
merisa membawa kan sebuah jus dan cemilan untuk bersantai. Kebun mawar merisa banyak bermekaran merisa sangat senang di memetik beberapa bunga itu untuk di taruh di vas bunga
"aduh... sakit" merisa terkena duri mawar
leo berdiri menghampiri merisa lalu menghisap jari nya "kamu ini harus lebih hati hati merisa" kata leo
"tapi aku tidak penah takut jika terluka aku tahu kamu akan selalu menyembuhkan luka ku" kata merisa
leo terseyum mendengar kata kata merisa "kak leo aku ingin berbicara serius pada mu" kata merisa
"ada apa merisa" kata leo
"aku sudah putuskan perminta an mu waktu itu" kata merisa
leo memeluk tubuh merisa dia senang sekali merisa mau hamil lagi karena leo berfikir jika masa depan nanti dia dan merisa sudah tidak ada dia tidak tkut riyo sendiri an.
"trimakasih merisa" kata leo sambil mengecup kening merisa
"tapi bisa kah kak leo memberi tahu alasan nya kenapa menyuruh ku untuk hamil lagi" kata merisa
__ADS_1
"aku berfikir saat nanti kita sudah tidak ada aku takut riyo merasa kesepi an aku ingin dia ada yang menemani nya karena kita tak bisa menemani dia selama nya" kata leo
"kamu benar juga kak leo, aku sudah mengabulkan permintak an mu bisa kah kamu mengabulkan perminta an ku" kata merisa
"tentu saja kamu ingin apa pun aku akan mengabulkan nya" kata leo
"aku ingin menua bersama mu melihat anak dan cucu kita nanti dan aku ingin melihat mu sebelum menutup mataku" kata merisa
leo menggem tangan merisa " tentu kita kan menua bersama jika hari itu sudah tiba aku akan memeluk mu menci*m kening mu dan melihatmu lalu kita kan pergi bersama karena aku tidak mau kamu tinggalkan aku tidak sanggup untuk jauh dari mu walau hanya sehari" kata leo sambil memeluk merisa
hari menjelang malam merisa memasak karena bu nik yang masih belum kembali berkerja. leo dan riyo sedang menunggu merisa di meja makan
riyo memaikan sendok garbu nya memukul mukul piring "ibuk aku mau makan cepat... cepat..."kata riyo
"ibu nenek nik kemana kenapa tidak ada di rumah" tanya riyo
"nenek nik sedang di rumah anak nya, apa kamu merindukan nya" kata merisa
"iya biasa nya nenek mamasak kesuka an ku" kata riyo
__ADS_1
"riyo makan dulu nanti bicara lagi, saat makan tidak boleh bicara" ucap leo
"baik ayah" kata riyo
selesai makan leo mengajak riyo ke kamar nya merisa menutup mata riyo dengan tangan nya. leo sudah mendekorasi kamar riyo, leo ingin riyo manjadi orang yang mandiri dan tidak tergantung pada orang tua nya
merisa melepaskan tangan nya riyo menoleh sekeliling nya dia melihat banyak sekali mainan dan suasana kamar nya yang baru dia suka sekali belari ke atas ranjang nya yang baru
"ayah apa ini kejutan untuk riyo" kata riyo sambil melocat loncat diatas ranjang nya dan berlari ke sekeliling kamar nya
"apa kamu suka sayang" kata merisa
"riyo suka sekali trimakasih ayah trimakasih ibu" kata riyo berlari memeluk ke dua orang tua nya
leo manjak riyo untuk duduk di ranjang baru nya "sayang mulai malam ini kamu harus tidur sendiri disini" kata leo
"kenapa aku tidak boleh tidur dengan ayah dan ibu lagi nanti kalo aku jatuh dari tempat tidur lagi bagaimana" kata riyo mentap leo dengan sinis
merisa mendekat pada riyo dan leo "sayang kamu harus mandiri mulai saat ini riyo kan sudah besar jadi harus tidur sendiri" kata merisa
__ADS_1
"tidak mau apa ibu dan ayah sudah tidak sayang riyo lagi" kata riyo dengan nada tinggi
leo menyuruh merisa keluar kamar leo mau berbicara dengan riyo dan memeberikan nya pengerti an