CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 58


__ADS_3

"Kinan sampai juga dirumah Fahris,mobil polisi sudah depan rumah, anggota polisi memeriksa setiap orang yang mau masuk kedalam rumah.


"Termasuk aku juga digeledah,aku tetap mengikuti aturan yang berlaku.


"Saat aku masuk,semua orang dirundung rasa gelisah.


"Aku melihat kak Roy diantara mereka.


"Kak Roy...!"Panggilku pelan dengan menepuk pundaknya.


"Kinan...?"ucap Roy,sedikit kaget merasakan sentuhan dipundaknya


"Bagaimana ini bisa terjadi,kak?


"Itu terjadi sangat cepat,aku tidak bisa mengajarnya.


"Apakah kau Roy sudah memeriksa CCTV disekitar hotel,siapa tahu mereka mencari informasi tentang Artami


"Apakah kau Roy menemukan barang-barang milik Artami?"tanyaku kepada kak Roy.


"Ada,tas?"jawab Roy.


"Apakah tidak ada barang lainnya yang ada didalam, tas Sania?


"Tidak, hanya ini?


"Siapa yang punya laptop?"tanya Kinan kepada Roy.


"Ada diruang kerja, ayah?"sahut tante Anita.


"Mengapa lo tiba-tiba,membutuhkan laptop?


"Tanya, Roy.


"Perhiasan yang dipakai Artami telah ku pasang alat pelacak,karena beberapa hari ini hatiku tidak tenang, Seperti ada sesuatu yang akan terjadi.


"Semoga mereka tidak membuangnya atau menjualnya.


"Saat berhasil membukanya, Kinan dan Roy tidak percaya dengan pengelihatnya.


"Aku tahu daerah ini,ucap Roy.


"Syukurlah dia belum dibawa keluar kota.


"Apakah ayah sudah sadar?"tanyaku kepada kak Vito.


"Sudah!"ia dikamar.


"Assalamu'alaikum?

__ADS_1


"Walaikumsalam


"Papa... mama..?"syukurlah kalian datang.


"Pa..?"Kinan mau bertanya!


"Apa yang ingin kau tanyakan,nak?


"Apakah papa dan ayah,punya kenalan anggota polisi didaerah Ini.


"Daerah mana,nak?"tanya Fahris yang datang mendekati mereka.


"Ayah..?"bagaimana dengan keadaan,ayah.


"Kinan berdiri,mencium punggung tangan Fahris dan memeluknya.


"Hai..?"best friend,ucap Heru memeluk Fahris.


"Bagaimana dengan jantungmu,sakit lagi? "tanya Heru karena khawatir,karena ia tahu sisa proyektil masih ada disana.


"Ayah punya penyakit jantung,tanya Kinan.


"Tetapi,Artami tidak pernah cerita?"ayah menyembunyikannya dari Artami,tanya Kinan penasaran.


"Sudahlah,nanti ayah ceritakan!"sekarang apa yang ingin kau tanyakan.


"Fahris memakai kacamatanya untuk melihat lokasi dilamar laptop.


"Fahris sangat terkejut ini daerah rahasia persembunyiannya dulu.


"Brengsek......!"semua terkejut mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut Fahris, Karena selama ini mereka mengenal Fahris sebagai pria yang sangat sopan.


"Fahris melangkah buru-buru untuk mengambil ponsel diruang kerjaannya.


"Fahris,ada apa?"tanya Heru.


"Aku harus menghubungi Pak Imran,apakah ada yang menyewa tempat Itu?"ucap Fahris menjelaskan.


"Drrreeet...drrret.....


"Tuuut... tut....


"Mengapa Pak Imran tidak mengangkatnya, teriak Fahris.


"Sehingga darah segar keluar dari hidungnya, tetesannya jatuh dilantai.


"Ayah....Fahris....?"semua berteriak karena panik melihat darah keluar dari hidung Fahris.


"Heru...?"iyah, bicaralah.

__ADS_1


"Hubungi Wildan,karena ia tinggal didaerah sana,minta ia mengerahkan orang-orangnya.


"Wildan mempunyai pasukkan khusus, tolonglah?"ucap Fahris melemah karena dadanya kembali sakit dan nyeri.


"Pak Joko....?


"Iya, Pak?


"Periksa CCTV diluar hotel terutama tempat parkir didepan hotel.


"Siap, Pak?.


"Den Fahris...?"Mang Nanang.


"Ada apa,mang?"tanya Fahris.


"Itu,den?"ada yang mencari Aden Fahris, katanya Aden yang memanggil kemari.


"Oh..?"suruh mereka masuk.


"Semua kaget melihat sepuluh pria bertubuh tegap,tampan dan dingin, semua perempuan pasti akan mengejar-ngejar mereka.


"Siapakah mereka?"


"Selamat siang,pak?


"Siang?"Kalian bawa barangnya.


"Iya, pak?


"Baik,suntikkan ketubuhku darahnya masih terus keluar.


"Maaf, pak?"bapak sudah bertahun-tahun tidak memakainya.


"Ini yang terakhir kali aku menggunakannya, demi putriku,ucap Fahris.


"Salah satu diantara mereka membuka kotak yang berisikan alat-alat medis.


"Kinan kaget melihat lima cairan dibotol kecil, yang akan disuntikkan ketubuh Fahris.


"Maaf,kalian agak sedikit menjauh dan jangan banyak bertanya cukup kami saja,ucap salah satu diantara mereka.


"Fahris memejamkan matanya,untuk merasakan sakit yang akan ia alami setelah cairan ini masuk ketubuhnya.


"Saat ia merasakan sakitnya,yang terlihat dimatanya adalah wajah Nina dan Artami.


"Tunggu,aku akan membawa kalian pulang.


"Itulah kata-kata yang bisa ia ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2