
"Bertemu Camer"
Fahris terus memasukkan mie kedalam mulut Nina, sampai Nina sudah kenyang.
"Enak, mas?",ucap Nina dengan mengangkat dua jempolnya.
"Mas, ngak makan?",tanya Nina karena Fahris dari tadi sibuk menyuapinya dan memadukan sesuatu kedalam mulutnya.
Nanti. Sekarang Nina yang harus kenyang duluan,karena tadi malam ngak makan.
"Mas lupa,sayang.Kalau setiap pagi Nina suka sarapan bubur, ujar Fahris sambil mengusap bibir Nina yang berlepotan.
Mas masih ingat kesukaannya Nina,tanya Nina antusias.
"Iya?",ngak apa-apa hari ini Nina makan mie, dulu. Besok baru kita makan bubur kesukaan Nina.
"Iya, kembali Nina membuka mulutnya saat kembali menyuapinya.
Kalian tidak makan,nanti dingin,ucap Nina melihat temannya yang belum menyentuh makanan mereka.
"Nin...?",habisin makanannya yang didalam mulut baru ngomong,ucap Fahris.
Stop,mas.
Nina udah kenyang,ucapnya dengan menutup mulutnya saat Fahris ingin memberikan suapan terakhir.
Udah beneran,tanya Fahris yang memadukan suapan terakhir kedalam mulutnya sendiri.
Minuman. Fahris memberikan segelas jus pada Nina yang akhirnya ditolak karena Nina tidak suka minum jus sehabis makan berat.
Air putih saja, mas. Nina ngak bisa habis makan berat minumnya jus, ucap Nina.
Fahris memberikan segelas air putih, sebelum ia mengisi perutnya yang juga butuh di isi.
Semua mata tertuju kepada mereka berdua, seperti anak ABG yang baru pacaran, batin orang yang melihat keduanya.
"Mbak Selly,sedih?",tanya Nina.
"Ada apa?",tanya Nina Karena melihat Selly menghapus airmatanya.
Saya menangis karena bahagia,mbak.Bayi saya selalu bergerak,jawab Selly berbohong.
Nina berdiri dan berjalan mendekati Selly lalu membungkuku mengelus-elus perut Selly.
Dan berkata, "sayang jangan membuat mamanya dedek sedih,nanti tante ngak mau temanan sama dedek,jika keluar nanti". Ujar Nina tersenyum dan juga mengelus perutnya yang rata.
Mas bisa buat Nina seperti Selly,ucap Fahris dengan senyuman.
Nina membesarkan matanya saat mendengar ucapan Fahris.
"Belum boleh?",mas mau menerobos lampu merah,ujar Nina.
Tidak masalah. Kalau sudah seperti Selly, Nina jadi ngak bisa tinggalin mas, ujar Fahris.
Kapan?",tanya Nina yang langsung duduk dipangkuan Fahris.
Udah mulai genit,yah?,tanya Fahris yang menoel hidung Nina.
Nina ngak genit, mas?,gitu saja Nina dimarahin, ucap Nina dengan mengigit bibir bawahnya saat Fahris menatap tajam kearahnya.
"Hahaha!".
Tawa Fahris pecah melihat wajah Nina yang takut melihat wajah seriusnya tadi.
__ADS_1
Semua karyawan tidak percaya kalau Fahris bisa tertawa lepas seperti itu,yang sering mereka lihat sikap dingin dan sedikit senyum.
Jangankan karyawan hotel,teman-teman sekantornya tidak percaya kalau Nina mempunyai pacarnya yang sangat tajir.
Jojo dan Selly,juga terkejut melihat perubahan Fahris saat bersama Nina.
Inikah perempuan yang selalu dinantinya selama ini.
Inikah gadis mungilnya, gumam Jojo dalam hati.
Hendra.
Lo ingatkan apa yang kita bicarakan tadi pagi dan aku juga sudah ngomong sama Kia, tadi malam.
Nina ngak usah pulang besok,nanti sama mas pulangnya.
Mulai hari ini Nina tidur dirumah, mas mau kenalin Nina sama papa, mama dan mbak Yuni.
Barang-barang Nina,udah dirumah mas,ucap Fahris tanpa jeda. Nina hanya melongo dibuatnya.
Jeslyn,tolong lo urus disana bersama Kia.Gue udah ngomong sama Kia dan Rafi.
