
"Sayang...?,panggil Fahris dengan mengelus pipi Nina yang halus".
"Bangun, sayang?",ucap Fahris dengan menoel hidung Nina gemes karena tidak bergerak dari posisi tidur nyamannya.
Kita harus kerumah sakit hari ini.Good morning kiss,ucap Fahris mendaratkan ciumannya dibibir Nina.
Nina membuka matanya setelah merasakan benda kenyal yang menyentuh bibirnya.
"Lagi,mas?",renggek Nina meminta ciuman selamat pagi.Ia ingin merasakannya lagi seperti cerita dinovel-novel yang sering ia baca.
Cup
Cup
"Mengapa Nina harus kerumah sakit,yang?", tanya Nina dengan memanyukan bibirnya beberapa centi. "Emangnya Nina sakit apa?",
Karena gemas Fahris kembali mengecup bibir Nina berkali-kali. Membuat Nina menarik pundak Fahris untuk memperdalam morning kiss mereka pagi ini.
Mulai nakal, ucap Fahris melepaskan pagutannya, nafasnya keduanya memburu.
"Yang, dibawah sudah keras,ucap Nina.Mengapa ngak dilenturin saja?".nanti sakit rugi kalau mas bermain solo, ucap Nina tersenyum geli.
Mata Fahris membulat mendengar ucapan prontal dari sang istri.
Pletak
"Sudah berani genit,yah?",ucap Fahris dengan menyentil dahi Nina.
Nina tertawa cekikikan melihat kekesalan dari wajah Fahris. "Sayang...???,panggil Nina".
__ADS_1
"Ada apa?",tanya Fahris.
"Mau lihat didalam ini, ngak?",,ucap Nina dengan menepuk selimut yang menutupinya dari kaki sampai kedada.
Fahris membulatkan matanya,tangannya bisa merasakan didalam sana tidak memakai apapun."Dimana piyama yang tadi malam dipakai Nina?",Fahris bergumam.
"Sayang...??"
Aku bisa merasakan betapa ia menginginkan diriku. "Apakah kamu tidak menginginkan aku untuk menidurkannya?",ujar Nina menarik tangan Fahris sampai jatuh diatasnya.
Fahris mengumpat dalam hati,sungguh ia benar-benar tidak tahan lagi,Nina sungguh sangat menyiksanya.Nina berhasil memancing Fahris bergulat dengannya dipagi ini. Nina menyandarkan kepalanya didada Fahris. Setelah pergulatan yang mereka lakukan kurang lebih satu jam.
Terlihat wajah kelelahan Nina. "Pukul berapa kita kerumah sakit,mas?",tanya Nina yang masih betah bersandar didada Fahris.
"Setelah kita sarapan",jawab Fahris.
"Tapi kita udah sarapan,mas?",ucap Nina dengan menegadahkan wajahnya kearah Fahris.
Tiba-tiba Nina merasakan perutnya bergejolak didalam sana,ia menyibak selimut menutupi tubuhnya dan berlari menuju kamar mandi.
Hoek.. hoek...
Fahris cepat-cepat memakai piyama menyusul Nina dikamar mandi dan menutupi tubuh Nina dengan piyama lainnya.
"Yang, mual banget. Rasanya pahit ngak enak",ucap Nina bersandar ditubuh Fahris yang kokoh.
Fahris sebenarnya tahu apa yang terjadi pada Nina, demi sebuah kejutan ia dengan terpaksa merahasiakannya.
"Sebaiknya kita membersihkan diri dulu, setelah itu kamu istirahat. Mas akan meminta mama untuk menghubungi dokter Noto agar datang kerumah",ujar Fahris. Setelah keduanya selesai membersihkan diri. Fahris turun kebawah mencari sang mama.
__ADS_1
"Bi.. ?".
"Bibi..??????". Panggil Fahris mencari keberadaan bibi yang telah lama tinggal bersama keluarga mereka.
"Iya, ada apa den Fahris?", tanya bibi.
"Bi, tolong buatin jus lemon untuk Nina. Bibi bawa keatas,yah?", pinta Fahris kepada bibi.
"Iya,den". Jawab bibi yang langsung menuju kedapur.
Fahris mengetuk kamar orangtuanya untuk meminta bantuan
Tok... tok...tok...
"Ma...???"
"Pa....???", panggil Fahris
Ceklek,pintu kamar mama terbuka."Ada apa sayang?",tanya sang mama kepada Fahris.
"Kamu belum bawa Nina kerumah sakit", tanya mama Tarti melihat Fahris yang mengenakan pakaian rumahan.
"Ngak jadi,ma.Nina masih lemes, mama hubungi dokter Noto untuk datang kerumah.Fahris takut terjadi sesuatu sama Nina",ucap Fahris khawatir.
Mama Tarti sedikit curiga melihat rambut Fahris yang agak basah. "Kamu sama Nina habis ngapain, tanya mama Tarti.Jangan bilang kalau kamu habis nidurin adik kecilmu", ucap mama dengan mencubit lengan Fahris.
"Mama...???".
"Mama apa-apaan sih?", Nina yang minta kok, ma. Jawab Fahris membela diri.
__ADS_1
"Setidaknya kamu bisa bahan, Fahris. Awas saja kalau terjadi sesuatu sama menantu dan calon cucu mama, tak potong saja adikmu yang didalam".
Tak lupa mama Tarti menghubungi dokter Noto memeriksa keadaan menantu dan calon cucunya.