CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 12


__ADS_3

"Berulah"


Fahris keluar dari kamar dengan seragam lengkap,malam ini mulai bertugas lagi setelah satu minggu izin tidak masuk.


"Mas mau pergi kemana?",tanya Nina yang sangat kagum melihat Fahris lebih gagah dengan seragam kebesarannya,memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang berotot, seingatku dulu mas Fahris tidak seperti ini, gumamnya yang masih bisa didengar oleh Fahris.


"Ada apa?",tanya Fahris,melihat Nina terdiam memperhatikan dirinya, dengan sigap Fahris menarik pinggan Nina. Keduanya menempel kayak prangko,yang membuat Nina salah tingkah. Ingin sentuh yang inikan,tanya Fahris yang mengarahkan tangan Nina menyentuh bagian roti sobeknya.


Nina tertunduk malu ketahuan kalau ia ingin menyentuhnya setiap saat, walaupun sudah pernah lihat Fahris shirtless dihadapannya dan juga sudah pernah melihat juga perut kotak-kotaknya,tapi ini lebih seksi saat memakai seragam kebesaran.


Jangan mesum, nanti mas kasih kebebasan untuk menyentuhnya nanti kalau sudah halal menjadi istri Fahris Handika,ucap Fahris dengan mengeratkan pelukkannya.


"Mas, mau pergi kemana?",tanya Nina melihat Fahris sudah rapi.


Malam ini giliran mas yang bertugas,setelah satu minggu mas izin,sayang. Besok mas harus bawa kamu untuk mengurus izin kita menikah, ucap Fahris dengan mengecup dahi Nina berulang-ulang.


Mas harus pergi,sayang.Kasihan Pak Umar dan temana-teman yang lainnya,karena petugasnya kurang satu orang, jelas Fahris memberi pengertian kepada Nina.


"Ya, Allah..!".


Kamu tambah gemesin sih,Nin. Mas makin tidak bisa melepaskanmu untuk yang kedua kalinya.Permudahkanlah jalan kami untuk menikah, ucapku dalam hati melihat keluguannya.


Pak Umar itu,rekan kerja mas dikantor dan banyak lagi rekan kerja mas yang lainnya. Nanti,mas kenalin setelah kita menikah,ujar Fahris.


 

__ADS_1


"Mas, pulangnya pukul berapa?", tanya Nina yang berjanji akan menunggu Fahris pulang.


"Curiga,yah!",goda Fahris.


Ngak,Nina hanya ingin tahu saja, ujar Nina yang menengadahkan wajahnya untuk melihat Fahris,maklumlah tingginya hanya sampai sedada Fahris


Subuh.


Tugas mas berat juga,jadi Nina tidak tega melihatnya. Nina janji tidak mau menyusahkan mas, apapun keadaannya nanti,ucap Nina dengan mengangkat dua jarinya membentuk huru V.


Mas pergi dulu,yah. Baik-baik dirumah,jika terjadi apa-apa cepat hubungi,mas.


"Siap, komandan?", saya akan mematuhinya, ucap Nina memberi hormat.


"Mas...?".


Fahris menoleh kearah Nina, "ada apa?", tanya Fahris.


Pamitan dulu sama mama dan papa, mereka orangtua yang harus kita hormati. Mas bisa seperti ini karena do'a mereka berdua. Apapun kesalahan mereka dulu,jangan di ingat. Nina mengelus dada bidang Fahris untuk merasakan gemuruh didadanya.


Fahris mengelus lembut pipi Nina, terima kasih mau mengingatkan mas. Fahris melangkah menuju kearah papa dan mama yang sedang menonton televisi.


"Om..?",Pukul berapa pulangnya,tanya Vito kepada Fahris.


Kalian masih ada disini,ngak pulang, tanya Fahris kepada keduanya.

__ADS_1


Om Fahris mau ngusir kita,tega banget sih. Kita mau kangen-kangenan masak ngak boleh,sih.Ujar Vito yang membuat Fahris melotot kearahnya.


Kami belum ingin pulang,masih kangen sama tante Nina, kasihan juga tante Nina kesepian. Jadi kami ingin menemaninya. Om Fahris ingat,yah?, sekarang tidak bisa ngeluyuran lagi,karena sudah ada pengawas rumah. keduanya tertawa dalam diam,melihat Fahris tidak bisa marah kepada mereka berdua,karena sudah ada pawang yang akan menjinakkannya.


"Vito ada benarnya juga, setidaknya singa liar sudah harus masuk kandang, ada baiknya juga,singa betina bawa kerumah untuk menjinakkan singa jantan, ucap papa tersenyum melihat Fahris tidak berkutik.


Ingat masih satu bulan,singa jantan belum boleh menerkam singa betina.Jangan sampai kebabalasan,ucap Pak Joko memperingatkan putranya.


"Iya,pa?",jawab Fahris males, entah mengapa malam ini ia dikerjai keluarganya sendiri.


"Papa.... mama...?'.


Fahris pamit,assalamualaikum. Fahris lebih baik pergi sebelum ia mendengar kata-kata yang memojokan dirinya.


"Walaikumsalam?".


Hati-hati,nak.Pesan mama ketika Fahris pergi bertugas.


Nina mengantar Fahris menuju keteras depan untuk pergi bertugas malam ini, Fahris mengecup bibir Nina sebelum pergi.


Mama sama papa,mau Nina buatin teh panas,tanya Nina kepada keduanya.


Boleh,sayang?,ucap mama Tarti kepada Nina.


Vito sama Sella mau dibuatin apa sama tante Nina,tanya Nina kepada keduanya.

__ADS_1


Keduany menoleh dan mendekati Nina. Kita buat barengan saja tante,ucap Sella dan Vito.


Nina bahagia keluarga Fahris mau menerimanya, dirinya akan menyatukan Fahris dan kedua orangtuanya, mengingat masih ada jarak antara Fahris dengan orangtuanya.


__ADS_2