CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 28


__ADS_3

Acara sudah selesai,tapi kejutan belum diberikan Fahris untuk istrinya Nina.


Mas...


Mas mau ngapain Nina?,tanya Nina karena Fahris tiba-tiba menutup matanya dengan kain hitam.


Kalau banyak bicara mas kecup  nih didepan orang banyak. Selalu saja mengancam Nina.Semua keluarga kaget melihatnya,karena Fahris tidak cerita kalau ada kejutan untuk Nina.


Tiba-tiba dari arah pintu masuk datang beberapa orang mendekati Nina dan Fahris,keluarga Fahris dan Nina belum pernah melihat orang-orang ini sebelumnya. Siapakah orang-orang ini, yang menjadi pertanyaan keluarga.


Satu,dua,tiga....


Lihatlah siapa yang datang,ucp Fahris. Mata Nina berkaca-kaca,ia meminta izin kepada suaminya untuk mendekati mereka.


Mas..


Nina mau pecicilan, boleh, yah?,pinta Nina dengan airmata yang sudah jatuh dipipinya.


Iya,ucap Fahris memberikan izin. Nina mengecup bibir Fahris ditengah-tengah keluarga,yang membuat Fahris kaget. Gue ancam yang memberi ancaman agar ia takut,tetapi ia yang memberikan kejutan didepan orang banyak.


Semua tertawa melihat sikap Fahris yang kaget. Nina mengangkat gaunnya dan melepaskan sepatunya.


Ia berlari kecil dengan kaki telanjang kearah pak Anton dan istrinya,serta Wildan,Heru,dan Raska.


Nina memeluk semuanya,orang-orang yang berarti dalam hidupnya dan Fahris. Sudah tinggi sekarang,mas Wildan bingung bagaimana memeluknya,dulu masih dibawa ketiak kita.


Mas, mengapa istri dan anak-anak tidak dibawa kemari?,tanya Nina yang ingin sekali bertemu dengan pasangan mereka. Nanti, kita buat acara lagi untuk berkumpul, sahut Fahris.


Benarkah,mas janji?,tanya Nina dengan mata berkaca-kaca.


Iya.


Lihat,pak Princess kita?,ia sudah besar sekarang,sudah bisa dijadikan istri,ucap bu Anton yang mengecup kening nina.Mas harus janji lagi, harus bawa Nina kerumah bapak dan ibu Anton.

__ADS_1


Iya.


Harus, yah?,dengan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Fahris.


Mas Heru mau tanya?,ucap Heru. Mas Heru mau tanya apa kepada Nina,ucap Nina.


Kamu sudah diapain sama pria itu,Heru menunjuk kearah Fahris.


Apakah Nina harus menjawabnya?,tanya Nina dengan memanyunkan bibirnya karena malu.


Iya,sahut Raska.


Kalian selalu memaksa Nina,sama seperti dulu, sahut Fahris ia tahu Nina peremuan seperti apa.


Nina dulu kecil, sekarang sudah besar.


Tidak, jawab mereka kompak.


Mereka menunjuk kearah perut Nina yang masih rata. Semua tertawa melihat wajah Nina bersemu merah.


Setelah itu, mereka menemui keluarga Nina dan Fahris. Dan bercerita tentang hubungan mereka dengan Fahris dan Nina.


Saat mereka berpisah,saya berpikir bisakah bertemu mereka berdua,terutama putri kecilku,ucap bu Anton,dengan menitikan  air mata. Anak yang setiap hari menentang belanjaan dengan tangan-tangan mungilnya.


Saat itu,saya berpikir membawa Nina pergi dan ikut bersama saya. Tapi,saat kami menemui bu Nia,Nina sudah tidak lagi tinggal bersama mereka. Tapi sekarang Nina sudah besar,tidak kecil.


Apanya yang besar?,tanya mereka berempat. Mereka tertawa bersama melihat kekesalannya Nina.


*/*/*/*/*/*/*/*/*


Malam ini mas tinggalin Nina.Mas ada tugas penting,jadi tidurlah terlebih dahulu.


"Mas mengapa pakaian seperti ini?",tanya Nina, karena mirip dengan penyamarannya aktor Tom Cruise dalam film Impossible.

__ADS_1


"Mengapa menatap mas seperti itu?",tanya Fahris. Nina tersenyum,mas mirip aktor Hollywood Tom Cruise.


Ahahaa....


Fahris tertawa mendengarnya.Baik-baik dirumah dan jauhi jendela saat mas tidak ada dirumah.


Iya.Hati-hati jaga keselamatanmu,mas. Pesan Nina sebelum Fahris pergi.


Fahris mengecup lembut bibir Nina dan kedua pipinya,yang kelihatan lebih bersih dan berisi. Baru tiga bulan menikah,pipi kamu sudah berisi,mas suka melihatnya.


Gemesin, mas pergi. Jangan lupa pamitan sama papa dan mama.


Iya.


Mari kita turun.


Ma....


Pa.....


Fahris mencium punggunya kedua tangan orangtuanya. Kok, pakaiannya seperti ini, nak?,tanya mama Tarti.


Ada operasi besar malam ini,penyelidikan ini telah Fahris lakukan dua tahun terakhir.


Do'akan Fahris,ma,pa?,ucap Fahris.


Tentu saja, nak.


Assalamu'alaikum.


Walaikumsalam.


Ada rasa bahagia didalam hati mama Tarti melihat senyum putranya.

__ADS_1


__ADS_2