
afina menoleh pada riyo. riyo meletakkan satu tangan nya di wajah afina "hentikan fin jangan lakukan seperti ini aku tahu kamu bisa mengendalikan emosi mu..." kata riyo sambil memandang wajah afina
"gawat bagaimana bisa riyo berada disini.... jangan sampai afina menyakit i riyo disaat seperti ini" kata kevin melihat riyo "cepat berikan suntikkan penenang nya pada ku" kata kevin
afina melepaskan rantai yang dia genggam dan melihat kevin yang mendekat dengan membawa suntikkan nya. afina mendorong riyo dan merebut suntikan di tangan nya menyuntik nya di leher kevin "kalian bawa kevin ke markas" kata afina kepada para ajudan. afina membantu riyo berdiri "maaf.." kata afina memeluk riyo
"iya apa kamu terluka fin" kata riyo merasakan pundak afina berdarah
"ini hanya luka kecil nanti juga sembuh" kata afina
riyo melihat tangan afina terkena tembak "ayo kita obat i ini bukan luka kecil" kata riyo menarik tangan afina membawa nya ke renata. Renata melakukan pertolongan pertama pada afina mengeluarkan peluru di tangan afina "jangan sampai terkena air dulu sudah aku jahit kamu jangan khawaitir" kata renata menepuk pundak riyo yang wajah nya dari tadi tegang
riyo mengangguk "ayo kita pulang dan kamu harus istirahat" kata riyo
__ADS_1
"tidak masih ada satu hal yang harus aku urus" kata afina terseyum pada riyo dia membawa riyo ke markas nya. riyo melihat tempat itu banyak sekali alat alat untuk latihan afina "untuk apa kita kesini.." kata riyo
"sssuuuttt nanti juga tahu" afina mengedipkan satu mata nya kepada riyo
"apa sudah selesai.."afina berbicara pada seorang wanita
"sudah silakan di lihat" wanita itu menujuk pada kevin yang tertidur di kursi karena obat bius
"bagus ini untuk mu trimkasih kamu berkerja sangat bagus" kata afina pada wanita itu lalu meberikan bayaran nya
"kalo begitu ayo kita cepat pulang sebelum dia bangun nanti" afina menarik tangan riyo membawa nya berlari menjauh dari ruangan itu
saat kevin sadar dan bangun melihat sekeliling nya "kenapa aku bisa tidur disini" kata kevin sambil bangun dan meregangkan badan nya dia kelaur dari ruangan itu. anak buah kevin melihat nya tertawa namun mereka menyembuyikan nya saat kevin melihat nya "ada apa kenapa mereka tertawa" kata kevin dalam hati nya
__ADS_1
"he kamu kesini" kata kevin memanggil salah seorang anak buah nya dan berbisik pada nya "apa mereka menertawa kan ku sebenarnya ada apa" kata kevin
anak buah nya hanya diam saja dia pun tidak berani mengatakan pada kevin "jawab pertanya an ku" kevin berbicara sedikit nada tinggi
"siap jendaral" kanta anak buah kevin pergi mengambil sebuah kaca dan memberikan pada kevin
"kenapa kamu memberikan ku kaca" kata kevin kebingungan
"jedral lihat dulu" kata anak buah kevin
kevin melihat kaca dia melihat rambut dan kumis nya berubah menjadi wana abu abu sehingga mirip dengan uban "siapa yang melakukan ini berani sekali dia" kata kevin membanting kaca itu lalu mencekram krah leher anak buah nya
"ratu mu jendral ehh... masud ku afina" kata anak buah kevin yang gugup
__ADS_1
"afina......." kevin berteriak kesal memanggil afina