
jam menujukkan pukul 12 leo tidak kunjung pulang merisa menunggu leo diruang tamu dia sudah menduga kalo leo pasti pulang ke ada an mabuk. suara mobil leo memasuk i garasi, beberpa saat kemudian leo masuk dia minum namun masih ke ada an sadar leo meutup i mulut nya takut merisa tahu kalo dia minum lagi
merisa menarik tangan leo membawa nya ke dapur merisa memberikan teh madu untuk leo. Merisa menatap leo "ada apa kamu melihat ku seperti itu aku tahu aku salah" kata leo
"udah tahu salah kenapa minum" kata merisa
"aku hanya minum sedikit dan itu juga jarang kan andre mengajak ku" kata leo memberi alasan palsu dan memalingkan wajah nya
"sudah lah kak leo mandi saja aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu.. aku tahu kamu meyembuyikan sesuatu dari ku kalo kak leo tidak mau membagi masalah nya juga tidak apa apa aku tidak memaksa mungkin kaka leo masih belum menerima ku sepenuhnya" kata merisa meninggalkan leo menuju kamar nya
leo mengikut i merisa masuk ke kamar dan membersihkan diri nya lalu tidur di samping merisa dia memeluk merisa namun merisa melepaskan nya dan tidur membelakang i leo
"kamu marah mer" tanya leo
merisa diam saja tidak menjawab leo bangun "kamu bosan dengan ku" kata leo
merisa bangun dan menatap leo "kenapa tanya seperti itu..." kata merisa
"jawab dulu kamu bosen atau tidak sama aku" kata leo
"enggak, kenapa coba ceritakan pada ku aku ini istri mu kamu selalu memendam masalah mu sediri coba lah membagi nya dengan ku" kata merisa
__ADS_1
"aku dengar pembicara an mu dengan dokter kenzo waktu itu" kata leo sambil memeluk merisa
merisa terdiam lalu tertawa keras "kamu... hahaha... cemburu dengan kenzo" ucap merisa sambil menahan tawa nya dan menepuk nepuk pundak leo
"kamu pikir ini lucu mer" leo lalu merebahkan badan nya
merisa merebahkn tubuh nya di samping leo "aku dan kenzo iku cuma sekedar sahabat saat di rumah sakit dia menceritakn kalo sedang mengejar salah satu dokter disana dia meminta saran pada ku" kata merisa menjelaskan pada leo
"aku tidak peduli" kata leo sinis
merisa bangun dan menidih leo "dengar kan aku gak mungkin suka sama kenzo aku suka sama kamu dan gak mungkin suka sama yang lain kalo kamu gak percaya ya sudah aku juga udah menjelaskan terserah kamu mau gimana aku gak peduli" kata merisa membalikan badan nya
"kata nya gak peduli kenapa sekarang bertanya" ucap merisa
leo membalik tubuh nya menatap merisa dengan sinis "iya iya asal kamu tahu nya dulu dia itu kelakukan nya kayak perempuan kemana mana juga main nya sama anak cewek dia paling dekat sama aku karena sering aku bela saat teman teman mengejek nya jadi gk mungkin lah aku suka sama dia kita cuma sekedar sahabat jadi kalo kamu cemburu sama dia lucu banget tahu gak" kata merisa
"kamu bilang lucu" kata leo
merisa mengecup bibir leo "iya lucu masa aku mau ninggal kan kamu demi yang lembek hahahaha..." kata merisa tertawa
"terus sekarng mau yang gak lembek apa enggak " kata leo sambil menci*m merisa dan melakukan beberapa permainan malam itu membuat merisa selalu kuwalan tubuh nya lemas dan tertidur sambil memeluk leo
__ADS_1
seteleh ke jadi an itu semua terasa baik baik saja kehidupan keluarga leo sangat harmonis dan bagian setiap hari nya, hingga dia suatu pagi merisa mengingat tanggal bulan nya yang sudah terlambat 2 minggu.
tok... tok.... tok... "kamu di dalam masih lama
enggak mer aku mau mandi" kata leo
"bentar lagi kamu masuk aja" teriak merisa dari dalam kamar mandi
leo masuk melihat merisa merasa sedih dan terduduk di atas wastafel sambil menatap tespeck yang di tangan nya, akhir akhir ini merisa selalu menggunakan nya secara rutin tapi hasil nya masih belum muncul juga
"jangan gunakan ini lagi setiap kali kamu selalu merasa sedih" leo memeluk merisa
merisa menangis keras di pelukan leo, dia takut mengecewakan leo karena tidak kunjung hamil lagi berbagai cara telah dia gunakan tapi hasil nya masih saja negatif
●●●●●○○♡♡♡♡♡○○●●●●
hai reader....
jangan lupa vote dan lake ya....😉😉😉 jika suka silakan tambahkan sebagai baca an faforit ❤
trimakasih atas dukungan kalian🙏🙏🙏
__ADS_1