CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 30


__ADS_3

"Fahris masih sibuk dimarkas besar, karena akan diadakan jumpa pers dengan beberapa media televisi dan Koran".


"Fahris menghindari Kerumunan,karena melihat panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari mama".


sayang cepat pulang, lihat yang mama kirimkan ini.


Nina tidak mengetahui kalau saat ini ia sedang hamil.


Fahris sangat terkejut melihat tujuh jenis alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif.


Mama mengirimlan lagi foto saat Nina sedang bersedih dan murung.


"Iya, ma?",Fahris pulang tunggu saja.Ma, hibur Nina,jangan biarkan ia bersedih.


Mama:Oke.


Tanpa pamit, Fahris pulang tanpa sepengetahuan yang lainnya.


"kemana tuh,orang?,ucap Yogi.Siapa yang,lo maksud?,tanya Bony".


Fahris,jawab Yogi.


"Brengsek tuh, orang?,ucap Bony.Emangnya kenapa?,tanya Yogi agak sedikit bingung".


Pak Wahyu mencari Fahris,karena belum memberikan kesaksian.


Ia, udah pergi mau apa lagi.


Awas,tuh orang,ucap Bony kesal.


*/*/*/*/*/*/*/*


Assalamu'alaikum


Walaikumsalam?


Udah selesai,tanya mama Tarti.


Belum,ma.

__ADS_1


Fahris tinggal,kangen. Ucapnya pada sang mama.


Diatas ngak mau makan hanya minum susu,ucap mama Tarti.


"Terima kasih,ma?"cup, mama Tarti kaget karena semenjak menikah dengan Karenina,ia tidak pernah merasakan lagi, ciuman kasih sayang dari sang anak.


"Pa,putra kita telah kembali?"mama Tarti membenamkan wajahnya kedalam pelukkan suaminya.


Semoga selalu seperti ini,pa. Ucap mama Tarti dengan mata berkaca-kaca.


Jangan menangis,simpan untuk cucu kita nanti,ucap papa Joko.


"Dia,masih tidur?",Sebaiknya aku membersihkan tubuhku.


Tunggu ayah dan ibu,nak?",ucap Fahris menatap perut Nina yang masih rata,dengan senyum sumringah.


Fahris,bergegas kekamar mandi untuk cepat-cepat memberikan kejutan kepada Nina yang masih tertidur.


Fahris sangat bahagia,karena tidak lama lagi akan menjadi orang tua. Saat keluar dari kamar mandi Nina masih tertidur mungkin karena kurang enak badan bawaan ibu hamil.


Hanya menggunakan handuk yang melingkar dipinggangnya,Fahris naik keatas tempat tidur dan memeluk Nina, yang belum menyadari kedatangannya.


Fahris mengelus-elus perut Nina yang masih rata, yang membuat Nina menggeliat.


Mas...


"Udah bangun,sayang?",mas kangen.


"Iya,masih pakai handuk. Emangnya kenapa?, tanya Fahris.


Ngak ada yang melayani,mas. Maaf dari bangun tidur pagi kepala Nina pusing banget,hari ini Nina tidak membantu mama didapur.


Mencium bau bumbu-bumbu yang ada di dapur,membuat Nina mual.


"Nina ngak tahu, mas?,apa yang terjadi dengan kondisi tubuh Nina sendiri. Besok kita kerumah sakit untuk cek kesehatan takut Nina Alergi, ucap Fahris".


"Iya,Nina ikut saja.Ngomong-ngomong,mas kapan pulangnya?,Nina mengapa ngak tahu?."


Udah satu jam yang lalu.

__ADS_1


Ooo....


"Fahris melihat Nina agak sedikit lebih lelah.Apakah ini bawaan ibu hamil?,gumamnya dalam hati ".


Mas,mengapa menatap Nina seperti itu?,Kangen,karena tadi malam,mas ngak pulang ucap Fahris.


Mas Nina mau kekamar mandi,lepasin pelukkannya.


Saat mau berdiri,Nina merasa pusing dikepalanya semakin sakit.


Membuat ia mengeluarkan suara rintihan. Fahris kaget mendengar rintihan Nina.


"Masih pusing,tanya Fahris kepada Nina. Iya,mas tolong bawa Nina kekamar mandi,pintany karena tak tahan lagi mau buang air kecil".


Saat pintu kamar mandi terbuka,Nina meminta Fahris ikut mandi bersamanya.


Mas....


"Nina mau mandi barengan sama mas. Fahris membulatkan matanya,mas udah mandi, sayang".


"Lepasin, Mas tuh ngak sayang sama Nina. Mas tadi mandinya sama,siapa?,mata Nina mulai berkaca-kaca".


Karena melihat hujan dimata Nina yang mulai turun,akhirnya Fahris mengikuti kemauan sang istri.


Sebenarnya Fahris senang-senang saja, mandi barengan seperti itu,tetapi melihat kondisi Nina yang kurang sehat.


Ia takut juga,Nina ngak kuat,maklumlah untuk masalah yang satu ini, ia lebih menguasainya.


Mas...


"Iya,Fahris kaget saat Nina terlebih dahulu mendaratkan ciumannya,yang lebih gitulah.


Apakah ini bawaan hormon ibu hamil?,tanya Fahris dalam hati".


Hampir dua jam dikamar mandi,baru Nina menghentikannya.Terima kasih mas, Nina, laper.


Aku keluar lebih dulu untuk mengambil piyama dan handuk kecil untuk Nina dan diriku.


Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Nina kali ini,tapi asyik juga.

__ADS_1


Mas, Nina laper. Nina keringin dulu rambutnya,setelah itu kita turun.


"Besok kejutan menantimu, Sayang?,gumam Fahris dalam hati".


__ADS_2