CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 25


__ADS_3

"Mengapa kalian sudah pulang?",tanya mama dengan mata horornya.


Jangan katakan ini berhubungan dengan pekerjaanmu,Fahris.


"Ma...?".


"Mama itu marah-marah sama siapa?",tanya papa Joko.


Itu lihat,mereka berdua udah pulang,ucap mama Tarti menunjuk kearah keduanya yang sedang duduk dimeja makan.


"Kapan kalian datang?",tanya mama  kepada keduanya.


Tadi siang,ma. Anak nakal, ngak memberitahu mama. Fahris,jangan karena pekerjaan kamu cepat-cepat bawa Nina kemari.


"Ngaklah,ma?",Nina kasihan sama mas Fahris tidur dikamar yang sempit jawab Nina dengan mengelus tangan mama Tarti.


Jadi, Nina ajak mas pulang. Kamu jangan bohong Nina,hanya untuk membela dia.


"Tidak, ma?",ucap Nina untuk meyakinkan sang mama mertua.


Yah, kali ini mama bisa percaya,lain kali awas saja. Mama Tarti melihat ada tanda merah yang tidak tertutup kerah baju yang dipakai Nina, membuat mama Tarti punya ide menjahili keduanya.


"Kalian habis bergulat, yah?",tanya mama Tarti kepada anak dan menantunya..


"Iya,ma?",jawab Nina polos. Fahris membesarkan matanya.


Uppss,aku menutup mulutku cepat setelah melihat mas Fahris yang melihat kearahku.Jangan takut sama suamimu,sahut papa karena melihat mas Fahris melototkan matanya.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Nina..."


Kamu  mau ikut kehotel sayang, tanya Fahris sama Nina.Mau banget,mas?,ketemu sama mbak selly dan pak Jojo jawab Nina.


Nina ganti pakaian dulu, mas.


"Iya,mas tunggu kamu dibawah, ucap Fahris".


Pagi semuanya, sapa Fahris melihat kedua orangtuanya yang sedang sarapan.


Pagi, sayang. "Mana Nina,nak?, tany mama Tarti.


Masih diatas,mas. Lagi ganti pakaian,ucap Fahris.


"Vito, kapan datang?",tanya Fahris saat melihat Vito yang sudah duduk manis dikursi meja makan.


"Baru aja,om?",jawab Vito.

__ADS_1


Sayang,kamu ngak sarapan?,tanya Nina saat menurunin tangga. Fahris,baru menyadari bahwa istrinya lebih cantik berpakaian seperti ini,batinnya.


"Mas, mengapa diam?",tanya Nina.


"Apa tadi,udah berani galak?"ucap Fahris menakut-nakuti.


Mas,suka pakaiannya bagus,Fahris mengangkat dua jempolnya,wajah Nina bersemu merah dengar pujian dari Fahris.Fahris paling suka melihat wajah kesel Nina, sangat mengemaskan.


"Vito, kapan datang, nak?",sapa Nina melihat Vito  menikmati sarapannya.


Udah dari tadi,tante.


"Kalian mau pergi kemana?",tanya mama karena melihat mereka sudah berpakaian rapi.


Ya Allah,anak mama cantik,ucap mama Tarti kepada Nina.


"Terima kasih,ma?",tuh mama bilang Nina cantik.


"Udah,istri mas cantik,deh?,rasanya mau mas bawa kekamar lagi". Sebaiknya kita kehotel aja, mas lihat persiapannya. Semua tersenyum melihat sikap Nina, yang mengekspresikan banyak hal.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


Sepertinya polisi itu mencurigai tempat pengintaian kami.Karena ia terus menatap pohon tempat persembunyian kami. Aku rasa, itu hanya perasaanmu.


Pak Aldo,barang sudah datang. Minta yang lain membawanya,ketempat biasa.


"Apakah dia melakukan pengintaian atau penyelidikan?".


Tidak,pak.Dia adalah polisi yang sering diskorsing oleh atasannya. Tidak mungkin pak,polisi dengan karir buruk diberikan tugas penting.


Aku rasa mereka memiliki informan yang terlatih. Aldo ingin tahu seperti apa orang telah, menghancurkan adiknya, sehingga sang adik tewas terkena timah panas polisi.


"Siapa polisi itu?".


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


Assalamu'alaikum,mbak Selly


Walaikumsalam.


Bu Nina cantik,ucap Selly. Nina mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Selly.


"Mbak Selly,Nina ketuaan, yah?",tanya Nina dengan menghempaskan bokongnya disofa.


Ngak, ucap Selly/


Lalu, mengapa mbak Selly panggil Nina, ibu?,ujar Nina protes.

__ADS_1


Bu Nina istri pemilik hotel tentu saja dipanggil ibu,ujar Selly menjelaskan.


Mbak Selly tega sama Nina. Apa hubungannya dengan Nina istri pemilik hotel dengan panggilan ibu sama Nina,ketuaan Nina jadinya. Selly menghela nafas karena melihat kelucuan Nina,kalau dulu ia harus menghela nafas kesal,sekarang ia menghela nafas menahan senyum.


Terus Selly harus panggil,apa?,tanya Selly sama Nina.


Nina saja,ucap Nina. Selly berpikir dulu untuk mengambil keputusan agar tidak ada salah paham.


"Selly panggil mbak Nina,kalau kita berhadapan dengan orang banyak,tapi jika kita berdua saja,kita panggil nama saja, bagaimana?", usul Selly.


Okelah.


Mbak Selly....


Iya.


Nina boleh tanya ngak sama mbak Selly?. Emangnya,mbak Nina mau tanya apa?,jawab Selly.


"Anak mbak Selly ada berapa?",tanya Nina.


Sama yang diperut jadi tiga,ucap Selly.


Mbak Selly,lama ngak punya anak?,tanya Nina.


Hanya dua bulan,bulan ketiga langsung isi.


Lama juga,mbak. Mengapa tidak saya cicil saja awal bertemu dengan mas Fahris?.


Ahhhh. Nina menghela nafas dan memanyukan bibirnya. Selly tidak percaya dengan pendengarannya, ia sampai menutup mulutnya untuk menahan tawa. Nina lucu banget, rasanya ingin saya apa in gitu.


Fahris melangkah mendekati mereka berdua. Mas lama banget sih, cari parkiran?,omel Nina melihat kedatangan Fahris.


Ngak sengaja ketemu teman lama, jelas Fahris.


Oo....


Kalian, sedang membicarakan apa,sepertinya seru. Tumben marahin mas,lagi datang bulan,tanya Fahris. Nina ngak mungkin datang bulan, seminggu sebelum kita nikah Nina sudah bersih,ucap Nina menjelaskan.


Mas....


"Ada apa?",tanya Fahris yang  tidak memperhatikan Nina,ia sibuk dengan ponselnya.


Mas...


Hmmm....


Nina mau pulang jalan kaki makan tuh ponsel. Fahris melingkaran kedua tangan dipinggang Nina yang kecil. Nina mau apa?,tanya Fahris. Nina belum sarapan, rasanya laper banget. Ucap Nina dengan wajah memelasnya, yang menambah kelucuannya, hal ini yang membuat Fahris sangat mencintai Nina, hanya dari hal yang sederhana bisa membuatnya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2