
riyo sangat senang terseyum sore hari nya dia sudah di bolehkan untuk pulang karena luka pada punggung nya tidak begitu parah. Afina membatu riyo tidur di kamar nya dia berjanji merawat riyo hingga pulih
"fina aku haus" kata riyo
"tunggu sebetar akan aku akan ambilkan minum" kata afina pergi menuju dapur
lalu kembali kemar riyo membawa segelas air dan memberi riyo minum "bantu aku bangun" kata riyo
afina membatu riyo bangun dan memberikan minum nya sejak saat itu riyo selalu menyuruh nyuruh, meski afina ingin marah tapi dia memilih sabar karena riyo terluka karena menyelamtkan dia. Sampai suatu hari merisa melihat riyo sudah bisa berjalan dan melakukan aktifitas nya namun riyo masih berpura pura sakit saat ada afina
"afina mana air panas ku" kata riyo sambil tiduran dan membaca koran
"tunggu sebentar akan ku bawa kan" afina masuk berpura pura jatuh dan menyiram kan air pada riyo
riyo kaget dan berdiri dengan sikap pergi ke sisi lain ranjang nya "kamu sudah gila ya bagaimana kalo air panas itu mengenai aku" kata riyo
sebenarnya air itu dingin afina hanya ingin tahu respon riyo "apa punggung mu masih sakit kenapa bisa bangun dengan sigap"
riyo sadar dan langsung berpura pura sakit dan berbaring di ranjang "masih mau pura pura ya...." afina naik ranjang dan memukul i tubuh riyo dengan bantal
__ADS_1
"ampun afina sudah hentikan" riyo memegang tangan afina dan menindih nya
riyo menatap afina dan mendekat kan wajah dan mengecup bibir afina. Afina merasakan jatung nya berdegup dengan kecang lalu mendorong riyo dan pergi keluar "wah apa yang aku lakukan" kata riyo tersadar sambil menggaruk kepala ya tidak gatal
semenjak kejadian itu afina dan riyo menjadi cangung. Riyo ingin berbicara pada afina namun afina sering kali menghidar i riyo. Sampai pada hari libur afina berdiam diri di dalam kamar nya tok.... tok... tok....
"fina aku mau bicara pada mu... aku masuk ya..." kata riyo
afina membuka pintu nya "mau bicara apa" kata afina membuka pintu nya sedikit pintu nya
"aku masuk atau kamu yang keluar" kata riyo
riyo menggu afina selama 15 menit namun afina tidak kunjung keluar riyo berdiri akan pergi ke kamar afina tapi afina keluar lalu mendekat i riyo "ada apa kak riyo" kata afina
"duduk disini..." riyo menepuk sofa sebelah nya afina mendekat dan duduk di samping riyo sambil menaikkan kaki nya menyibak rambut nya
riyo terkau melihat penampilan afina berbeda dari biasa nya "a....aku masih penasaran pada waktu itu kenapa kamu bekerlahi" kata riyo sambil menelan ludah
"oh... masalah itu" afina menyalakan tv menaikan sebalah kaki nya "aku bertengakar karena mereka memukul teman ku" kata afina
__ADS_1
"kamu membela ya tampa memikirkan keselamatan mu bagaimana jika kamu mati saat berkelahi" kata riyo
"aku tidak akan mati semudah itu lagi an apa peduli mu kak riyo" kata afina
riyo menatap afina memegang dua pipi nya "kamu tanya apa peduli ku aku sangat peduli tetang mu"
afina mendangar ucapan riyo mengedipkan mata nya berulangkali mencoba mencerna kata kata riyo "ohh kamu jatuh cinta pada ku" tanya afina dengan wajah polos nya
riyo melepaskan tangan nya dan mengalikan pandangan nya "tidak aku hanya khawatir sebagai seorang kakak" kata riyo
"oh... ya sudah kalo kamu jatuh cinta pada ku aku ingin mengatakan aku sudah punya pacar" kata afina dengan santai
riyo kaget mendengar ucapan afina.
●●●●●○○♡♡♡♡♡○○●●●●
hai reader....
jangan lupa vote dan lake ya....😉😉😉 jika suka silakan tambahkan sebagai baca an faforit ❤
trimakasih atas dukungan kalian🙏🙏🙏
__ADS_1