CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 17


__ADS_3

"Lamaran Dan Pernikahan 3"


Sampai dirumah,Nina dikejutkan dengan hiasan berwarna merah muda didepan pintu rumah untuk acara lamaran dadakan.


Kia..


Nina menatap sang adik yang paling peduli padanya.


Kak Nina ngak mimpikan, ucapnya melihat ke arah Kia.


Tentu saja tidak,kak. Mas Fahris yang memesan ini, untuk perempuan istimewanya.


Itu kak.


Bapak dan ibu sudah menunggu, ucap Kia menunjuk kearah pintu rumah.


Nina berlari kecil, memeluk kedua orangtuanya.


"Apa kabarmu, nak?",tanya sang ibu.


Ibu sama bapak sangat khawatir,mendengar kamu dikota orang lain jauh dari ibu dan bapak.


"Nina, baik-baik saja".


"Pak, bu?".


Waktu kita tidak banyak untuk mempersiapkannya.


Nanti kita bercerita lagi, sekarang kita bersiap-siap, ucap Nina kepada kedua orangtuanya.


Nina,masuk kekamarnya,mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi.


Diluar sudah sibuk menata kursi dan makanan. Kamera sudah dipasang dari arah kamar Nina menuju pintu masuk.


Dua keluarga menyaksikan porsesi lamaran ala kedua anak mereka yang sudah lama jauh terpisah oleh jarak dan waktu.

__ADS_1


Jarak antara rumah Nina dan hotel tidaklah jauh.Memang Itulah yang diminta Fahris kepada Hendra,semahal apapun hotelnya yang penting,Nina bisa terlihat olehnya.


Hati Fahris berdebar-debar saat memasuki pintu rumah Nina.


Karena baru kali ini ia bertemu dengan keluarga besar Nina.


Ya, Allah.


Permudahkan urusan hamba, untuk menjalankan salah satu perintah-Mu.


Yaitu menikah.


Disana layar lebar sudah terpasang, dimana ia,orangtua Nina dan orangtuanya bisa saling terhubung.


Dan porsesi lamaran dimulai, setelah itu penyematan cincin.


Pase pertama yaitu lamaran sudah selesai, tinggal empat hari lagi menikah.


Fahris kembali kehotel untuk beristirahat.Ponselnya bergetar.


Ia tersenyum melihat kearah ponselnya, panggilan masuk dari perempuan pujaan hatinya.


Assalamualaikum,sayang.


Walaikumsalam.


Belum tidur,tidak capek,tanya Fahris pada Nina.


Tidak.


Belum ngantuk,mas.Nina masih tidak percaya bisa bersamamu, mas.


Terlihat mata Nina berair, haru bisa bersama orang yang paling ia cintai.


Jangan menangis.

__ADS_1


Ini penantian kita yang sangat panjang. Mas sampai hari ini tidak bisa percaya, jika kita bisa bersama lagi.


Mas hampir putus,Nin. Tidak bisa bersama,dikhianati keluarga. Mas krisis kepercayaan terhadap sebuah hubungan.


Bertemu denganmu, membuat mas kembali membuka hati untuk bisa bersamamu.


Keduanya menangis, mengungkapkan rasa sedih yang selama ini terpendam dalam hati.


Papa sama mama kapan datang,mas.Tanya Nina setelah puas mengungkapkan rasa sedih yang selama ini menyiksanya.


Dua hari lagi.


Kak Yuni, mas Kus dan anak-anak juga hadir, mas.Tanya Nina lagi.


Iya, mereka juga datang,sayang.


Nina suka cincinnya.


"Bagaimana mas tahu,kalau Nina menyukai cincin sangat lama?",ucap Nina dengan malu-malu.


Tidak sengaja, nanti mas akan ceritakan, "Bagaimana mas bisa menemukan cincin istimewa itu.


Sekarang tidurlah,mas akan mematikan ponselnya setelah melihat Nina memejamkan mata,ucap Fahris.


"Iya, mas.


Fahris memberikan kecupan dari jauh.Jangan tinggalkan mas, gadis mungilku.


Ada kejutan manis untukmu, sayang.Dengan orang-orang yang dulu mendukung perjalanan cinta kita.


Itu akan menjadi kado istimewamu. Tidak sabar rasanya ingin memiliki dirimu.


Semoga Allah memberikan jalan kemudahan untuk kita berdua.


Semoga mimpi buruk yang mas alami, mas anggap sebagai sebagai bunga tidur dari rasa kekhawatiran mas, karena takut akan kehilangan mu.

__ADS_1


__ADS_2