CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 1


__ADS_3

Malam ini giliranku untuk patroli,membelah jalan raya ibu kota. Bersama partnerku, pak Umar. Aku dan pak Umar sudah empat tahun bergabung dengan RAISMAN atau disebut pasukan pengurai dan pembubar masa.


Bergabung dengan pasukkan ini, setidaknya melupakan sedikit penderitaanku.


Perpisahan ku dengan Karenina,kebohongan dan anak yang bukan darah dagingku yang membuat luka baru dalam hatiku.


Kalau bisa memilih lebih berat kehilangan Nina dari pada Karenina.Masih mungilkah dia sekarang,sudah sepuluh tahun berlalu aku belum bisa melupakanmu."Apakah ini cinta buta atau cintaku yang memang buta?".


Bulan ini purnama tidak muncul, aku akan menunggu bulan berikutnya. Aku ingin menyampaikan rinduku untuk dia yang disana agarmu menantiku.


Egois.


Biarlah untuk cintaku.


"Melamun lagi?", carilah pasangan untuk mengisi kekosongan hidupmu,terutama untuk jagoan kecilmu.Kalau seperti ini,kau bisa membunuhku. Ucap pak Umar tersenyum geli.


Untuk jago kecilku,aku bisa mencari tempat untuk menyalurkannya? tapi untuk teman seumur hidup,aku belum mendapatkannya. Masih terasa sakit,sahutku


Kalau suatu hari aku berjodoh dengannya, akan aku perkenalkan pada pak Umar pada gadis mungilmu.


"Cantikkah dia?",tanya pak Umar penasaran dengan misteri cinta Fahris.


Suatu saat pak Umar akan tahu.Maupun gadis atau janda aku akan tetap menjadikan dirinya menjadi milikku, ucap Fahris kepada pak Umar.


**//**//**///


"Kak..!".


Cepat dong nanti Kia terlambat kekampusnya.


"Kia...?".


Sabar kenapa, sih. Malu,ah didengar orang.


"Apakah uang jajajnmu mau dipotong?",tanya sang kak dengan yinyirnya.


"Kak Nina...!",teriak Kia kesal.


"Oh....!"manisnya adikku.


Lets go, kita jalan perintah Nina pada adiknya Kia.


Kia adalah adikku yang paling kecil. Sedangkan adikku yang lain memilih bekerja setelah lulus sekolah.


Mereka tak ingin membebani ku lagi. Aku bersyukur masih dikasih rezeki sama Allah.


Sekarang aku bisa bernafas lega,karena kami tidak lagi hidup dalam kekurangan.Adik-adikku sudah mandiri,tinggal sekecil ini yang masih melanjutkan pendidikan.


Sudah sepuluh tahun berlalu,apa kabar dengan dia yang berada disana.


"Maaf, mas kalau sampai saat ini aku masih menyintaimu,sangat sulit bagiku untuk membuka hati.

__ADS_1


Aku sangat takut, dan ada rasa tak percaya diri untuk menjalin cinta dengan orang lain.


Masih ingatkah dirimu padaku "gadis Mungilmu".Aku berharap dirimu selalu sehat dan bahagia.


Kakak melamun lagi, "mikirin siapa?",udah sampai didepan kantor kakak, tidak niat turun tanya Kia kepada sang kakak.


Nina yang asyik melamun hanya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal karena kepergok ketahuan sedang melamun.


Kia hanya bisa geleng kepala melihat sifat kekanak-kanakan sang kakak.


**//**/**


"Tok.. tok.. tok...!".


"Bi, siapa yang datang tengah malam begini?.


"Tolong dilihat,bi?", perintah nyonya yang punya rumah.


"Baik non!", bibi mengintip dari jendela dan melihat siapa yang datang.Ia tersenyum melihat Fahris diluar, orang yang tak asing baginya.


"Ooh.. Den Fahris",sapa bibi yang langsung membukakan pintu rumah.


