
kevin menghentikan riyo sudah memukul habis anak buah nya. Menyuruh mereka pergi, riyo menatap kevin bahagia seekor singa yang kelaparan siap memangsa. Kevin bukan nya takut dia merasa senang seperti mendapat sebuah berlian
tidak dengan fandi dan yang lain malah heran melihat riyo selama ini mereka tahu riyo memiliki sifat penyayang dan sabar tidak pernah sekali pun dia menyakit i orang lain tapi tidak hari ini. Mereka melihat sisi lain riyo begitu menakutkan bahkan melebihi afina. Riyo membuat beberapa anak buah kevin yang mengalami patah tulang dan beberapa luka serius.
riyo mendekat i kevin "dimana afina..." tanya riyo
seyuman kevin terpancar di wajah nya "jika ingin tahu ikut lah aku" kata kevin
kevin membawa riyo ke dalam ruang bawah tanah dan menujukan salah seorang sedang tegantung dan beberapa luka yang terdapat di tubuh nya "kalo kamu ingin tahu afina tanya kan pada dia" kata kevin
tak menunggu lama riyo menanyakan afina namun orang itu hanya diam saja "hajar dia sampai mau membuka mulut nya jika masih tidak mau bunuh saja" kata kevin
__ADS_1
riyo menatap kevin "apa kamu tidak sanggup melakukan nya" ucap kevin sekali lagi
entah kenapa riyo sudah seperti moster itu memukul habis orang itu akhir nya membuka mulut. fandi benar benar tidak menyangka akan sifat riyo sebenar nya memilih diam sedangkan lendra menatap riyo dengan tatapan ketakutan "dia menakutkan melebihi afina" kata lendra
"kamu tahu kan air yank tenang bukan berarti disana tidak ada buaya sekali kamu mendekat air pasti akan di terkam habis" kata kata kevin membuat lendra bingung
"oh jadi riyo seorang jelama an buaya ya" kata lendra mendapat pukulan dari yogi
"ohh gitu ya riyo bunuh dia" kata lendra
riyo menghentikan pukul nya pada orang itu dan berjalan pergi namun tangan nya di halangi oleh kevin "jika itu saja tidak sanggup bagimana kamu menyelamatkan afina di luar sana hanya ada satu kalimat tetap maju atau mudur tapi mati" kata kevin menatap riyo tajam tapi terseyum dan memberikan sebuah pistol "di bunuh atau membunuh, pikir kan baik baik afina mungkin pulang tubuh nya tidak semulus saat dia pergi" kata kevin
__ADS_1
ucapan kevin membuat riyo kembali teringat afina dan memacu emosi nya riyo mengambil pistol itu dan menembak nya berulang kali kearah orang itu lalu terdiam tidak percaya bahwa diri nya sudah membunuh orang.
kevin menepuk pundak riyo "bagus riyo bagus ini baru permula an siapkan diri mu untuk besok fandi bawa dia dan siapakan dia untuk besok" ucap kevin
fandi mengangguk dan mengajak riyo pergi "ayo ikut aku" kata fandi
riyo masih diam dalam lamunan nya dan mengikut i fandi. Pergi ke ruang persenjata an fandi terdiam dan menyuruh riyo memilih apa dia butuhkan "afina sangat suka pisau kamu pegang itu pertama kali nya yang dia gunakan untuk membunuh seseorang" kata fandi
"berapa usia nya saat itu" tanya riyo
"dia masih muda usia nya sekitar 16 tahun" jawab fandi memberikan satu lagi pisau yang sama seperti riyo pegang "semua yang kamu lihat selama ini hanya sebuah ilusi kami hidup hanya memukul orang tidak menyakit i mereka tapi kenayata an nya kami membunuh orang itu lah tugas kami sebenar nya harus mandi darah setiap kami pergi membasmi sekelompaok penjahat" kata fandi
__ADS_1
"dunia sangat kejam membuat afina menjadi seorang iblis" riyo tidak percaya karena afina waktu kecil dan dewasa jauh berbeda