
"Akhirnya Sah Juga"
Hari ini pernikahan Fahris dan Nina. Fahris akan mengucapkan janji suci dihadapan semua orang yang akan menjadi saksi perjalanan cintanya yang rumit dan penuh lika-liku.
Menikahi gadis yang setia menunggu dirinya, menjaga kesucian cintanya padaku, untuk ia berikan kala berjodoh denganku.
Saat ini dadaku berdebar-debar antara haru dan juga bahagia.
Aku semalaman latihan ijab kabul.Tetapi masih juga cemas. Jangan sampai salah,kalau sampai salah aku pasti diketawain sama Nina, batinku bermonolog.
Fahris masih mematung didepan kaca untuk melihat dirinya.
"Wah...!"
Lo kayak anak perempuan ngaca mulu, ucap Rafi menggoda Fahris.
Sekarang keluarlah acaranya sebentar lagi akan dimulai, penghulunya udah datang,ucap Rafi.
"Sudah siap sayang?",mama Tarti muncul dari depan pintu.
Sudah ma, pa. Balas Fahris dengan senyuman.
Kita keluar,nak. Dengan mengandeng tangan Fahris menuju tempat ijab kabul yang sudah didatangi banyak tamu.
Om Fahris deg-degan,yah?,tanya Vito.
Sudah berapa hari tidak bertemu,tanya Riska?,yang ikut-ikutan mengerjai omnya.
"Malam, ini mau kamu apakan, Nina?",tanya mas Kus padaku.
Diam semuanya,udah banyak tamu.Fahris sudah duduk berhadapan dengan penghulung dan memulai pelaksanaan ijab Kabul.
Saya terima nikah dan kawinnya Nina Pradita Putri dengan Mas kawin tersebut,tunai.
Sah....?,semua menyambut gembira.Ada perasaan lega dihati Fahris,sekarang ia bisa menepati janjinya menikahi Nina.
Setiap hari ia bisa menatap wajah Nina pagi dan malam.
Setelah proses ijab Kabul,Nina datang didampingi Kia, dan Jeslyn.
Fahris tertegun melihat paras cantik Nina.Emangnya ini istri gue, apa gue ngak salah orang,gumamnya dalam hati.
Om..!.
Biasa aja ngelihatnya, nanti malam om sepuasnya, nikmatin wajah tante, ujar Riska yang membuat Fahris tidak bisa berbuat banyak untuk menghukum kedua remaja ini, yang sejak tadi mengerjainya.
__ADS_1
Fahris merasa kerongkongannya terasa kering dan sedikit kesel siapa yang menandaninya menjadi sangat cantik.
Nina duduk disamping Fahris dan langsung mendapatkan ancaman dari Fahris
Jangan salahkan aku, Jika besok dirimu tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Nina,membulatkan matanya mendengar ucapan Fahris,mengapa dia selalu mengancamku,"apa salahku kali ini?",gumam Nina dalam hati.
Fahris,menyunging senyum kemenangan, siapa yang membuatmu menjadi cantik.
Kak Nina tersenyum,jangan tegang,ucap Kia.Ini gara-gara,mas Fahris.
Anak kita sedang berulah,pa.
Entah,apa yang dilakukannya sampai-sampai Nina menjadi tegang seperti itu.
"Mengapa anak itu berubah jadi nakal, ma?",tanya papa yang rasanya ingin papa taplok kepalanya,kalau berada disitu.
Mbak Rista,om Fahris mulai berulah.Lucu mbak, yah?,Vito lebih senang om Fahris yang sekarang,dari pada yang dulu,mbak. Ucap Vito yang menitikkan airmata.
Menjelang sore hari acara baru selesai.Mas,Nina capek,ucap saat berada didalam kamar.
Ini bagaimana melepaskannya,mas?",tanya Nina yang tidak bisa melepaskan hiasan dikepalanya.
Mas ngak tahu, sayang cara melepaskannya, tunggu Kia ucap Fahris.
Tunggu disini mas panggilin Kia, ucap Fahris ingin berlalu pergi.
jangan lama-lama,mas,kepala Nina terasa berat,rengek Nina yang mulai kesal dengan benda-benda yang ada diatas kepalanya.
"Bu..?",panggil Fahris saat melihat ibunya Nina masih ada disana dan belum pulang.
"Iya, ada apa,nak?"tanya sang ibu.
Kia, dimana, bu?,belum sempat menjawab Kia sudah datang.
"Kia, disini mas?".
"Ada apa cari Kia,mas?",tanya Kia kepada Fahris.
Tolong bantuin kak Nina,melepaskan hiasan dikepalanya.
Iya, Kia lupa yang langsung menepuk jasadnya.
Mas.
__ADS_1
Panggil Kia.
Ada apa?, tanya Fahris.
Habis ganti pakaian,kita makan malam bersama.
Oke.
Kia masuk kamar Nina yang langsung mendapatkan pelototan mata dari sang kakak.
Kia, bantuin kak Nina. Kalian kasih apa dikepala kakak,sehingga berat seperti ini, keluhnya.
"Kruuuk....kruuuk......
Kia, cepat dilepasin,kakak laper,banget.
"Iya.
Jangan merenggek, kayak anak kecil,kak?, Kak Nina,kebiasaan kalau udah laper banget, baru cari makanan, ujar Kia memarahi sang kakak.
Fahris,hanya jadi pendengar keributan antara kakak dan adik.
Fahris,ingat kalau Nina harus ngemil dulu, setelah Itu makan berat.
"Apakah masih lama Kia?", tanya Fahris mendekat.
"Masih setengah jam,mas?",rambut dikepala kak Nina harus diluruskan dulu, ujar Kia.
"Baiklah!".
Fahris berdiri mengambil kaleng biskuit dan membukanya,lalu nemberikannya kepada Nina.
Buka mulutnya,perintah Fahris kepada Nina.
Akhm....! Nina membuka mulutnya.
Enak terima kasih,mas. Senyum Nina mengembang,karena bisa menganjal perutnya dengan biskuit.
Kalau tidak ada Kia,akan ku cium senyum lebarnya itu,gumam Fahris dalam hati.
Udah selesai,ucap Kia yang langsung berlalu pergi meninggalkan keduanya.
Kalian lama sekali,semua keluarga sudah berkumpul untuk makan bersama-sama, ucap mama Tarti protes.
Semua duduk makan bersama setelah kedatangan Fahris dan Nina.
__ADS_1