
leo melelaskan tangan ayun dan berjalan mundur menjauh dari ayun merisa meletakan segelas air dan minyak angin di meja samping tapat tidur ayun berjalan keluar "sayang kamu jangan salah faham aku tidak melakukan apa pun dengarkan penjelasan ku" kata leo
"bukan nya yang aku lihat sudah menjelaskan semua" merisa dengan mata yang berlinang air mata berlari ke luar kamar
leo megejar merisa dan memegang tangan nya "kamu benaran gk percaya sama aku sayang sudah ku bilalang aku hanya mencintai mu tidak mungkin aku bersama nya itu tidak sengaja" kata leo
merisa melihat ayun berjalan keluar kamar nya mendekat i merisa dan leo "non jangan salah faham dengarkan penjelasan pak leo" ayun berpura pura sedih
"cukup tidak perlu di jelaskan lagi aku sudah melihat nya sendiri" kata merisa pergi ke kamar nya
leo ingin mengejar merisa tapi tanggan nya di pegang oleh ayun "pak maaf kan saya saya tidak bermasud membuat nona merisa marah" kata yun dengan wajah sedih
"aku tahu kamu kembali saja ke kamar mu aku akan jelaskan ini pada merisa" kata leo melangkah pergi
__ADS_1
"ternyata rencana ku berhasil.... sekarang kita lihat siapa yang pantas jadi pendaping leo" kata ayun dalam hari sambil tertawa sinis
leo membuka pintu kamar nya melihat merisa sedang berbaring di kamar nya "jangan marah merisa aku tadi hanya ingin membantu nya bangun tapi dia menarik kau aku berusaha menahan agar tidak jatuh di atas nya" kata leo berbaring dan memeluk merisa yang memunggungi nya
merisa membalikan badan nya "aku tidak cemburu.... aku pikir jika berekspresi seperti itu kamu bisa mengembalikan di ke yayasan pembatu lagi"kata merisa menatap wajah leo "sayang apa ekting ku hari ini bagus"kata merisa mendekat kan wajah nya ke leo
"tidak sama sekali" leo bangun dari tempat tidur
"tidak... besok pasti aku kembali kan dia aku tidak suka kamu tidak memberitahu ku rencanamu jadi aku marah"kata leo
merisa duduk di pangkuan leo sambil menci*m bibir leo "jangan marah lagi ya... aku mintak maaf aku juga refleks saja melihat hal itu jadi aku tidak berfikir memberi tahu mu" kata merisa
"aku masih marah tapi kalo kamu ci*m lagi nanti aku pertimbangkan" kata leo
__ADS_1
"gak mau kamu selalu saja mencari kesempatan kan" kata merisa
leo memeluk merisa dan menidukan nya lalu menci*m merisa dengan sangat buas. Pagi hari nya leo meminta yayasan ayun untuk menjeput ayun leo memberikan gaji ayun satu bulan penuh dan menyuruh nya pergi
ayun tidak terima dan mendorong tubuh leo ke sofa dan menindihn ya"saya ini suka sama kamu sejak pertama kali datang aku rela jadi istri ke dua mau tapi jangan jauh kan aku dari mu" kata ayun
"kamu gila ya cepat pergi dari sini..." kata leo
merisa melihat keluar kamar melihat yang di lakukan ayun kepada suaminya merisa sangat geram sekali dan berjalan menuju ayun kemudian menarik rambut nya hingga ayun jatuh ke lantai dan menamparnya "kami di kasih hati mintak jangtung nya dasar gak tahu diri" dengan nada tunggu kata merisa
leo bangun dan melerai merisa "sudah sayang hentikan" leo memegang tubuh merisa " kamu silakan pergi dari sini atau aku panggil polisi
ayun merasa malu lalu pergi dari rumah leo
__ADS_1