
Hoek..hoek....
Nina kembali memuntahkan cairan bening yang membuat tubuhnya sangat lemes.
"Masih mual",tanya Fahris sambil memijat tengkuk Nina untuk mengurangi rasa mualnya yang kembali datang.
"Iya,mas.Nina mau ketempat tidur capek",jawab Nina.Saat mau melangkah kaki Nina tidak kuat untuk berpijak dan hampir saja ia terjerembab dilantai kalau Fahris tidak menarik pinggangnya.Fahris mengendong Nina dan meletakkan Nina diatasi tempat tidur.
Kehamilan Nina ini membuat Fahris semakin khawatir. Rasa sesal dihatinya mengikuti keinginan Nina bergulat dipagi hari.Tidak lama pintu kamarnya diketok.
"Masuk, jawab Fahris saat pintu kamarnya diketuk".
"Fahris bagaimana keadaan Nina, nak?',tanya mama Tarti yang membawa serta dokter Noto masuk kedalam kamar dan melihat keadaan Nina.
"Siapa yang sakit?", tanya dokter Noto.
"Istri saya dokter", jawab Fahris.
Dokter duduk dipinggir tempat tidur, ia memeriksa keadaan Nina dengan teliti dan hati-hati. "Kapan terakhir nak Nina datang bulan?",tanya dokter Noto pada Nina.
Nina mencoba mengingat kapan terakhir kali ia datang bulan. "Kurang lebih hampir empat bulan dokter",jawab Nina.
"Untuk memastikannya agar lebih akurat,besok kalian harus kerumah sakit menemui dokter kandungan",ucap dokter Noto.
"Didalam sini sudah ada bayi kecil yang menumpang untuk hidup",ucap dokter Noto menyentuh perut Nina yang masih rata.
"Selamat menjadi ibu", ucap dokter Noto kepada Nina. Dokter Noto tidak lupa juga mengucapkan selamat kepada sahabatnya Pak Joko dan Tarti yang akan kembali mendapatkan anggota baru dalam keluarga besarnya.
Mata Nina berkaca-kaca mendengar ucapan dokter Noto.Fahris mendekati Nina, ia sedikit merunduk disisi tempat tidur. Jangan menangis, sayang.
"Mas, ada anak kita disini. Didalam perut Nina",ucap Nina dengan meraba perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Fahris merengkuh Nina kedalam pelukkannya. Sebelum pergi dokter Noto berpesan untuk segera membawa Nina kerumah sakit, karena ia tidak bisa memberikan resep obat untuk Nina.
Hari ini dan besok Fahris izin tidak bisa masuk kerja, mengingat Nina sedang mengandung dan besok mereka harus kerumah sakit untuk mengetahui usia kandungan Nina.
******///******
Setelah memastikan kandungan Nina sehat-sehat saja, Fahris akhirnya masuk kerja walaupun banyak drama.
Melihat Nina mual lagi dipagi hari membuatnya sangat khawatir.
"Hanya pase-pase awal kehamilan Nina mengalami rasa mual seperti ini,jangan takut,Nina tidak apa-apa,mas". Aku melihat ada gurat rasa khawatir dimata masFahris.
"Mas jangan khawatir lagi,disini ada mama dan papa yang akan menjaga Nina",ucap Nina berusaha mengurangi rasa kekhawatiran Fahris.
"Cepat kekantor ingat tugasmu,sayang?",ucap Nina yang tidak bisa melayani kebutuhan Fahris seperti biasanya.
Karena setiap ia bergerak rasa mual kembali menyerangnya, terpaksa ia hanya berbaring ditempat tidur.
"Maaf ngak bisa nganter sampai didepan seperti biasa",ucap Nina.
"Tidak perlu dan istirahat saja,mas bukan anak kecil".Ujar Fahris sebelum keluar kamar.
Nina khawatir jika Fahris tahu tentang masalah ginjalnya,ia pasti akan memilih dirinya dari pada anaknya.
"Kita harus kuat nak?",demi ayah, mbah kakung dan mbah putri. Ibu minta bertahanlah sampai lima bulan kedepan.
"Kamu harus kuat,sayang?",ucap Nina dengan mengelus perutnya.
"Pagi, nak?",ucap mama Tarti saat melihat Fahris menuruni anak tangga dan menuju meja makan.
"Pagi juga ma, pa".Ucap Fahris menyapa kedua orangtuanya tidak lupa ia mengecup pipi sang mama yang mulai terlihat garis kerutan.
__ADS_1
"Sarapan,nak?",tanya mama Tarti saat melihat Fahris yang mendekati meja makan.
"Boleh,ma?",jawab Fahris yang menarik salah satu kursi untuk duduk.
"Mau kopi?", tanya mama Tarti.
"Ngak mau, ma".
"Karena bukan Nina yang membuat,jadi ditolak buatan mama",ucap mama Tarti pura-pura kecewa.
"Bukan gitu,ma?",Nina masih lemes pagi ini membuat Fahris khawatir.
"Itu biasa sayang?",bagi perempuan yang sedang mengandung,jadi jangan khawatir lagi,ucap mama Tarti.
"Terima kasih". Mama dan papa sudah sports Fahris dan Nina. Fahris buru-buru pamit untuk pergi bekerja, ia harus menyelesaikan beberapa laporan yang sudah ditunggu teman-temannya.
"Hati-hati,nak".
"Assalamualaikum".
"Walaikumsalam".
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Kalau hari ini dia ngak datang aku sunat tuh anak", ucap Yogi kesel.Kemarin janji mau datang,ditunggu-tunggu juga ngak datang,juga tuh anak.
"Enak aja mau nyunat barang saya", sahut Fahris yang sudah berdiri didepan pintu.
"Izin mulu, pengantin yang sudah tidak baru lagi",ujar Bony.
"Nina sedang mengandung, jadi ngak tega meninggalkannya", ucap Fahris menjelaskan.
__ADS_1
"Wah... hebat juga adik kecil kamu Fahris masih tokcer", sahut pak Umar. Selamat sebentar lagi mau jadi orang tua, ucap pak Umar dengan menjabat tangan Fahris. Semua mengucapkan selamat kepada Fahris atas kehamilan istrinya Nina.