
setalah selesai mandi. Afina memasak makan ke suka an riyo. Afina melihat riyo makan dengan lahap dia terseyum "pelan pelan saja gak ada yang berebut dengan mu" kata afina
"kamu pintar memasak aku suka sekali" kata riyo
"kalo begitu aku akan masak setiap hari untuk mu" kata afina
"sejak kapan kamu bisa memasak" tanya riyo
"sejak aku sekolah smp" jawab afina lalu mengambil piring kotor di meja dan membwa nya kedapur mencuci piring itu. Riyo memeluk afina dari belakang "kak riyo tahu sejak alfin sakit parah dan membutuhkan banyak biaya waktu itu bahkan mama harus berkerja keras begitupun dengan ayah jadi mereka jarang sekali di rumah semenjak saat itu aku selalu masak makan sendiri" kata afina lalu membalik badan nya menghadap riyo
"kamu sudah belajar dengan baik sehingga masakan mu enak aku beruntung memiliki istri seperti mu" riyo mengecup bibir afina
mereka menikamti ci*m itu bersama "kak riyo tidak berkerja" tanya afina
"enggak hari ini aku sudah jadwal kan untuk pergi ke dokter kandungan" kata riyo
"apa..." afina kaget
__ADS_1
"aku ingin kita mulai program untuk kehamilan mu" kata riyo
"kamu saat menggingin kan seorang anak" kata afina memeluk riyo
"iya aku ingin suara tawa dan tangisan anak anak kita di dengar disini" kata riyo
riyo membawa afina pergi rumah sakit menemui dokter kandungan yang sudah membuat janji pada nya beberapa hari lalu. afina bertemu renata saat menunggu giliran nya "afina.." sapa renata
"kak renata apa kabar" kata afina
riyo mengaguk membalas sapa an renata "aku dan kak riyo mau program kehamilan" kata afina
"bagus aku akan segera mendapat keponakan dong" kata renata
"kak bagimana rambut dan kumis kak kevin bagus tidak" afina tertawa lalu melihat riyo. riyo hanya tertawa kecil mengingat perbuatan afina membuat rambut dan kumis kevin menjadi berwarna putih
"kamu tahu sekarang dia mencukur kumis nya...." renata terseyum "saat dia pulang aku kira kakek kakek darimana ternyata dia suami ku" renata tertawa terbahak bahak
__ADS_1
"dia mencukur habis kumis nya" kata afina merasa tidak percaya karena kevin tidak pernah mencukur nya sampai habis dia selalu merapikan nya dangan hati hati bahkan sampai pergi ke salon untuk kumis nya itu.
renata mengangguk "karena dia tidak mau mengecat kembali kumis nya jadi hitam jadi dia memilih untuk mencukur nya menunggu nya kembali tumbuh kamu orang pertama yang berani melakukan itu pada nya..."
"dok... ada salah satu paisen anda yang tiba tiba drop" kata seorang suster
"sudah ya fin aku pergi dulu semoga keinginan kalian terwujud" kata renata
afina dan riyo mengangguk Tak lama setelah kepergi an renta, giliaran afina untuk di periksa dokter. Riyo menggegam tangan afina yang baru saja selesai di periksa. Mereka menunggu hasil nya
"dok ini laporan nya" kata suster memberikan laporan pemeriksa an afina pada dokter namun dia tidak senjaga menyegol beberapa tumpukkan laporan di meja dokter "maaf dok" kata suster itu sambil cepat cepat merapikan kembali laporan berjatuhan itu.
dokter itu mengangguk dan membaca hasil laporan itu riyo semikin mengenggam erat tangan afina merasa tidak sabar dengan hasil nya.
"ibu afina dan bapak riyo saya akan bacakan laporan hasil pemeriksa an nya saya harap kalian menerima nya dengan lapang dada disini tertulis kalo ibu afina akan sulit untuk hamil karena beberapa masalah pada ovarium nya..." kata dokter itu
afina melepaskan tangan nya dari riyo merasa kan tidak percaya dengan apa yang dokter itu katakan dan menunduk kan kepala nya. afina yang baisa nya kuat menahan kesediahan nya entah kenapa saat ini dia tidak bisa menahan air mata nya.
__ADS_1