
"Kesel"
"Udah pipisnya?",tanya Fahris yang berdiri didepan pintu toilet wanita.
Udah,Nina memanyukan bibirnya sebel. Nina laper,mas.
"Iya,tapi mandi dulu?,perintah Fahris.
Nina mau kekamar saja,mas. Ucap Nina yang ingin berlalu dari hadapan Fahris.
"Kamar yang mana?",tanya Fahris.
Yah,kamar Ninalah,mas. Nina kan nginep dihotel ini, aneh.
Nina tiba-tiba kaget saat tubuhnya diangkat Fahris, seperti mengangkat karung.
Fahris mengendong tubuh Nina menuju kamar pribadinya.
Mas turunin,Nina malu dilihat semua orang, pinta Nina yang malu dilihat banyak orang.
Romy dan Selly kaget melihat Fahris menggendong Seorang wanita membawanya masuk kedalam kamarnya.
Itu siapa mbak yang digendong pak Fahris,tanya Romy yang masih syok.
Romy, siapkan sarapan pagi dengan sajikan semua. Perintah Selly kepada Romy.
Ada tamu mbak, sampai menu dikeluarin sajikan semua, tanya Romy.
Itulah tamu istimewa yang baru kamu lihat,jawab Selly yang berlalu pergi dengan senyum merekah.
Pak Jojo, panggil Selly.
"Ada apa mbak Selly?",tanya pak Jojo mendekat.
Perintahkan beberapa pelayan untuk menambah meja makan restoran.
Semua telah siap tinggal menunggu Fahris keluar dari kamar.
"Pak Jojo sudah tahu siapa Nina?",tanya Selly juga penasaran melihat kemesraan mereka berdua tadi.
Saya juga kurang tahu,mbak. Masalahnya Fahris belum cerita apa-apa sama saya sampai saat ini,mbak.
Sudah kita siapkan saja,apa yang dia minta,ucap pak Jojo kepada Selly.
Nina melihat diatas tempat tidur ada sebuah kotak berwarna dusty,ini pasti hadiah dari mas Fahris,selalu seperti itu ngak berubah.
"Ini isinya apa, yah?",Nina bertanya sendiri tanpa ada yang menjawabnya.
"Dress,apa ngak salah?",baiklah gue pakai aja, dari pada diancam.
Mau pakai sendiri atau mas yang pakai in, pasti gitu ngomongnya.
"Pak Fahris",teriak Jeslyn.
"Jeslyn...!",bentak Hendra, saat Jeslyn ingin memeluk Fahris.
__ADS_1
Lo udah punya suami, jabatan tangan aja, ucap Hendra.
Masa cemburu,sih sayang?, Pak Fahris dulukan pelatih paskibra kita.
"Itu dulu, sekarang tidak boleh?",perintah Hendra.
Lo,kok ngak kaget lihat pak Fahris,tanya Jeslyn penasaran.
Gue udah tahu kalau hotel tempat kita menginap punya pak Fahris,jelas Hendra.
Kamu ngak kasih tahu aku, sayang.Sungguh menyebalkan, ucap Jeslyn dengan mendelikan matanya kearah Hendra.
Fahris hanya diam melihat pasangan ini beradu mulut.
Pak Jojo dan mbak Selly maaf,kalau kami membuat keributan,ucap Jeslyn.
Tidak apa-apa,kami sudah biasa.Pak Fahris udah ketemu sama Nina,tanya Jeslyn.
Sudah,sekarang berada dikamar, jawab Fahris.
Bagaimana reaksi Nina saat bertemu dengan pak Fahris?, tanya Jeslyn karena ingin tahu.
Kaget lalu pingsan,jawab menarik senyum mengingatnya.
Berarti pak Fahris dengan Nina udah gitu-gituan, ucap Jeslyn menyatukan kedua telunjuknya.
"Iya". Jawab Fahris lugas.
Pak Fahris,tega?,apa ngak bisa tunggu sah dulu, tanya Jeslyn.