Gue mau mengurus izin dikantor dan KUA.
Mas, secepat itukah?,tanya Nina.
Nina,mau Mas menerobos lampu merah dulu baru nikah, tanya,Fahris.
Mas jangan melotot,Nina takut ucapnya lirih.
Melihat mata Nina berkaca-kaca,Fahris langsung memeluknya dan mengelus-elus punggunya.
Maaf,mas cuma bercanda.Nina udah janji minta dinikahin.
Nina,mengangkat wajahnya dan mereka saling tersenyum saat kedua mata mereka beradu pandangan.
Kalian lihat apa?,tanya Fahris.
Kerja.
Perintahnya kepada karyawan yang melihat aktifitas mereka berdua.
Baik,pak. Ucap karyawannya yang berlalu pergi.
"Bukan karyawan kalian yang salah?",kalian berdua yang ngak lihat tempat dan situasi.
Ujar Jojo yang mendekati. keduanya.
*/*/*/*/*/*/*/*
"Mama...?",ada apa dengan Fahris. Pagi-pagi Yuni ditelpon untuk datang kerumah katanya harus bantuin mama.
Yuni langsung menjatuhkan bongkoknya disofa.
Adikmu itu, meminta mama untuk membersihkan kamar tamu.
Katanya ada tamu penting yang harus tinggal dirumah, selama ia bekerja,jelas mama Tarti.
"Nyonya?".
Iya pak Ujang,ada apa?,tanya mama Tarti.
Barang-barang dari hotel, katanya dari den Fahris.
__ADS_1
"Iya,bawa kekamar tamu pak Ujang,perintah mama Tarti.
"Baik,Nya".
Bu.
Ada apa sih?,Om Fahris minta kita datang kemari.
Sella dan Vito ngak kangen sama mbah kakung dan mbah putri.
Kangen,dong?,nanti jadi putu durhaka.
Ma..pa.. itu suara mobilnya Fahris.
Pak Ujang,barangnya udah dibawa masuk,tanya Fahris saat keluar dari mobil dan menggengam tangan Nina.
"Udah, den?",jawab pak Ujang
Pak Ujang masih penasaran dengan wanita yang dibawa anak majikannya.
"Mas..?",Nina merasa ragu saat memasuki rumah besar dan juga megah.
Jangan takut, ada mas disini. Ucap Fahris yang mengelus lengan Nina.
"Ma.. pa...?",Fahris bawa perempuan, ucap Yuni.
Udah kita tunggu saja,biarkan mereka masuk.
"Assalamualaikum...
"Walaikumsalam....
Nina bersembunyi dibalik tubuh Fahris,karena takut kalau kehadirannya tidak disukai.
"Siapa dia,nak?"tanya papa Joko kepada Fahris.
Calon istri Fahris,pa.
Apakah yang kamu takutkan pada kami,nak. Sampai kamu bersembunyi dibalik tubuh pria yang tidak berguna ini.
Tanya pak Joko melihat Nina yang masih betah bersembunyi dibalik tubuh Fahris.
Yuni melangkah menuju kearah Fahris dan Nina.Mata Yuno berkaca-kaca saat menatap Fahris.
Mengapa kamu membuat dirimu menderita?.
Mengapa tidak kamu culik saja perempuan itu?,ucap Yuni memegang tangan Nina dan menariknya dari persembunyiannya.
Apakah dia sangat nakal?,tanya Yuni yang melihat Nina masih menunduk dan tidak berani menangkat wajahnya.
Nina memberanikan diri untuk bertatapan muka dengan keluarga besar Fahris.
Yuni memeluk Nina dan berkata"selamat datang".
Dasar anak nakal, ucap pak Joko kepada putranya. kemari jangan takut.
Kemarilah, nak. Ucap mama Tarti kepada Nina.
Apa rencana kamu selanjutnya?. Tidak mungkin Nina kamu tahan disini sebelum status kalian jelas, ujar papa Joko.
Fahris sudah menghubungi keluarga besar Nina. Rencananya dalam jangka satu bulan Fahris dan Nina sudah harus jadi suami istri.
Papa mengikuti keinginanmu urus secepatnya, ucap papa memberi dukungan.
__ADS_1
Nina sangat bahagia mendengarnya. Penantian yang lama berakhir bahagia.