
"seperti nya pak leo juga akan segera menjadi ayah" kata elis
leo hanya bengong dengan yang dikatakan elis dia bingung dev menjelaskan pada leo kalo mungkin saja merisa sedang mengandung karena merasa mual adalah awal tanda kehamilan
"sudah berapa lama dia merasa mual mual sebaik nya kamu belikan dia testpack" kata dev sambil menggendong anak nya memberikan pada istri nya
"Sudah satu minggu terakhir ini, aku kan menyusul nya dulu" kata leo dan berpamitan pada dev dan elis
"baik hati hati di jalan" kata dev
leo pergi ke menuju kamar mandi merisa duduk di bangku depan kamar mandi dia merasa lemas setelah mual tadi "ayo kita pulang saja jika kamu merasa tidak enak badan" kata leo mambantu merisa berdiri
"aku belum berpamitan dengan kak elis" kata merisa merasa tidak enak jika langsung pergi begitu saja
"aku sudah berpamitan pada mereka untuk membawa mu pulang atau sebaik nya kamu periksa saja" kata leo ingin tahu merisa hamil atau tidak
__ADS_1
"tidak aku hanya butuh istirahat saja kak leo" kata merisa
"baik lah kalo begitu kita pulang saja" leo membatu merisa berjalan
di perjalan pulang leo di telfon oleh andre karena ada yang salah dengan laporan keuangan terdapat selisih besar dalam laporan yang dibuat oleh laila. Leo melihat merisa dia tertidur di dalam mobil wajah nya terlihat pucat sekali, leo berhenti di sebuah apotik membeli obat penghilang mual. Penjaga toko malah memberi testpack dia bilang mungkin saja merisa hamil. Leo masuk dalam mobil nya dia tersenyum dan tidak sabar ingin merisa segera memakai nya, lalu mencium kening merisa yang masih tertidur. Sampai pada bengkel nya leo ingin membangunkan merisa tapi dia tidak tega memutuskan menggendong merisa menuju keruangan nya laila yang melihat nya sangat kesal dan marah
andre mengikut i leo yang masuk keruangan nya dan menunggu di sofa tamu sambil membawa hasil laporan nya sedangkan leo menaruh merisa dan menidurkan di tempat istirahat nya lalu pergi menemui andre
"bagaimana ndre hasil laporan nya" tanya leo
"begini bos sebelum nya laila memberikan laporan keuangan nya padaku aku lihat laporan nya sangat baik tapi menurut catatan pengunjung yang masuk harus nya laporan bulan ini sangat meningkat menurut catatan keuangan laila hasil peningkatan nya hanya sedikit jadi aku mengecek pada bon bon bulan ini dan benar hasil nya sama seperti yang aku kira bos" kata andre menjelaskan dengan serius
"seperti yang kita duga bos tapi kita harus menemukan bukti lain" kata andre
"kalo begitu selidik i terus jangan sampai dia tahu dan curiga" kata leo
__ADS_1
andre mengerti dia pergi dari ruangan itu. "aaaahhhhhhh........" suara merisa berteriak keras dari dalam kamar istirahat leo berlari menuju sana
"kak leo cepat lihat ini ayok kesini" Merisa menunjukkan pesan berisi kalo novel nya sudah selesai dan akan loucing 2 minggu lagi
"Kamu berteriak karena hal ini kamu mengkaget kan saja" kata leo mengembuskan nafas panjang dan tidur di pangkuan merisa
merisa mengelus rambut leo " aku suka sekali menyentuh rambut mu kak leo" merisa memainkan rambut leo "kamu dulu juga sering menyentuh nya saat kita masih sekolah, kamu memainkan nya hingga aku tertidur" kata leo
"kamu masih mengingat nya kak leo" kata merisa
"aku tidak pernah melupakan kenangan itu" kata leo dia ingat kalo merisa harus memakai testpack yang dia beli tadi "merisa kamu coba pakai ini" memberikan testpack pada merisa
"kenapa kak leo membeli ini aku mungkin hanya masuk angin saja dan begitu lelah jadi aku mual dan pusing" kata merisa
leo duduk dan memandang merisa "coba saja siapa tahu hasil nya positif" kata leo sambil mengelus perut merisa
__ADS_1
"baik lah aku ke kamar mandi dulu akan ku coba" merisa menuju kamar mandi mencoba testpack nya
15 balas menit kemudian merisa tidak kunjung keluar dari kamar mandi leo menyusul nya merisa membuka pintu nya memberikan leo alat tes itu di sana dia melihat dua garis tapi dia tidak mengerti masud semua itu