
bbbbrrrruuuukkkk.......
afina dan riyo menoleh arah pintu melihat merisa dan lala jatuh bersama an. afina mentap riyo menahan tawa melihat kelakukan orang tua mereka. merisa dan lala bangun dan kembali menutup pintu afina tertawa sedangkan riyo mebepuk jidat nya dan mengelengkan kepala nya.
beberapa saat kemudia dian afina turun bersama riyo. dia melihat rumah riyo ramai banyak keluarga berkumpul afina berbisik pada riyo "kenapa ramai sekali" kata afina
"mereka mulai datang karena pernikahan kita kan di adakan minggu ini" kata riyo dengan santai
"pengantin nya sudah datang kemari sayang ayo makan disini" sapa omah ibu merisa pada afina dan menepuk sofa di sebalahnya
riyo dan afina diduduk bersebelahan. riyo melihat darina jatuh di berdiri dan ingin mendekat i darina "kamu mau kemana" kata afina menarik tangan riyo di marasa takut karena banyak orang berkumpul dia gugup jika mereka ingin bertanya sesuatu
riyo melihat darina di bantu nugra jadi dia kembali duduk samping afina "tidak aku hanya ingin melihat darina jatuh tadi" kata riyo ingin memeluk afina namun tangan nya di pukul oleh omah nya "belum nikah jangan macem macem"
semua orang tertawa melihat kejadian itu begitu pun afina tertunduk malu riyo menggaruk kepala yang tidak gatal itu. semua orang berbincang tentang penikahan riyo dan afina mengingat kejadian yang terjadi semua orang sepakat untuk mempercepat pernikahan afina dan riyo.
setelah makan malam keluarga afina bermitan untuk kembali ke rumah mereka riyo mencium kening afina "besok aku jemput kamu untuk mencoba gaun pernikahan kita" kata riyo
"cepat banget udah nyoba gaun aja apa kau harus bersikap manis seperti dulu" afina mengeluh pada riyo
__ADS_1
"ibu sudah mempersipakan jauh hari seblum pertunangan kita jadi kita tinggal mencoba nya besok. Kamu harus jadi ratu ku paling cantik jadi jangan banyak mengeluh" kata riyo mencubit hidung afina
"kalo jadi ratu melahkan aku tidak mau memakai gaun besar dan harus menggunakan sepatu hak tinggi" kata afina mengerutkan dahi nya
riyo mengalungkan tangan di pinggang afina menempalkan hidung nya pada afina "jangan banyak menggeluh fin sekali saja bersikap manis pada ku" kata riyo
afina mengecup bibir riyo "apa harus bersikap seperti ini" kata afina terseyum
riyo kembali menci*m afina dan meraka saling menikmati ci*m an itu "fina ayok pulang sayang ini sudah malam" teriak lala memanggil afina
"hentikan aku harus pergi sekarang" kata afina mendorong riyo dan mengusap mulut nya
"sudah hentikan aku pulang dulu besok kita akan betemu lagi" kata afina sambil melepaskan pelukan riyo dan meninggalkan riyo
"fin... tunggu dulu" kata riyo mengejar afina
afina dan keluarga nya pulang kembali ke rumah. afina membuka kamar nya dan mendapatkan panggilan telvon dari kevin
"*hallo fin"
__ADS_1
"ada apa tua bangaka"
"jangan bercanda datang sekarang juga kesini ada tugas baru untuk mu..."
"iya aku segera kesana*"
afina memutuskan panggilan nya dan bersiap untuk pergi. Aji melihat afina pergi buru buru "afina..." sapa aji pada afina yang akan pergi
"ayah...." afina mendekat i aji
"apa panggilan mendesak" kata aji
afina mengangguk kan kepala nya "putri ayah paling tangguh jaga diri mu baik baik sayang pergilah cepat kembali jaga diri mu baik baik" kata aji
"ayah maaf afina harus pergi lagi...." afina memeluk aji
"jaga diri mu aku ingin melihat putri ayah menikah jadi jaga diri mu baik baik sebelum pernikahan mu aku tidak ingin melihat mu terluka lagi" kata aji
"baik" kata afina lalu pergi meninggalkan aji. aji melihat kepergian afina dari balik cendela "gadis kecil ku harus dewasa sebelum waktu nya mengemban tugas begitu besar bahaya bisa saja mengacam nya setiap saat. maaf kan ayah fin seandai saja waktu itu ajah bisa membayar pengobatan alfin waktu itu kamu tidak harus berkerja sebagai mata mata kevin andai saja aku mampu waktu itu pasti kamu tidak akan terlibat dalam perkerja an berbahaya seperti itu..." kata aji menyesal i waktu itu
__ADS_1