
nugra mengantarkan afina ke rumah nya dan menuntun nya sampai ke apateman nya. Nugra membatu afina duduk di sofa "kak fin sebaik nya kita ke dokter saja" ucap nugra
"tidak perlu bagimana kabar ayah sama ibu" tanya afina
"mereka baik baik saja" kata nugra sambil membuatkan afina teh hangat
"enak ya di rumah gak ada aku jadi di manja sama mama" kata afina sambil mengambil segelas teh dari nugra "tapi kamu ingat belajar yang rajin kakak gak mau dengar kamu lulus dengan nilai pas pas an atau jelek" kata afina memperingatkan nugra
"iya... kak" kata nugra mengambil bantal di sofa "enak tahu di manaja sama mama kakak jangan iri" kata nugra
"dasar..."afina mempar bantal di sofa
__ADS_1
bruukkk.... riyo membauka pintu dengan keras afina dan nugra menoleh. Melihat wajah riyo nampak pucat. Nugra berjalan mendekat i riyo dan membantu nya duduk di sofa "kak riyo kenapa" kata nugra
"aku tidak apa apa bisa minta air hangat" kata riyo
nuggra menganguk dan mengambilkan minuman yang di minta riyo "kak riyo beneran gak apa apa" kata afina menahan perut nya tersa nyeri. Riyo tudur di pangkuan afina dan tidak sengaja menjatuhkan kepala nya di perut afina dengan sedkit keras "aaahhhh...." kata afina memegang perut nya riyo bangun dan menoleh pada afina "kamu kenapa fin" kata riyo pandangan kabur dan pingsan
nugra kembali melihat riyo dan afina sudah ridak sadarkan diri "kak...." nugra bingung dan segera menelvon keluaga mereka dia sangat panik melihat kedua kakak nya. 20 menit kemudian afina membuka mata nya melihat riyo di samping nya tidak sadarkan diri dan melihat lala dan aji. lala memegang erat tangan afina "ibu apa terjadi..." kata afina
"apa kak riyo pingsan" afina menoleh pada riyo "apa terjadi sebenarnya
nugra masuk dan membawa dokter renata "selamat sore tan" sapa renata pada lala
__ADS_1
"selamat sore ren maaf mengbungi mu dan mengganggu perkerja an mu di rumah sakit" kata lala merasa tidak enak karena ketika nugra menelvon nya dia panik langsung menelvon renta
"jangan merasa sungkan tan kalian suah aku anggap keluarga ku sendiri dan sudah semesti nya aku datang saat ada pangilan darurat" kata renata melihat afina sudah sadar dia mendekat i afina memeriksa dengan stetoskop nya "kabar baik fin kamu himil seperti nya program hamil mu berhasil ya" kata renata merasa senang
afina hanya diam saja dia ingat bahwa dokter mengatakan kalo dia bisa hamil namun kemungkinan besar anak yang dia kandung akan cacat. afina menangis tersedu sedu, lala dan renata merasa sedkit heran dengan sikap afina "sebaik nya kamu periksa kan kandungan mu ke dokter kandungan bisa mengetahui lebih lanjud info nya" kata renata membuat afina semkin menangis
"tolong priksa riyo juga" kata lala
renata mengangguk lalu memeriksa ke ada an riyo "kondisi nya lemah apa dia tidak makan hari ini kita harus membawa segera ke rumah sakit dan memberikan penanganan lanjud" kata renata
afina mengusap airi mata nya dan mendekat i riyo "apa terjadi dengan mu kak riyo" kata afina melihat riyo merasa khawatir tentang ke ada an nya
__ADS_1