
leo bangun dia melihat merisa sudah tidak ada di sebelah nya leo beranjak kemar mandi membersihkan diri nya, melihat jam sudah pukul 3 sore. Leo keluar tidak sengaja kamar leo sebelahan dengan sofi dan erica
"ternyata kamar kita sebelahan" kata erica
"iya ca" kata leo dengan sikat
"kak leo mau makan aku dan sofi mau masak mie kalo kak leo mau aku masakan juga" kata erica berjalan mengikut leo
"tidak terimakasih" kata leo
leo tidak mau merisa tahu kalo dia berbicara bersama erica terlebih lagi merisa sedang hamil dia takut merisa marah karena emosinya yang gampang berubah ubah. Leo ke ruang tengah di ikut i erica dan sofi, melihat merisa sedang di jahil i toni dia ingat merisa tadi sakit pada perut nya
"kamu apa an sih ton perut merisa nanti sakit lagi" kata leo menyuruh toni melepaskan tangan nya
"aduh pahlawan nya datang cie" kata toni menggoda leo
merisa lala istri toni dan aji melihat wajah leo tersipu malu "cie kak leo malu lih" kata istri toni
"he sejak kapan kamu ketularan toni ikut jahil" kata leo sambil duduk di saling merisa
erica merasa kesal dia mengajak sofi ke dapur dan merencanakan kesesuatu untuk mengerjai merisa nanti. Sedangkan leo bersama yang lain bercanda di ruang tengah
__ADS_1
"wah bosan nih ayok jalan jalan ke pantai pasti lihat matahari tenggelam bagus" kata toni
"benar juga ayok merisa kita lihat tapi perut mu masih sakit apa enggak" tanya lala
"tidak kok" jawab merisa
"tenang saja kan ada suami siaga" kata atika istri toni
"oh hiya" kata toni dengan senyum licik
mereka berjalan menuju pantai sampai di sana merisa hanya melihat atika, lala, aji, toni, dan leo berenang di pinggir pantai merisa duduk di bibir pantai sambil meminum kelapa muda dan menatap pemandangan
sofi dan erica datang mendekat i merisa "hai mer" sapa erica
"kenapa tidak ikut berenang bersama yang lain" tanya sofi
"kak leo melarang ku" jawaban yang datar dari merisa sambil minum
"kamu sejak kapan dekat sekali dengan leo sampai nurut dia katakan" tanya erica
lala datang sambil batuk batuk karena leo aja dan toni menjahili nya saat berenang "mer minta minum dong gara gara kamu tidak ikut aku yang jadi sasaran sekarang" kata lala
__ADS_1
"ini minum dulu jangan marah marah" merisa berdiri menutup i badan lala dengan handuk agar tidak kedinginan
"aaahhh membosankan kan sekali awas saja mereka aku balas" kata lala sambil memukul meja di depan nya karena dia emosi
tanpa sepengetahuan merisa sofi mengontak ngatik kursi yang di duduk merisa erica tersenyum sinis karena merisa sibuk dengan lala yang terus mengoceh
merisa duduk kembali di kursi nya tiba tiba kursi itu ambruk dan merisa jatuh dengan keras membuat perut nya sakit "aaaaduuuhhh perut ku sakit sekali" kata merisa sambil memegang i perut nya
erica bingung kenapa hanya jatuh saja merisa sampai sakit seperti itu sedangkan sofi ketakutan. Lala memegang merisa dia melihat darah mengalir dari kaki merisa
"merisa kamu berdarah" kata lala
"sa..kit to...long aku la" merisa memegang perut nya dan menangis minta pertolongan
lala berteriak memanggil leo sadang berenang dengan yang lain tapi leo tidak mendengarnya karena jarak begitu jauh dan suara ombak membuat suara lala tidak terdengar lala melambaikan tangan nya dan meloncat loncat dia begitu panik
"lihat itu kenapa lala" kata atika
"biarkan saja dia selalu bersemangat" kata toni
"tunggu dulu coba kalian lihat dia sepertinya begitu panik, ayo kita kesana" kata Aji berlari menuju arah lala
__ADS_1
mereka semua berlari mendekat i lala suara lala memanggil leo "kak leo cepat kesini lihat keada an merisa"
leo mendengar lala mempercepat lari nya menuju lala dan merisa. leo melihat merisa merengek kesakitan dengan begitu banyak darah yang mengalir