"Kakak sudah tidur,bi?",tanya Fahris kepada pembantu dirumah kakaknya.


Belum, den lagi nonton TV. Ucap bibi.


"Siapa, bi?",tanya sang majikan.


Fahris.


"Ada apa denganmu?",tanya sang kakak.


Aku,mau numpang nginep dirumah kakak.Aku sangat ngantuk,takut terjadi sesuatu dijalan,jadi aku minta diantarkan sama teman kerumah kakak.


Ohh.


"Apakah kau ingin sesuatu?", tanya sang kakak.


"Tidak, kakak?",aku hanya mau istirahat jawab Fahris yang memang sangat lelah dan mengantuk.


Aku membaringkan tubuhku disofa.


"Mengapa tidur disofa,pindah kekamar?",ucap sang kakak.


Disini saja,kak.Ucap Fahris yang mulai memejamkan matanya.


Baiklah,ucap sang kakak masuk kekamar tamu membawa selimut untuk menyelimuti tubuh Fahris.


Aku wajah adikku yang lelah. Sorot matanya kosong, seperti tidak ada kehidupan. Fahris yang berubah menjadi lebih pendiam.


Maafkan kakak belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu, Gumam Yuni dalam hati.

__ADS_1


**Flahsback**


Aku ingin berpisah darimu,Fahris!. Aku tidak bisa hidup dengan pria berhati dingin, seperti mu.Nyesel gue,nikah sama, lo. ucap Karenina.


Yang seharus menyesal,itu gue bukan kamu Karenina teriak Fahris tidak terima.


Lo, itu pria lemah,anak ketiak mama,teriak Karenina.


"Plak.... !",Fahris menampar pipi Karenina. Dari pertama menikah,tidak ada rasa damai yang Fahris rasakan.


"Fahris....!",teriak Karenina karena tidak terima pipinya ditampar Fahris.


"Ingat Fahris!".


Jabatan yang kau miliki ini,itu semua atas bantuan ayahku.


Karenina...


Dengar baik-baik dan pasang kedua telingamu itu. Aku lebih baik kehilangan jabatan yang hina ini.


Dan aku tidak masalah kalau kau hina, tetapi aku tidak terima apabila dirimu menghina mamaku.


Rasanya aku muak melihatmu Karenina, dasar ******.


Fahris keluar dari kamar,dengan membanting pintu.


"Ceder...!",suara pintu dibanting. Semua yang dibawah kaget mendengarnya.


Fahris menuruni anak tangga,ingin keluar dari rumah.


"Fahris.....!".


"Mau kemana, nak?",tanya sang mama.


Bersabarlah menghadapi Karenina,dari kecil ia tidak mempunyai keluarga yang utuh,ucap sang mama kepada Fahris.


Fahris meraup wajahnya dengan kedua tangannya saat mendengar namanya masih membela Karenina.


Kalau ia terlahir dari keluarga yang sudah bercerai, "apa hubungannya denganku?".


Kalau seandainya ada sepuluh wanita seperti Karenina, "apakah mama akan mengorbankan sepuluh putra mama untuk menikahi wanita seperti Karenina?", tanya Fahris dengan wajah memerah.


Mama masih bangga mempunyai menantu seperti dia.Mama akhir saja hidup Fahris, lebih baik mati sekarang dari pada mati perlahan-lahan.


Fahris berlalu meninggalkan mamanya yang diam mematung setelah mendengar ucapan darinya.


Tidak ada pelukkan hangat dari sang mama,untuk tempat ia bersandar.Dari ia kecil sampai sekarang,jarang sekali Fahris mendapatkan kasih sayang dari sang mama.


"Ya, Allah pertemukan aku dengan Nina,aku ingin bersandar dipundaknya yang kecil.


Inginku rengkuh tubuh mungilnya.Fahris tertidur didalam masjid karena lelah tenaga dan pikiran.Karena ditempat Inilah ia dapat menceritakan keluh kesah hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2