CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 35


__ADS_3

"Kak, apakah mas Fahris tahu tentang ginjal kakak?


"Belum, Kia?


"Kak....


"Teriak Kia kesal, sampai kapan kakak menyembunyikannya.


"Kia tahu tubuh kakak sudah tidak kuat menompang berat badan kakak.


"Kia, sayang, jangan menangis,dek?


"Apa yang kalian sembunyikan dariku?


"Nina, tidak mengira kalau suaminya, kembali lagi.


"Fahris merampas ponsel dari tangan Nina.


"Kia, katakan pada mas,apa yang Kak Ninamu sembunyikan selama ini dari mas.


"Teriak Fahris,membuat keluarga berlari menuju kamar Fahris.


"Mas, jangan seperti ini,Nina akan jelaskan semuanya.


"Diam.. Nina sangat terkejut hampir satu tahun pernikahannya,baru kali ini,ia melihat kemarahan Fahris.


"Nina duduk terhenyak dipinggir tempat tidur, karena pinggangnya terasa sangat nyeri ditambah lagi dengan teriakkan Fahris,bak petir disiang bolong.


"Fahris,ada apa, nak?"tanya mama Tarti pada Fahris.


"Fahris menspeker ponsel Nina agar semua keluarga mendengar apa yang dikatakan Kia.


"Kia..


" Mas mohon jujurlah.


"Baiklah,Kia akan jujur, tapi mas harus janji ngak boleh marahin Kak Nina.

__ADS_1


"Baiklah,mas janji mas ngak akan pernah marah dengan kak Nina.


"Salah satu ginjal kakak Nina tidak berfungsi, karena ginjal yang satunya sudah didonorkan untuk bapak.


"Selama lima tahun Kak Nina harus mengkonsumsi obat pereda nyeri,selama belum ada donor yang cocok.


"selama belum ada pendonor,kak Nina harus tetap menjalankan pengobatan dan dilarang hamil,karena harus menghentikan pengobatan, takutnya mempengaruhi janinnya.


"Kak Nina harus menjaga keseimbangan berat badannya,karena itulah keluarga kak Hendra tidak menyetujui hubungan mereka.


"Kak Nina tidak mau bercerita,karena takut keluarga mas tidak menyetujui dan menerima keadaan kak Nina.


"Makin membesarkan kandungnya,makin sulit untuk kak Nina berjalan.


"Saat ini kak Nina tidak bisa lagi mengkonsumsi obat-obatan,karena dosisnya sangat tinggi, berisko terhadap janin.


"Kak Nina bisa diselamatkan, apabila kandungan kak Nina menginjak tujuh bulan, melalui jalan operasi.


"Hanya Itu cara satu-satunya.


"Mengapa dirimu merahasiakannya,nak?


"Kalau,Nina cerita lebih awal,kalian pasti akan mengambil anak, Nina.


"Mas Fahris,pasti ngak mengizinkan Nina untuk mengandungnya.


"Nina ngak mau,kehilangan anak Nina, mas?


"Nina takut kehilangan,kehilangan untuk kedua kalinya.


"Kehilangan anak dan juga dirimu,Nina sudah lelah mengalah, Nina mau jadi orang egois demi anak Nina.


"Fahris,hanya terdiam mendengar perkataan dari istrinya.


"Fahris sudah berjanji dengan,Kia?"untuk tidak memarahi,Nina.


"Nina berusaha untuk berdiri,tetapi ia merasakan pinggangnya sangat nyeri, ia merasa sangat gerah,sehingga keringat terus menetes.

__ADS_1


"Nafasnya tersengal-tersengal menahan sakit.


"Nina berusaha untuk berdiri lagi, karena ia butuh untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


"Tetapi karena tidak kuat, Nina hampir saja ambruk kelantai,Fahris dengan cepat menahan tubuh istrinya.


"Karena kondisi kurang sehat, Nina tidak sadarkan diri dalam pelukkan, Fahris.


"Sayang,bangun?


"Ya, Allah tubuhnya sangat panas.


"Siapkan mobil,teriak Fahris yang langsung mengendong, Nina untuk dibawa kerumah sakit.


"Saat ini ia sangat frustasi,tidak tahu harus berbuat apa?"karena bingung harus memilih antara istri dan anak.


"Saat sampai dirumah sakit,Nina lansung ditangani dokter.


"Diluar kamar Fahris harap-harap cemasnya, karena dokter belum keluar dari ruangan.


"Semua keluarga berdatangan.


"Bagaimana,nak?


"Dokter belum ada yang keluar dari dalam ruangan,ma.


"Fahris belum tahu, ma.


""Pintu kamar terbuka, Fahris berdiri menemui dokter.


"Bagaimana keadaan,istri saya dokter.


"Saya belum bisa memastikan, Sepertinya ada masalah dengan ginjalnya.


"Demi menjaga kesehatannya, ia harus tetap dirawat untuk pemeriksaan Selanjutnya.


"Baiklah dokter.

__ADS_1


"Fahris menyerah dan pasrah.


__ADS_2