CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 2


__ADS_3

//*Sahabat Lama*//


Hari ini aku kekampusnya "Kia",adik gue yang cerewet. Membayar semesteran yang tertunda.Itu aja udah marah-marah.


Kalau telat pembayarannya, nanti Kia ngak kuliah lagi, kalau Kia ngak kuliah,berarti Kia harus nikah.


Kalau Kia nikah duluan,harus ngelangkahin kak Nina lagi. "Nanti kak Nina nikah sama siapa?".


Jelaslah kak Nina pasti nikah sama laki-laki,masak sama perempuan. "Ya, Allah,hanya gara-gara uang semesternya telat dua minggu. Saya sudah diomelin sama nenek-nenek.


Untung Kia dapat dispensasi,kalau ngak Kia ngak bisa kuliah semester empat,itu katanya kepadaku.


Kia yang paling peduli padaku, karena selalu mematuhiku sampai saat ini.


Sedangkan yang lain,biasa saja padaku..Mungkin itu sudah nasibku.


***//***


"Hai, Nina?".


"Hai, kamu siapa?",aku masih tak bisa mengingat dan mengenal orang yang ada dihadapannya.


Ternyata waktu bukan hanya membuat perubahan, tetap bisa juga melupakan.


Dari tubuhmu yang kecil sampai dewasa, aku bisa mengingatmu,Nin?",masak sama saya kamu lupa,sih Nin!sombong amat ucapnya padaku.


Aku berusaha untuk mengingat, "siapa pria ini?".


"Nina...!"


Satu angka aja, kamu ngak mau kalah sama aku dalam nilai mata pelajaran,Nin.Aku adalah saingan terberatmu.


"Ya, Allah".


Rafi!.


"Nah, itu ingat?",ucap Tadi kesal.


Maaf Rafi, tampilanmu sangat berbeda,jadi aku tidak begitu mengenali dirimu, ucap Nina dengan memukul pundak Rafi seperti kebiasaannya dulu.


"Iya, gue maafin?",tapi kondisikan tanganmu untuk tidak memukuliku.


Maaf, Rafi?,kebiasaan kepengen mukul.


"Yah!",kebiasaan yang tidak akan berubah,ujar Rafi.


"Ada keperluan apa kamu kesini?", tanya Rafi pada Nina.


Membayar semesteran adikku, yang udah telat dua minggu.Itu aja ngomelnya kayak nenek-nenek,ucap Nina sambil berjalan menuju tempat administrasi.


Yah, Udah. Aku temani, ucap Rafi.


Sedangkan kamu, "mengapa ada disini, Fi?",tanya Nina yang melihat penampilan Rafi yang rapi sambil membawa buku akuntansi keuangan.


Aku dosen disini,jelas Rafi.


"Wah!".


Hebat dong sekarang kamu, Fi. Ucap Nina memuji.


Lumayanlah, jawab Rafi berjalan beiringan dengan Nina.


"Kamu kerja dimana, Nin?". tanya ku pada Nina.


Diperusahaan milik Hendra, ucap Nina.


Kamu bekerja diperusahaan Hendra. "Sejak kapan?", aku tidak pernah lihat.


Sudah tiga tahun.Hendra tidak cerita tanya Nina kepada Rafi.

__ADS_1


Tidak. Pada hal aku sering kekantornya,ucap Rafi.


Baiklah aku akan menemanimu disini,ucap Rafi sambil menunggu.


"Adikmu kuliah jurusan apa,Nin?", tanya Rafi pada Nina.


Bahasa Indonesia dan sekarang sudah semester Empat.


"Siapa namanya?",tanyaku lagi pada Nina.


Khairunnisa atau biasa dipanggil Kia.


"Kia, adik Nina!",mati gue kalau ketahuan.


"Ada apa, Rafi?", kamu kayak gitu ujar Nina yang bingung melihat perubahan Rafi.


"Ngak!",kalau Nina tahu aku pacaran sama adiknya, bisa berabe nih.


"Eh....tunggu!", gue kan udah kerja nikah dulu aja sama Kia,ngak masalahkan, ucapku dalam hati.


Nina pasti setuju aku nikahin adiknya,ngak dapat kakak,adiknya pun jadi batin Rafi bermonolog.


"Kia!",bingung bagaimana menceritakan kepada kak Nina,mas.


Kalau Kia pacaran sama sahabatnya selama setahun.