Semua berdiri melihat kedatangan Nina yang sudah memakai dress dengan dananan yang cantik,menuju kearah mereka.
Wajahnya sedikit kusut.
Nina wajahmu seperti benang kusut,"ada apa?",tanya Jeslyn.
"Mengapa, lo nyeker?",tanya Mika.
Mas Fahris harus bertanggung jawab, ucap Nina menahan kesel karena dikurung dikamar.
"Tentu aja,Nin?",pak Fahris pasti nikahin,lo. Ucap Jeslyn.
Lo, ngomong apaan,Jeslyn?,gue tambah bingung,tanya Nina.
Lo udah tekdung ola-la sama pak Fahris, bukan. Ucap Jeslyn.
Tekdung apaan?,ngak ada tekdung-tekdungan.Ini sepatunya ketinggian, ucap Nina memperlihatkan sepatunya kepada Jeslyn.
"Mas...!",Nina ngak bisa pakai ini, dengan menenteng sandalnya dihadapan Fahris. Sandal hotelnya juga ngak ada dikamar,keluh Nina.
Sepatunya Nina mas umpetin dimana!,tanya Nina berdiri berhadapan dengan Fahris.
Ngak baik,perempuan cantik ngambek, sini duduk saja nanti mas carikan yang baru, ucap Fahris.
Tetapi Nina laper,mas. Renggeknya dengan menggoyangkan tubuhnya kanan dan kiri.
__ADS_1
"Nina.....?",apa lo ngak malu dilihatin orang, ucap Hendra.
Diam.. biarin. Nina kembali menatap Fahris dengan wajah memelas.
"Iya, mas tahu Nina laperkan?",ucap Fahris.
Nina menganggukan kepalanya.
Sebentar lagi masih disiapkan.Pak,tolong bawakan sepasang sandal, untuk calon istri saya, perintah Fahris kepada salah satu pelayan.
"Iya, Pak?",jawab si pelayan yang langsung pergi untuk membawakan sandal untuk calon istri bosnya.
Mana jepitan rambutnya,tanya Fahris sama Nina.
Untuk apa,tanya Nina?, diam. bisa ngak sih ucap Fahris. Nina hanya bungkam dan menuruti apa yang diperintahkan Fahris.
Fahris berdiri dan mengulung rambut Nina, lalu menjepitnya dengan jepitan rambut.
Selly, tak menyangka Fahris yang dingin bisa berubah jadi penyayang,wajahnya berseri-seri.
"Nanti kita kesalon!",ucap Fahris.
Iya.
Ucap Nina dengan menganggukan kepalanya.
"Ah... makanannya datang, ucap Nina dengan girangnya.
Tapi wajahnya berubah senduh, melihat dimeja hanya ada sumpit, ia tidak bisa menggunakannya.
Mas,ngak ada sendok sama garpunya.Nina, ngak bisa makan pakai sumpit.
"Mas..?",Nina laper ucap Nina yang dari tadi menahan lapar.
Fahris panik melihat wajah Nina yang kelihatan pucat.
Fahris mengeser kursi Nina menghadap kearahnya.
Buka,perintah Fahris.
"Apa yang dibuka,mas?",tanya Nina curiga refleks menutup bagian dadanya.
"Ini...?,ucap Fahris yang sudah siap memasukan makanan kedalam mulut Nina.
Nina baru mengerti, setelah melihat Fahris membawa sepiring mie goreng kesukaannya.
Nina membuka mulutnya saat Fahris menyuapinya.
"Nyam",panas mas.
"Sorry..sorry?",Fahris meniup-niup mienya agar mulutnya Nina tidak kepanasan.
Nina terpaksa mau disuapin sama Fahris karena sangat lapar dan tidak bisa menggunakan sumpit.
Melihat kemesraan mereka berdua Selly tak sadar, matanya berkaca-kaca karena bahagia.
__ADS_1
Semuanya hanya bisa terbengong melihat tontonan gratis didepan mata. Melihat sepasang kekasih yang melepas rindu.