
Pukul berapa kamu pulangnya, Fahris?",tanya Yuni kepada sang adik, saat duduk dimeja makan untuk sarapan.
Pukul dua,kak. Sahut Fahris sambil menyesap teh hangat diatas meja.
Yuni kaget melihat lengan Fahris yang diperban.
"Fahris..!".
Lenganmu "mengapa diperban?",tanya Yuni sang kakak karena khawatir.
"O..!
Luka goresan,tersabet pisau kecil, ucap Fahris santai kembali menyesap minumannya tanpa melihat wajah Yuni yang terlihat sedih.
"Mengapa, sih ngak jaga-jaga?",tanya Yuni lirih.
Kakak, pikir penjahatnya orang baik-baik. Emangnya mereka bakal ngasih tahu.
"Pak, jangan dekatin saya". Saya bawa senjata tajam, nanti saya tusuk bapak.
Kalau ada penjahat semacam itu, kami tinggal ucapkan kata terima kasih sama tuh penjahat.
Ditilang saja masih banyak alasan,yang bilang bapak gue anggota dewan, keluarga pejabat, saudaranya juga anggota seperti Fahris.
Ada kejadian yang lebih lucu lagi beberapa hari yang lalu. Udah jelas tidak bawa SIM malah ngeledek dan jawabannya juga lucu.
Jangankan SIM motor,SIM pesawat gue punya. Udah itu nunjuk wajah Fahris lagi.
Sekali diperiksa,ngak bawa apa-apa, kak.Ah.. sangat melelahkan, ucap Fahris yang menyandarkan punggungnya dikursi.
Kalau ada Ninaku, aku akan meletakkan kepalaku dipangkuannya, merasakan elusan tangannya dikepalaku, saat rasa lelah menyapaku.
Setitik airmata mengalir disudut matanya, membayangkan hal yang tidak akan pernah terjadi.
Tidak bisakah pindah kebagian lain,tanya Yuni.
Pertanyaan kakak sama seperti,mama.Ucap Fahris menegakkan tubuhnya dan menghapus lelehan airmata yang sempat keluar.
Bukankah jabatan ini hasil dari kesepakatan.Kakak ingin menikahkan Fahris dengan perempuan mana lagi.
Jangan biarkan Fahris kehilangan harga diri,cukup satu sekali ini saja,jangan ditambah yang lain. Lebih baik hidup seperti ini tanpa beban dan tekanan.
Aku hanya terdiam mendengar ungkapan
perasaan,adikku. Dulu,ia tidak pernah dihargai baik sebagai suami maupun menantu.
Aku lebih bahagia melihat Fahris yang sekarang,walaupun sikapnya sangat dingin,gumam Yuni melihat wajah lelah Fahris yang tidak terurus.
**//**//**
Rumah sebesar ini sepi tanpa penghuni,pa.Hampir satu minggu Fahris tidak pulang kerumah.
"Begitu terlukakah begitu terlukakah hatinya?",tanya mama Tarti saat sarapan pagi bersama sang suami.
Semenjak berpisah dengan Karenina,ia berubah menjadi pendiam dan tak banyak berbicara.
Kalau dulu kita merestui hubungannya dengan gadis itu, rumah ini pasti penuh dengan keceriaan.
Sudahlah,jangan di ingat lagi. Kita hanya harus menyakinkan Fahris untuk percaya sama kita lagi, ujar papa Joko.
__ADS_1
"Assalamualaikum".
Fahris,pa.
Ucap mama sambil berdiri menyambut sang putra.
Walaikumsalam.
"Kamu kemana,nak?",sudah lama tidak pulang kerumah, tanya mama Tarti.
Fahris melihat kearah wanita yang telah melahirkannya.
Tumben cari Fahris, "ada apa?", tanya Fahris dengan tatapan datar.
Mama Tarti bungkam mendengar jawaban Fahris. Masih ada luka yang terlihat dimatanya.
Masa lalu jangan terlalu disesalkan,tidak ada gunanya.Tugas Fahris banyak,ma.
Jadi sering tidur dirumah kak Yuni,karena takut ngantuk dijalan. Rumah kak Yuni lebih nyaman dari pada disini.
Fahris keatas,ma.Fahris mau mandi gerah dan juga lengket,ucap Fahris.
