
dengan sigap riyo menggedong afina dan membawa nya ke rumah sakit. Riyo berdiri di depan pintu dan berjalan mondar mandir dia benar khawatir dengan ke ada an afina. leo mendekat i riyo "apa terjadi" tanya riyo
"ayah..." riyo baru sadar ke hadiran ayah nya "a..aku tidak tahu afina berada di kamar mandi lalu a..aku....." riyo terisak dalam tangisan nya karena khawatir ke ada an afina
leo menepuk pundak riyo "sudah lah kita berdoa saja semoga afina dan anak mu baik baik saja" ucap leo lalu melihat dia orang penjaga tidak jauh dari tempat itu "apa terjadi sesuatu riyo" tanya leo sambil menatap dua penjaga itu
riyo mencerita kan ke ada an nya apada leo tentang andita sehingga kevin mengatur penjaga an untuk nya dan afina karena merasa khawatir "sebaik nya kamu pulang ke rumah saja sementara waktu ini jangan sampai terjadi sesuatu pada afina dan bayi mu" kata leo
riyo mengangguk. Dokter ifa ke luar dari ruangan itu "dokter bagaiman ke ada an afina" tanya riyo
"dia sekarang baik baik saja sebentar lagi sadar dan anda harus tahu seperti nya ke lahiran ke dua anak pak riyo mungkin pada usia kandungan ke 8 kondisi bayi nya sangat stabil dan sehat jadi tidak pelu khawatir" kata dokter ifa
riyo mengangguk mengikut i dokter ifa membahas tentang ke ada an afina. Leo pergi menemui afina di ruang perawatan. Afina meulai sadar melihat ayah mertu a nya sedang menjaga nya "ayah..." afina hendak bangun
__ADS_1
"tidur saja fin apa kamu membutukan sesuatu" kata leo
"kak riyo..." ucap afina
"dia akan kesini sebentar lagi" kata leo
"aaaahhhhh...." teriak pelan afina sambil memegang perut nya
"tidak mereka mendang perut ku..." kata afina sambil mengelus perut nya "ayah apa ibu dulu juga seperti ku saat mengandung, oh nya dimana ibu" tanya afina tidak meliaht mertua nya selalu heboh itu
"ibu mu sedang pergi ke rumah nenek nya riyo" ucap leo lalu melihat afina masih fokus mengelus perut nya "merisa saat mengandung riyo dan rico keada an nya sangat lemah bahkan dia harus mengguna kan kursi roda di awal ke hamilan nya dia tidak sekuat diri mu" ucap leo melihat afina sedang menatap nya dengan serius "ayah sangat bangga pada mu riyo menjaga mu sangat baik melebih diri ku dulu"
suara pintu terbuka afina dan leo menoleh "kak riyo..." panggilan afina pada riyo dia merasa senang sekli melihat riyo. Selama afina hamil riyo tidak pernah meninggalkan afina meski dia pergi kemana pun selalu mengajak afina bersama nya "lihat apa aku bawakan untuk mu" kata riyo memberikan es krim
__ADS_1
"riyo jangan memberikan afina es" kata leo memeringatkan riyo
"hhhaaa" ucap riyo menatap ayah nya
"ibu mu yang menyuruh ku mengatakan itu, sudah lah ayah kembali ke bengkel ada beberapa urusan" leo berdiri melihat afina mengelus rambut nya "afina jaga diri mu baik baik ayah akan kembali ke bengkel dulu"
"ayah apa ibu juga menyuruh mu mengatakan itu" tanya riyo
"tidak awas kamu tidak menjaga ayah perempuan ayah dengan baik" kata leo
"iya riyo akan menjaga nya dengan baik" kata riyo
leo keluar ruangan itu. riyo sudah tahu meski sikap ayah nya sangat tegas dalam hal apa pun jika menyangkut masalah anak anak nya dia berubah menjaga sosok penyayang begitu juga sikap nya pada afina. saat kecil afina sedah di anggap anak nya sendiri oleh leo dia tidak pernah membedakan kasih sayang nya pada leo darina dan afina dia memperlakukan mereka dengan kasih sayang yang sama
__ADS_1