Cinta Masa Lalu Kini Kembali

Cinta Masa Lalu Kini Kembali
Hampir Kehilangan


__ADS_3

leo menggendong merisa dan menyuruh aji mencari bantu an seorang penjaga pantai memberitahu tempat dokter jaga semua orang mengikut i leo


dokter menyuruh semua menunggu di luar leo mondar mandir ke sana kemari kebingungan dan khawatir dengan keada an merisa


"lala apa yang terjadi sebenar nya" tanya leo


"saat aku kembali dari berenang tadi aku melihat merisa dia baik baik saja duduk di kursi itu lalu dia berdiri di samping ku ketika duduk kembali tiba tiba kursi itu ambruk ini salah ku hiks... hiks..." lala menangis dan menyalakan diri nya sendiri


"sudah kamu jangan menangis ini bukan salah mu mungkin kursi itu rusak" kata aji memeluk lala dan menegakan nya


"tidak mungkin rusak jika rusak kenapa merisa tidak jatuh saat pertama duduk tadi" kata lala


"kamu benar juga lala" kata leo


erica dan sofi ketakutan mereka hanya diam mematung melihat, mereka ketakutan perbuatan nya di ketahui


"ayok kita periksa saja kursinya tadi" kata atika mengajak toni


"baik ayok pak" toni mengajak penjaga pantai

__ADS_1


dokter keluar setelah memeriksa keada an merisa "bagaimana ke ada an merisa dok apa anak kami baik baik saja" kata leo


semua terkejut terlebih lagi erica dia pikir kalo leo masih belum menikah jadi dia berencana mendekat i leo


"keada an nya biak baik saja pak tapi kandungan bu merisa sangat lemah jadi tolong jaga dia baik biak untung saja pendarahan nya tidak begitu parah bapak bisa membawa istri bapak setelah infus nya habis kalo begitu bapak ikut saya mengambil obat penguat kandungan untuk istri bapak" kata dokter


"kamu temani saja merisa aku akan mengambil nya" kata aji


leo dan lain nya masuk melihat merisa menangis memengang i perut nya "kak leo maaf aku tidak hati hati hampir saja kita kehilangan dia" merisa mengelus perut nya sambil menangis


leo duduk di samping merisa dan mengelus perut merisa "tidak apa apa ini juga bukan salah mu" leo mengecup kening merisa


merisa dan leo menoleh melihat lala menangis seperti anak kecil "sudah ini bukan salah mu berhenti nanti kalo aji melihat mu dia tidak mau dengan mu" kata leo


merisa tertawa "wah ternyata kalian ada sesuatu dan tidak memberitahu ku" kata merisa mengalikan pembicaraanagar lala tidak menangis lagi


lala berjalan mendekat i merisa dan memeluk nya "aku akan menyusul aji mengambil obat kamu jangan menangis lagi kan merisa yang sakit kenapa kamu menangis" kata leo mengusap rambut lala dan pergi dari ruangan itu


"bagaimana keada an mu merisa" tanya erica berpura pura

__ADS_1


"aku baik baik saja ca" kata merisa


"kamu bagaimana bisa menikah dengan kak leo" tanya erica


lala ingat dia melihat erica dan sofi ada di saat merisa jatuh tadi sebelum nya merisa sendiri an "kalian sejak kapan ada di sana" lala bertanya dengan wajah serius


"apa masud kamu la aku dan sofi disini dari tadi" kata erica


"tidak tidak kamu sejak kapan duduk di pantai bersama merisa" kata lala penasaran


"aku di sana dengan merisa sebelum dia jatuh aku juga tidak tahu kalo akan ada kejadian itu kenapa kamu bertanya seperti itu" sofi menyahut dengan wajah begitu panik


"sudah lah diam lala aku mau istirahat aku pusing sekali" kata merisa


"jika kamu mau istirahat aku pergi dulu ayo sofi" kata erica dan pergi dari ruangan itu


"mereka mencurigakan sekali apa jangan jangan ada hubungan nya dengan kejadian ini" kata lala dalam hati


merisa tertidur lala memainkan hp nya Aji dan Leo masuk leo manaruh obat yang di meja yang berada samping tempat tidur. Lala membicara kan ke curiga an nya dengan aji dan leo

__ADS_1


__ADS_2