Mau dimasakkan apa,nak. Tanya mama Tarti. Karena tidak ingin berbicara lebih panjang lagi Fahris menjawab seadanya.
Sup tanpa sayur,ucap Fahris sebelum memasuki kamarnya dan mengambil handuk didalam lemari,lalu mandi.
Fahris menguyur tubuhnya dengan air,terasa hangat dan menyegarkan.
Pikirannya menerawang jauh mengingat sesosok gadis kecil yang melihatku yang tidak berselera makan, ia membuatku sup tanpa sayur.
*/*/*/*/*/*/*/*/
"Nina!".
Tahun ini kamu harus ikut kami jalan-jalan.
Gue males, Jes?",ucap Nina.
"Ngak boleh".
Wajib ikut, ucap Jeslyn ngak kalah makanya.
"Mengapa,sih maksa-maksa gue?",tanya Nina yang sebel melihat Jeslyn.
"Lo, kenapa sih ngak mau ikut ngak mau ikut tour?",tanya Hendra yang jengah melihat keduanya.
Semua karyawan kepengen ikut,setiap tahun lo saja yang absen,Nin. Bukankah itu aneh Nin.Ujar Jeslyn memanas-manasi Nina.
"Ada apa dengan kalian berdua, selalu maksa gue?",tanya Nina menatap curiga keduanya.
Karena,gue baru tahu dari Hendra, selama perusahaan mengadakan tour,lo selalu menolak untuk tidak ikut,dengan alasan yang tak jelas.
"Lo, takut apa,sih?",tanya Jeslyn.Sekarang tidak ada lagi kata menolak, kalau lo masih ngak mau ikut, maka karyawan yang lain tidak boleh ikut.
"Biar lo didemo karyawan, ucap Jeslyn.Gara-gara lo yang ngak mau ikut, hak mereka dicabut.
Jeslyn...!,teriak Nina.
Gue laporin lo kepihak yang berwajib.
__ADS_1
Biarin ngak ambil pusing,balas Jeslyn.
Kalian berdua menyebalkan.Gue ngak mau jadi nyamuk untuk kalian berdua.
Nina, gue mau lo segarkan pikiran,belajarlah membuka diri. Nasehat Jeslyn sebagai seorang sahabat yang peduli terhadap kehidupan Nina.
Aku melihat kesedihan dimatanya Jeslyn.Ku peluk Jeslyn dengan erat, ku tumpahkan rasa sedihku,yang selama ini ku pendam selama bertahun-tahun.
Baiklah tahun ini aku ikut tour, terserah kotanya dimana.
Tapi... lo harus janji ngak boleh marah maupun menolak.
Oke. Gue janji dengan mengangkat kedua tanganku.
Kita tour kekota "L",ucap Jeslyn.
"apa....!",jangan teriak Nina.
Lo, udah janji, jangan coba-coba lo mengingkarinya.
"Huh..!", kalian menjebakku, ucap Nina pasangan bucin yang dihadapannya.
'Ya, Allah?",ampunilah kedua orang ini.
"Aamiin".
Keduanya berlalu pergi dari hadapan Nina sebelum singa betina itu ngamuk lagi.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Selamat pagi, pak".
Pagi. Ucap Fahris membalas sapaan mereka.
Pak Fahris.
Fahris melihat karyawannya yang berdiri dihadapannya dengan wajah ditekuk.
"Ada apa?",tanya Fahris dengan sedikit merendahkan intonasi suaranya.
"Ada seseorang yang mencari,bapak?".
"Siapa dia dan dimana orangnya?"
Diruangan bapak, dia berkata kalau bapak adalah temannya.
Fahris cepat-cepat melangkah menuju ruangannya.
"Hai...!", sapa seorang wanita dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Siapa yang menyuruhmu datang kemari?",tanya Fahris dengan wajah memerah.
"Fahris....!",panggil sherlly.
Cukup Sherlly.
Aku tidak bisa mencintaimu dan sudah ku katakan kepadamu,berulang-ulang kali.
Dan hubungan kita berdasarkan suka Sama suka,dan saling membutuhkan,kau paham itu.
__ADS_1
Sekarang keluar dan jangan datang lagi,ucap Fahris yang menarik lengan Selly untuk keluar dari tangannya.