
Dihotel aku memiliki kamar pribadi yang aku desain dengan keinginanku sendiri. Berkhayal mengakhiri malam-malam yang indah bersama orang yang aku cinta. Tempat inilah aku mengenang dia untuk melepaskan rasa rindu. Sekarang bukan khayalan lagi,tapi kenyataan yang patut aku syukuri. Kita mau kemana mas?,tanya Nina yang berjalan menulusri lorong-lorong hotel.
Nina bingung, mengapa Fahris berdiri didepan ditembok lorong terakhir. Fahris menggenggam tangan Nina,ia menempelkan kartu hitam didinding tembok hotel. Fahris membawa Nina kekamar pribadinya, yang ada dihotel ini.
Nina kaget saat pintu terbuka,ia masuk kedalam dan kagum dengan kemewahan kamarnya.
Sangat indah.
Nina tidak melepaskan pandangannya melihat keindahan kamarnya. Ia dapat merasakan tangan yang kokoh melingkar dipinggangnya.Untukmu,mas telah menyiapkannya sepuluh tahun yang lalu.Disini mas bisa mengingatmu,ucap Fahris dengan mata berkaca-kaca.
Nina menangkup wajah dengan rahangnya yang kokoh,lupkan masa lalu dan kita buka dengan lembaran baru, tak ada lagi airmata kesedihan, yang ada adalah airmata bahagia,ucap Nina.Fahris mengangkat tubuh Nina yang mungil diatas tempat tidur.
Hari keduanya kembali menyatu dalam ikatan suami istri yang Fahris begitu nyaman bisa kembali bersama orang yang dicintainya. Hadirlah nak, agar ibumu tidak bisa pergi dari ayah, ucap Fahris dengan mengelus perut Nina yang masih rata. Nina tidak merasa terusik dengan apa yang dilakukan Fahris.
Fahris masuk kekamar mandi,ia tersenyum sendiri tentang tingkah nakalnya kepada Nina. Ia keluar dari kamar mandi,karena mendengar ponselnya berbunyi. Karena tidak ingin Nina terbangun,ia keluar dari kamarnya hanya mengunakan handuk yang melingkar dipinggangnya.
Halo,...
Agung, kalian ada dimana?,tanya Fahris.
Ada dihotel. Lo, ngapain keluar pakai handuk, habis ritual siang, ujar Agung dari jauh dengan melambaikan tanganny.
Brengsek,kalian ada dimana?,ucap Fahris yang membuat rekan-rekan tertawa
Dimeja resepsionis. Fahris hanya bisa menepuk jidadnya. Tunggu lima menit. Fahris masuk kekamar melihat Nina sudah bangun tapi masih ditempat tidur.
"Mas Fahris mau kemana?",tanya Nina.
__ADS_1
Ada teman-teman mas diluar, yang sedang menunggu. Tapi kecup dulu,ucap Nina manja. Fahris mengecup puncak kepala istrinya, yang selalu ia selipkan do'a. Cepat mandi, mas kenalkan Nina dengan temana-teman,mas diluar.
Iya.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Fitnessnya kesiangan,yah?",ucap Selly mengoda Fahris.
"Ini, gara-gara Lo, nih?",Selly tertawa mendengar ucapan Fahris.
Selly,nanti minta pelayan kemeja temana-teman,gue?",ngak tahu, tuh mereka mau makan apa.
Oke, siap boss.
Hai,
"Kalian mau makan apa?"ucap Fahris untuk menghindari,pertanyaan yang aneh dari teman-temannya.
Gue tahu lo mau menghindar,ucap Bony. Terserah kalian,deh, ucap Fahris mengalah.Bagaimana rasanya nikah sama perawan?,tanya Bony kepada Fahris.
Rahasia. Tabu untuk diceritakan Fahris. Tentang penyelidikanku ini, bagaimana kalau mereka tiba-tiba memindahkan barang-barangnya, sahut Yogi. Tidak semudah itu, butuh tempat yang luas untuk memindahkannya,aku sudah menyelidik gudang-gudang penyimpanan tersebar dikota ini dan jarak waktu yang akan ditempuh,sudah ku perkirakan semuanya.
Fahris kamu harus hati-hati,ini bisa membahayakan keluargamu,ucap pak Umar.
"Iya,pak?",aku sudah memikirkannya.
__ADS_1
Mas...
Assalamualaikum.
Walaikumsalam.
Kemari sayang,Ini kenalin temana-teman mas,ucap Fahris. Nina,menyalami satu persatu teman-teman suaminya. Mas, Nina ketempat mbak Selly saja, yah?, ucap Nina.
Iya.
Fahris,lo nikah sama anak umur tujuh belas tahun. Lo, cerita kalau perempuan itu cinta pertama Lo sepuluh tahun yang lalu,tanya Yogi.
"Emang,iya?",itu yang sekarang jadi istri gue. Nina sudah 25 tahun, waktu gue pacaran sama dia sekitar umur antara 14-15 tahun.
Waw, lo hebat.
Dia perempuan yang sabar,mau menerima masa laluku yang buruk. Sepertinya,selama aku diawasi.
"Maksudnya?",tanya Agung karena penasaran. Dihari sebelum pernikahan aku sudah diawasi,sampai saat ini mereka mengawasi kami.
"Apakah kau sudah gila?",ucap Yogi. Tenanglah jangan sampai ketahuan,aku meminta penjagaan diperkuat dihari resepsiku. Setelah itu kita buat perhitungan dengan mereka. Mari kita melihat persiapan resepsi gue.
Nina dan Fahris melihat persiapan resepsi mereka,kau suka. Bagaimana menurut kalian?,tanya Fahris
Perfect.
Inilah wajah bahagia Fahris yang baru mereka lihat,tetapi tetap tegas.
__ADS_1