CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 13


__ADS_3

Ada bahagia menyelimuti hati Fahris saat ini, membuat ia semangat kembali untuk bekerja.Cintanya telah kembali padanya.Perempuan yang ia tinggalkan sepuluh tahun yang lalu, sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya. Hanya menunggu satu bulan untuk menuju mahligai perkawinan, membina rumah tangga sampai hayat.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


Assalamualaikum.


Apa kabar kalian semuanya, tanya Fahris saat sampai kepos. Dimana teman-temannya sedang bertugas.


Walaikumsalam.


Alhamdulillah, sehat. Kemana saja tidak masuk?,tanya Bony kepada Fahris yang terlihat berbeda malam ini.


Ada sesuatu yang harus saya urus,jawab Fahris tersenyum kepada mereka. Mengurus gadis mungilnya agar tidak lepas lagi,gumamnya dalam hati.


Ada yang kasmaran.


Semuanya menoleh kearah Bony. "Siapa Bon?",tanya Pak Umar.Fahris hanya bisa tersenyum mendengar candaan teman-temannya.


Siapa lagi,kalau bukan sigunung es?,ucap Bony. Fahris ini benaran,tanya mereka kepada Fahris. Udah jangan didengarin,sekarang kita harus patroli sebelum istirahat,ucap Fahris menghindar.


Oke, let's go.

__ADS_1


Kita beli cemilan sebelum beristirahat, ucap Agung.


Kalau udah menyebutkab kata cemilan Agung dan pak Umar udah paham. Itu adalah kata sandi mereka untuk melanjutkan penyeledikkan rahasia.Fahris,"apakah ini harus dilanjutkan?",tanya pak Umar.


Harus,pak.


Tempat itu tidak sengaja saya temukan. Fahris  memasang monitor kecil disamping mobilnya sebelum pergi berpatroli. Buka ponsel kalian, alat itu terhubung dengan ponsel kalian. Jika terjadi sesuatu kalian akan tahu keberadaan aku atau yang lainnya,ucap Fahris.


Dan alat ini akan merekam nomor KB kendaraan yang melintas,ucap Fahris. Kendaraan besar dan kecil sering memasuki gudang yang ada disana. Aku sudah mempersiapkan semuanya, pasangkan kamera kecil dari setiap kendaraan yang melintas disini, melalui nomor KB Mobil mereka.


Mau sepuluh maupun seratus kendaraan tetap harus dipasangi kamera.Aku sudah membiayainya secara pribadi.


Aku tak mau negara kita dirugikan oleh mereka yang ada didalam sana.


Ini kendaraan,yang hilang beberapa tahun yang lalu,ucap Agung saat melihat kendaraan terparkir didalam gudang.


"Apakah dirimu sudah mengerti?",tanya Fahris.


"Iya!",jawab Agung.


Besok kau harus masuk,aku akan memberikan salinannya hasil penyelidikanku dua minggu terakhir.

__ADS_1


"Kapan kamu melakukanmya?",tanya Agung.


Nanti aku akan ceritakan semuanya,tunggu saja ucap Fahris menepuk pundak Agung.


Fahris tidak lupa membelikannya cemilan dan minuman pesanan teman-temannya.Pak Umar sudah mengetahuinya,tanya Agung setelah melihat Fahris masuk kedalam mini market.


Tentu saja bapak tahu,karena aku atasannya. Anak ini tidak takut apapun, Itu yang membuatku salut padanya.


Mana minuman birnya,Agung pura-pura bertanya yang merasa heran melihat Fahris menenteng makanan ringan dan minuman kemasan.


Mulai sekarang aku harus berhenti mengkonsumsinya, ucap Fahris. Mengingat betapa sensitifnya hidung Nina dengan minuman baunya yang menyengat.Setelah ini hari-hariku akan indah bersamamu.Batin Fahris membayangkan manisnya kehidupannya bersama gadis mungilnya.


Mulai senyum-senyum lagi. "Ada apa,sih?", tanya Bony yang dari tadi penasaran melihat perubahan Fahris.


Sebulan lagi saya akan menikah,ucap Fahris memberikan kabar bahagia.


Benaran.


"Mengapa mendadak seperti ini?",tanya pak Umar memeluk Fahris. Saya tidak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya.Dulu,saya dengan terpaksa harus berpisah dengannya, karena kebodohan saya sendiri.


Dia masih sama tidak berubah. Sifat pengertiaan dan kasih sayangnya yang tulus masih aku rasakan. Aku yang meninggalkan luka untuknya,tapi ia mengikhlaskannya. Anak harus berbakit kepada orangtua, menuruti perintahnya banyak pahala yang didapat. Orangtua tidak mungkin menghadiahkan anaknya neraka,tetapi anak bisa membawa orangtuanya masuk neraka atau surga.

__ADS_1


Bagaimana gadis berusia empat belas tahun bisa berpikir luas dan mampu menasehati orang dewasa sepertiku. Aku menemukan kembali dia yang pernah aku lepas, ucap Fahris dengan menyeka airmata yang membasahi pipinya.


__ADS_2