" merisa berdiri dan mengusul riyo dikamar mandi
leo hanya menggelengkan kepala nya sambil terseyum selesai merisa dan riyo membersikan diri leo pergi ke kamar mandi. setelah keluar dari kamar mandi leo melihat merisa tidur memeluk riyo. Leo pergi ke sisi lain dan ikut tidur sambil memeluk anak istri nya
pagi hari nya semua orang bersiap pergi ke kebun teh untuk berjalan jalan sekitar vila itu riyo yang sudah akrab dengan tio selalu bermain bersama
sedangakan merisa sedang mengedong anak lala dan berbicang bicang dengan yang lain. leo dan teman teman nya jalan jalan sekitar kebun teh
jam makan siang semua orang bekumpul pada sebuah pondok yang di sedikan untuk pengujung dan bersiap makan tio berlari sambil menangis "mama riyo di bawa seseorang dan pergi" kata tio
merisa langsung menupakan makan yang akan di berikan pada leo "katakan pada tante siapa yang bembawa tio" merisa dengan ekspresi ketakutan
"leo di bawa tante yang jahat lalu menyuruh tio memberikan kertas ini" kata tio sambil menangis
merisa membaca itu kertas ancaman akan membunuh riyo semua orang medengar tio semua panik dan pergi mencari riyo leo memeluk merisa karena merisa sudah menagis histeris "kak leo aku tidak mau kehilangan riyo juga..." kata merisa
__ADS_1
"jangan khawatir aku akan menemukan riyo jangan menangis merisa riyo pasti selamat" leo panik menyuruh semua untuk menjaga merisa dia kan mencari riyo bersama yang lain