Cinta Masa Lalu Kini Kembali

Cinta Masa Lalu Kini Kembali
Bawa an bayi


__ADS_3

raut wajah riyo semula senang kini berubah khawatir setelah melihat wajah dokter ifa "ada apa dok apa semua baik baik saja apa ada yang salah" kata riyo


"apa ibu afina menadapat sebuah tekanan mempengaruh i kondisi sekarang benar benar buruk" kata dokter ifa merasa bersalah


"iya dia sangat mengkhawatirkan ke ada an anak kami" ucap riyo


"saya akan mencerita kan kejadian ini pada ibu afina semetara ini dia harus hati hati kandungan nya sangat lemah saya harap bapak...." menoleh arah riyo "suster cepat kesini bantu saya" dokter itu memanggil bantu an karena riyo tidak sadar


beberapa saat kemudian setelah riyo kembali ke ruang rawat nya dan kembali mendapat kan perawatan. afina sudah sadar dia sangat senang dengan kabar baik yang dia dengar dari dokter ifa perasa an nya menjadi lega. afina melihat riyo masih belum sadar, afina mendekat riyo dan mengelus pipi nya


"sayang anak kita baik baik saja mereka tubuh dengan sehat dalam perut ku" afina mengecup pipi riyo


"naik kemari aku ingin memeluk mu..." ucap riyo tampa membuka mata nya


afina naik ke ranjang riyo tampa menunggu lama dia memeluk riyo begitu juga dengaran riyo memgecup kening afina "dokater bilang...." riyo terdiam karena afina menyela pembicara an nya "dokter bilang mereka sehat dalam perut ku.." kata afina mempererat pelukan nya


"hiya sayang mereka sehat apa kamu sekarang senang jadi jangan banyak berfikir macam macam dan jaga kesehatan mu" kata riyo

__ADS_1


afina mengangguk entah kenapa dia merasa mengantuk saat riyo memeluk nya bukan nya merasa mual lagi saat berada di dekat riyo. tak selang berapa lama afina sudah terlelap riyo mengusap kepala afina. suara pintu di ketuk...


"masuk" ucap singkat riyo


pintu terbuka merisa dan darina datang "ssaaayyyaaang....." kata merisa terhenti karena riyo menaruh satu jari nya di mulut menandakan untuk tidak bersuara keras


"maaf ibu gak sengaja" merisa berbicara pelan


darina mendekat i riyo "kak darin kangen sama kakak" kata darina


"kakak juga kangen sama darina" riyo bangun dan memeluk adik kesayangan nya itu namun afina tiba tiba bangun meski darina dan riyo berbicara pelan "kenapa bangun sayang" kata merisa


"iya kenapa fin" kata riyo


wajah afina cemberut "darina sudah besar gak boleh peluk laki laki seperti itu" ucap afina


"ohh maaf kak fin" darina melepaskan pelukan nya pada riyo "kak fina kenapa sih kak padahal dulu darina juga gpp peluk kak riyo" darina berbisik pada riyo

__ADS_1


merisa faham mungkin afina bersikap seperti itu karena dia sedang hamil dan bawa an dari sang bayi. Merisa melambikan tangan nya mengajak darina mendekat i nya "afina mama bawakan bolu kesukan kamu ini" kata merisa meletakan bolu di meja samping tempat tidur


"wah mama baik sekali tahu banget afina lagi lapar" kata afina meraih bolu itu dan memakan nya


"mama kesini sendiri an dimana ayah" tanya riyo


"ayah mu sebentar lagi juga kesini nah itu dia..." kata merisa menujuk leo baru masuk


"ada apa" kata leo


"maaf permisi ibu afina harus pergi ke ruang pemeriksa an" kata seorang suster membawa kursi roda


afina mengangguk dan duduk di kursi itu "maaf bu saya bantu taruh makan nya dulu" kata suster itu


"tidak" kata afina merengutkan kedua alis nya


"maaf suster biarkan saja ya" kata merisa berbicara pelan medekat i suster itu "biasa bawa an bayi jadi maaf ya"

__ADS_1


suster itu mengangguk dan faham "afina ibu temani ya ke ruang pemeriksa an nya" merisa mendorong kursi roda afina


afina mengangguk sibuk makan ke bolu nya lalu meninggalkan rungan itu bersama merisa dan suster itu. Leo melihat wajah riyo bingung dan khawatir, leo menyuruh darina untuk ikut bersama ibu nya karena leo ingin berbicara


__ADS_2