
*//Penyesalan//*
"Fahris bangun,nak",udah siang, nak. Ucap mama Tarti membangun Fahris yang kesiangan.
"Sebentar lagi,ma?",Fahris masih ngantuk.
Tidak fitness!,tanya mama Tarti yang tahu kebiasaan sang anak.
Kurang enak badan,ma. Ucap Fahris tidak membuka matanya, karena kepalanya benar-benar sakit.
Mama panggilin dokter Boy, mau?",tanya sang mama.
"Hemmm, boleh juga.
Aku seperti,menemukan Fahris ku kembali,kata-kata yang diucapkannya begitu halus dan sopan.
Sebagai ibu, Tarti pasti bahagia menemukan putranya kembali.
Dulu ia memang kurang memberikan perhatian terhadap anak-anaknya.
Disibukkan dengan karir,setelah usia tak lagi muda, barulah merasakan kehilangan dan kesepian.
Ternyata uang dan kedudukkan,tidak bisa membeli kebahagian,hanya sebagai alat membeli kebutuhan hidup.
Contohnya diriku tidak mampu membuat putraku bahagia.
Ku tutup pintu kamar Fahris, sebelum turun kebawah.
"Ada apa,ma?",tanya pak Joko melihat istrinya tersenyum setengah keluar dari kamar Fahris.
Pa.
"Maafkan mama, pa?",jika selama ini kurang memperhatikan papa dan juga anak-anak.
Tarti memeluk suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak apa-apa,ma?",papa juga tidak mempersalahkannya,yang terpenting sekarang kita harus memperbaikinya bersama-sama.
*//Ketahuan//*
"Nina......?".
Sudah siang, kita mau kepantai. Lo mau ikut apa ngak!?,tanya Jeslyn.
"Iya...!".
"Ada apa, sih?",teriak-teriak, ucap Nina karena waktu tidurnya terganggu.
"Allahuakbar".
Kamu belum mandi,Nin.Tanya Mika. Semuanya sudah siap,Nin.Tinggal nungguin, lo.
Mika geleng-geleng kepala melihat kelakuan Nina.
__ADS_1
Kasih aku waktu sepuluh menit,Mika.Kasih tahu yang lain.
Tentu saja,cepat mandi ucap Mika melangkah pergi.
"Dimana, Nina?",tanya yang lainnya kepada Mika yang hanya datang sendiri.
Belum mandi,ucap Mika.
Jam segini belum mandi, pukul berapa kita sampai dipantai, ucap yang lainnya.
Tadi malam neng Nina sakit, sampai-sampai ngak jadi minum Wedang jahenya,ucap pak Jojo.
Mengapa Pak Jojo ngak cerita tadi malam,tanya Jeslyn.
Neng Nina, ngak mau kalian membatalkan acaranya karena gara-gara dia sakit.
Kita tunggu saja sekitar sepuluh menit lagi,ujar Hendra dan Jeslyn sangat tahu seperti Nina.
Dia perempuan setia dan tidak mau mengecewakan orang lain.
"Hai,aku datang?",ucap Nina.
Jeslyn kaget melihat penampilan Nina,yang hanya menggunakan celana Jeans tshirt merah marron.
"Ngak bawa pakaian ganti,TanyaJeslyn?".
Ngak,gue ngak mau berenang.Aku hanya ingin duduk untuk menghindari matahari.
"Resek,lo?",mereka menaiki bis menuju pantai.
Melihat Nina duduk kursi belakang,Amelia duduk disamping Nina.
"Hai,mbak Nina?",sapa Anemia.
"Hai".
Saya duduk disini boleh,ngak mbak?,tanya Amelia.
"Iya, boleh dukduklah".
Namamu Amelia,bagian pemasaran.
"Waw".
Mbak Nina hebat,begitu cepat mengenali saya,seperti pemilik perusahaan, ucapnya mengejek.
"Apa maksud kamu berbicara seperti itu, Amelia ?",tanya Nina.
Ngak,ada apa-apa hanya bercanda saja.
Mbak Nina ini mempunyai hubungan apa dengan Pak Hendra dan bu Jeslyn,saya lihat sangat akrab, tanya Amelia.
"Mengapa bertanya seperti Itu?",bukan apa-apa mbak,hanya penasaran.
__ADS_1
Karena sepertinya mbak itu sangat berarti bagi mereka berdua,ucap Amelia dengan seringai mengejek.
Hanya karyawan,ngak ada yang lain, sudah puas.
Sebenarnya Amelia Indah Dewi, kepala saya sangat pusing tadinya,karena datangmu rasa pusingku hilang.
Sekarang kau boleh bertanya apa saja padaku. Bibirmu itu sangat manis, jadi aku akan menjawab semua pertanyaan darimu.
Amelia sangat terkejut melihat perubahan wajah Nina dan bagaimana Nina tahu nama lengkapku.
Ia ingin beranjak dari tempat duduknya. Dengan sigap Nina menarik Pergelangan tangannya.
Berani kau pindah dari tempat ini, akan ku jambak rambutmu yang indah ini.
Sekarang kau jaga bicaramu.
Ada satu hal yang ingin kau katakan padamu. Aku tahu kamu memasukkan sesuatu dalam minumanku tadi malam,untuk mempermalukan diriku.
Kau ingin tahu mengapa Jeslyn dan aku ikut dalam tour ini, karena ada dirimu.
Kau tahu Amelia,sebenarnya aku takut datang kekota ini, setelah melihat dirimu aku jadi bersemangat.
"Apakah kau benar-benar ingin tahu apa hubunganku dengan Jeslyn dan Hendra?".
Persahabatan, yang ingin kau rusak. "Apakah kau melihatku seperti perempuan yang lemah!".
Dua tahun yang lalu, aku sudah memberikan peringatan padamu. Jangan menjadi pelakor.
Jadi kamu perempuan yang pura-pura menjadi istrinya pak Hendra.
"Apakah kau ingin mengulanginya lagi?".
Amelia ingat betul, "bagaimana ia digampar dan dipukul oleh seorang perempuan."
Ia sampai meriang menahan sakit.Ia pikir Jeslyn adalah istri barunya pak Hendra.
*//Tadi Malam//*
Jeslyn,Hendra aku ingin bicara pada kalian berdua, ucap Nina kepada keduanya.
"Ada apa, Nina?",tanya Jeslyn.
"Apakah perusahaan merekrut karyawan baru?",tanya Nina.
"Iya,untuk bagian pemasaran,ucap Hendra.
"Siapa yang bertanggung jawab dalam seleksi penerimaan?"tanya Nina lagi.
Roky sebagai panitia, jawab Hendra.
Perempuan ini,hampir menghancurkan rumah tanggamu,Hen.
Kalau kau ingin rumah tanggamu baik-baik saja, pecat dia.Dari pada orang lain yang merusak rumah tanggamu,lebih baik diriku saja yang melakukannya.
__ADS_1
Ucap Nina dengan menahan amarah yang hampir sampai keubun-ubun.