"Mas Rafi!",Kia harus bagaimana sama kak Nina?, tanya Kia khawatir.


Sudah tenang saja, mas Rafi yang nanti ngomong sama kak Nina.


"Janji, yah?"


"Iya, sayang?",sekarang tutup hpnya,mas lagi membuat laporan.


"Iya, selamat malam.Rafi sengaja menelpon Kia untuk bertanya, "apakah benar kalau Nina adalah kakaknya.


Selamat siang.


"Siang pak?".


"Mau bertemu siapa?",tanya karyawan bagian resepsionis.


Saya mau bertemu pak Hendra atau bu Nina.


"Baiklah,pak?",Silahkan untuk menunggu.


Baru saja bagian informasi ingin Menghubungi pak Hendra,terlihat Nina keluar dari dalam life.


"Hai,Rafi?",mau bertemu denganku atau pak Hendra tanya Nina.


Kedua-duanya,jawab Rafi.


Kami sedang meeting,mau menunggu,tanya Nina.


"Iya?".


Tidak ada kelas hari ini,tanya Nina.


Ada hanya dua kelas dan aku ingin berbicara hal yang penting padamu,ucap Rafi lugas.


Kalau ingin bicara denganku, "mengapa melibatkan Hendra?",tanya Nina lagi.


"Nina..!".


Kamu bekerja bersama Hendra, "apakah aku harus membawa kamu pergi dari sini tanpa sepengetahuannya?".


Gila,lo!,bikin gue pusing ujar Nina.


Kamu masuk keruanganku,nanti kalau sudah selesai,aku akan memberitahukanmu.

__ADS_1


Duduk yang manis,gue tinggal.


Ninaaaaa! aku bukan anak kecil. Biarin aja,aku berlalu pergi meninggalkan Rafi,yang ku buat kesel.


Untung aja, lo calon kakak ipar gue Gumam Rafi.


Ngomong apa,lo?,tanya Nina. Lo,belum pergi,Rafi balik bertanya.


Lupa ponsel,gue.Jawab Nina sebelum berlalu pergi meninggalkan Rafi.


Hampir satu jam menunggu,akhirnya Hendra Dan Nina datang.


Meeting,kalian lama banget sih.kerongkongan gue sampai kering.


Itu dispenser ada airnya,ucapku santai yang membuat Rafi membesarkan matanya.


"Ninaaaaa...!".


Lo tuh yah dari SMP bicaranya ngak pernah berubah, ucap Rafi kesal.


Untung aja lo calon kakak ipar gue.


"Rafi....!".


"Maksud lo,apa?",tanya Nina.


Rafi,lo pacaran sama adiknya Nina.


Cari mati-mati,lo.timpal Hendra.


Ngak dapat Nina!yah,adiknya dong,ucap Rafi santai dihadapan mereka berdua.


"Rafi..!".


Adikku masih,teriak Nina.


"Ninaaaaa..!".


"Apaan lo?", lupa kalau dulu lo pacaran masih duduk dibangku SMP.


Kamu tolak cintaku pacaran sama Fahris.


Gue terima keputusan lo, ngak terima cinta gue.


Tapi,Kia sudah dewasa dari pada, Lo.Saat pacaran sama gue,ucap Rafi.


Kamu tahu darimana kalau aku pacaran sama Fahris,tanya Nina panik.


Jangankan gue,Hendra juga tahu. Gue juga baru tahu Kalau Kia,adik lo.


Gue dan Kia udah pacaran satu tahun. Kia takut,membuat lo marah.


Kia sama seperti dirimu,dewasa dan pengertian. DiKampus,ia selalu menjaga jarak denganku.


Aku meminta izinmu,untuk menikahi Kia,serahkan tanggungjawab Kia, padaku Nina, Ucap Rafi berharap.


"Apakah masalahkah ini lo juga tahu Hendra?",tanya Nina.


"Ngak!".


Aku sengaja kesini,jika lo ngamuk ada Hendra yang nolongi,gue.


Brengsek kalian berdua.


Gue minta sama,lo.Jaga Kia baik-baik. Cukup,gue aja yang seperti ini, jangan dia. Pesan Nina kepada Rafi.


Terima kasih,gue dapet lampu hijau.


Aku tidak menduga kalau Rafi akan menjadi adik iparku,sahabat jadi Keluarga.

__ADS_1


__ADS_2