
**/Perdebatan/**
Hampir seluruh keluarga tidak bisa menerimaku keputusan ini.Karena untuk sekian kalinya,aku dilangkahi lagi.
Kia merasa sedih,melihatku dimarah-marahi paman dan bibi baik dari saudara bapak ataupun ibu.
"Yah!".
Anak zaman sekarang sudah tidak mementingkan adat istiadat. Sudah kuno untuk zaman milineal.
Sudah tidak percaya lagi, kalau mendahului yang lebih tua harus membayar,agar yang dilangkahi juga cepat mendapat jodoh.
Ini contoh orang yang tidak mau mematuhi dan mendengarkan nasehat orangtua.
Aku melihat adikku Kia,merunduk sedih.
Bagi Nina itu tidak masalah, paman.Karena maut, jodoh dan rezeki Allah yang menentukkan. Kita sebagai umat hanya menjalakannya dan menerima.
Kalau adik-adik Nina sudah menemukan jodohnya, haruskah Nina menghalanginya, "apakah ada ketentuannya yang tertua harus menikah dulu baru yang muda?".
Paman kita tidak boleh egois hanya untuk kepentingan diri sendiri.Nina mengerti dan paham apa yang paman maksud.
"Bibi,sih tidak menyalahkan Kia?",yang salah itu kamu terlalu banyak memilih.
"Yah!".
Bibi tahu kamu dan Kia memang berpendidikan tinggi sehingga keputusan bisa kalian tentukan sendiri.
"Bi Asnah".
Nina dan Kia berpendidikan tinggi bukan untuk menunjukan bahwa kami boleh memutuskan segalanya,tetapi berpikir lebih luas dan bisa memilih yang terbaik.
Pria yang mencintai Kia adalah sahabat Nina. Rafi sahabat Nina sewaktu duduk dibangku SMP.
Itulah mengapa Nina menyetujui hubungan mereka,setidaknya Rafi bisa menjaga Kia ku.
Sebelum paman dan bibi memvonis seseorang, sebaiknya dengarkan dulu penjelasan Nina.
Kalau masalah jodoh untuk Nina jangan terlalu dipikirkan,suatu saat ada orang yang tulus mencintai Nina.
__ADS_1
Cukup Nina Saja yang menjadi perawan tua, jangan adik-adik Nina yang mengalaminya.
Kia, akan dilamar habis semester ini,setelah itu menikah ucap Nina tegas tanpa rasa takut saat berbicara dihadapan keluarga.
*// //*
Ku benamkan wajahku dibantal pink bergambar Hello Kitty.
Ku tumpahkan semua air mata yang ku tahan sejak tadi.
Aahaaak,dadaku terasa sangat sesak.Mas,ini sangat sakit,mas.
Masih adakah aku didalam hatimu,mas.Mas ajarkan aku melupakanmu.
Ninamu ini,lelah mas. Mas,izinkan Ninamu ini mencintai orang lain. Ku tatap cahaya rembulan dibalik jendela kamarku,hingga ku terlelap. Dalam rindu yang tidak bertepi.
*// //*
"Assalamualaikum, mas".
Walaikumsalam.
Kia menelpon
"Bagaimanakah hasilnya?", tanya Rafi setelah mengajak Kia masuk kedalam rumah.
Awalnya sangat alot, Kia kasihan dengan kak Nina,karena selalu disalahkan dan dijadikan sebagai bahan perdebatan.
Saat ini kak Nina ngak mau diganggu,entah apa yang dipikirannya sekarang.
Biarkan dulu dia menenangkan hatinya,besok kak Nina pasti ceria lagi.
Kia bagaimana dengan keputusannya?, tanya Rafi lagi.
Mereka menyetujui rencana lamaran kita, jawab Kia.
"Alhamdulillah,syukurlah?", Rafi mengucapkan syukur karena rencana lamarannya disetujui.
Sekarang, istirahatlah. Tidurlah dan mimpi yang ucap Rafi mengakhiri pembicaraan.
__ADS_1
"Assalamualaikum", ucap Kia.
"Walaikumsalam,sayang", balas Rafi.
*// //*
"Sampai kapan kamu menunggu,Nin?".
"Mengapa begitu sulit Kau membuka hati, istimewakah, dia?".
Sampai saat ini, memang sulit memahami hati dan perasaannya, Nina.
"Nina belajarlah melupakan,dia.semakin kau mencintainya semakin sulit dirimu untuk melupakannya.
Ya Allah kembalikan lah keceriaan sahabatku, permudahkanlah jodohnya, ucap Hendra melihat wajah sedih Nina.
*// //*
"Mengapa aku menjadi sedih?".
Mengapa dadaku terasa panas?".
"Ada apa Fahris?",tanya pak Umar yang duduk disebelahnya.
Dadaku tiba-tiba terasa sangat sakit,pak Umar.
Makanya,berhentilah untuk tidak menyetuhnya lagi, nak Fahris.
Aku terdiam bukannya marah, tetapi berpikir tentang kejadiaan malam ini.
"Masihkah dia menungguku?".
"Apakah masih ada cinta untukku?",hatiku berkecamuk memikirkan masa lalu.
Nina.. maafkan Mas, sayang.
Bisakah kita bertemu lagi. "Adakah jalan untuk kita bisa bersama?".
Masih melamun,tanya pak Umar.
__ADS_1
"Tidak."
Mataku yang sangat mengantuk, jawabku berbohong.