CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 22


__ADS_3

Setelah mengantarkan mama, papa dan yang lainnya untuk pulang,aku dan Nina pulang kerumahnya.


Karena lusa, aku sudah harus pulang. Teman-teman sudah menghubungi agar aku cepat pulang, keberadaanku sangat dibutuhkan dalam penyelidikan ini.


Lusa kita pulang. Kamu tidak marahkan,sayang.Tanya Fahris dengan merangkul pundak sang istri.


Tidak.


Cuma kesel karena dibohongi sama,mas. Kesel Nina harus menahan malu dihadapan mama, papa,mbak Anita dan suaminya.


"Mas,mengapa ngak bilang?",ucap Nina. Makanya jangan minta, sahut Fahris.


Emangnya Nina minta.Kayaknya ngak,deh mas?,ucap Nina ambigo.


Ah..


Pelupa banget deh, "apa gue rekam aja biar Nina percaya?". Tapi malam ini gue nginap dirumahnya Nina.


"Apa gue bisa tidur dikamar Nina yang sempit?",tanya Fahris dalam hati.


"Bagaimana perempuan kecil ini bisa tidur dikamar yang kecil?",gumam Fahris.


Sepanjang jalan menuju rumah.Nina selalu bertanya, seperti tidak yakin dengan dirinya.


"Assalamualaikum",ucap keduanya memberi salam.


"Walaikumsalam"


Kak Nina mengapa lama?,Kia capek memindahin barang-barang kak Nina dikamar depan.


"Mengapa dipindahkan?",tanya Nina kepada Kia.


Mas,nanti kasih tahu kak Nina mengapa dia harus pindah dikamar depan. Pinta Kia kepada Fahris.

__ADS_1


Oke,adik mas yang cantik.


Kalian menyembunyikan sesuatu dariku,tanya Nina.


Kak Nina tuh aneh, bapak sama ibu memerintahkan Kia untuk membawa barang-barangnya,kak Nina dikamar depan.


"Mengapa, ribut seperti ini?".


"Nak,pelankan suaramu",dirimu sudah bersuami dan Fahris jangan dirimu turuti keinginannya perintah sang ibu.


Istirahatlah kalian,nanti kita bicara lagi, ibu dan bapak kerumah Bibimu.


Fahris merebahkan tubuhnya,diatas tempat tidur. Nina menyusul Fahris dan merebahkan tubuhnya disisi suaminya.


Nina mengelus-elus dada suaminya yang bidang dan berbentuk.


"Kamu menyukainya",tanya Fahris.Tentu saja karena mas Fahris suami Nina,jadi Nina bisa melakukan apa aja.Ucap Nina tanpa menyaring ucapannya.


Iya.


Jadi, mas sekarang boleh minta macam-macam.


Please....


Fahris meminta,karena tak tahan melihat Nina yang mengelus-elus dadanya,serta menciuminya.


'Nin.... jangan membuat mas seperti ini, ah.


Entah dapat keberanian darimana,aku membuka pakaian paling atas dan melepaskan bra yang menutupi dua gundukkan putihku dan menduduki bagian kecil yang ada dibawah.


Ini yang diajarkan Jeslyn padaku,agar kelihatan agresif,dan lebih berani. Aku tidak mau ini memalukan,sebaiknya aku hentikan saja.


Ah..! menjijikan aku seperti wanita murahan. Fahris jadi heran mengapa Nina hanya diam, seperti orang yang sedang berfikir.

__ADS_1


Berani dia mempermainkanku.Aku akan membuatmu diam ditempat tidur,sore ini. Fahris menarik tubuhnya Nina kedalam pelukkannya dan mengubah posisi tidurnya.


Fahris sudah menindih tubuh Nina dan mengunci pergerakan Nina.


"Mas, mau ngapain?",tanya Nina.


Dirimu harus menyelesaikan permainan yang telah dirimu mulai. Siapa yang membuat adik kecilku bangun dan dia harus bertanggungjawab menidurkannya.


"Ah..


Aku salah lagi ini aku harus menerima hukumannya. Mas Fahris seperti pejantan tangguh,aku hanya bisa bersembunyi didalam pelukkannya setelah semuanya selesai.


"Ada apa?",tanya Fahris.Nina ngak Pinter begituan,yah mas?,tanya Nina.


Karena itu bukan gaya Nina, tapi orang lain. Jangan seperti itu lagi, tetaplah menjadi diri Nina sendiri,karena mas lebih suka. Tapi mas ngak marahkan dengan sikap Nina yang tadi.


Ngak.


"Mas,mengapa masih nyeri, yah?",tanya Nina polos. Fahris hanya bisa menghela nafas,ia harus punya stok kesabaran. Karena Nina minta tambahan lagi sore,ini?,ucap Fahris.


"Bisa hilang ngak mas?",tanya Nina sama Fahris.


Bisa,asalkan malam ini sama subuh ngak minta, ucap Fahris asal.


Baiklah Nina ngak akan mulai lagi,tetapi kalau itunya,mas gitu lagi bagaimana?,tanya Nina.


Sambil memperlihatkan telunjuknya. Fahris hanya bisa menahan senyum, melihat sikap polos istrinya.


Biarkan saja,Nina lanjutin tidur. Paling-paling juga minta,gumam Fahris dalam hati.


Dewasa dalam sikap dan perbuatan,disisi lainnya manja dan kekanak-kanakan apabila bersamaku.


Sekarang bukan khayalan lagi,tapi kenyataan dirimu ada didalam pelukkanku.

__ADS_1


__ADS_2