CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 47


__ADS_3

"Gadis kecil yang dulu sering menggangguku, tidak lama lagi akan menjadi milikku.


"Sumpah dulu aku sangat jengkel dibuatnya, mengambil kasih sayang dan perhatian mama serta papa.


"Setiap liburan gadis kecil itu datang, mengambil mama dariku dan juga papa.


"Pada suatu hari, aku jatuh sakit dan hanya diam dikamar.


"Aku merasa dadaku terasa sesak seperti terhimpit beban yang sangat berat dan leherku terasa tercekik tali yang sangat kuat.


"Saatku membuka mata,gadis kecil itu tidur diatas ditubuhku,dengkuran kecilnya terdengar seperti nyanyian.


"Tak tega aku membangunkannya,ku elus kepalanya,sangat harum.


"Kakak, jangan tinggalkan Artami Itulah kicauan tidurnya.


"Suhu tubuhku yang panas,berubah menjadi hangat."Rasa benciku berubah menjadi rasa kasih sayang.


"Terima kasih Artami,telah hadir dalam hidupku.


"Aku mencintaimu,hai..,gadis kecilku,ucap Kinan dengan melihat foto Artami diponselnya.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Assalamualaikum,kak?"walaikumsalam, sayang.


"Masuk..!,sakit apa,bu?"ucap Kinan melihat kedatangan Artami.


"Ha... ha...ha..., kakak lucu,ucap Artami.


"Hehmmm....!,sakit rindu dan kangen,dok?


"Dokter tahu,apa obatnya?"Artami,memainkan stetoskop yang terkalung dileher Kinan.


"Mulai nakal..,kakak makan nanti?


"Ameh..,ucap Kinan dengan tersenyum lebar.


"Ini makan.., Artami meletakan rantang yang sudah ia siapkan dari rumah.


"Tadi Artami kekantor ayah dulu, membawakan makan siang untuk ayah, setelah itu Artami kesini.


"Sejak kapan Artami mengetahui makanan kesukaan,kakak?"tanya Kinan dengan mengelus pipi Artami.


"Kakak cepat makan,karena Artami mau pulang,untuk menghindari pertanyaan Kinan.


"Dari sekolah menengah pertama,Artami sudah bisa memasak.


"Ia lakukan itu semua demi sang ayah yang tidak terbiasa makan makanan luar,karena dari dulu ibu yang suka memasak untuk ayah.

__ADS_1


"Dan Artami sering mengirimkan makanan dirumah mama Ningsih,tanpa sepengetahuan Kinan dan menjadi makanan Favorit Kinan.


"Ngak mau, ucap Kinan!


"Kakak..!!,nanti kasihan pasiennya,ucap Artami.


"Kamu ingin menghindarkan dari kakak, bukan?


"Hari ini kakak lepaskan,kalau besok-besok jangan harap.


"Kakak horor."Kinan menghabiskan makanannya,karena pasiennya masih menunggu.


"Kinan mengantarkan Artami sampai keparkiran.


"Hati-hati dijalan sayang, Asslamu'alaikum?


"Walaikumsalam.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Sepasang mata melihat dengan geram kemesraan yang ditunjukkan Kinan dan Artami.


"Aku akan membuat perhitungan dengan perempuan rendahan itu.


"Lisa sengaja berjalan menunduk sehingga tubuhnya tersenggol oleh Kinan.


"Dr.Lisa apakah dirimu tidak bisa berjalan dengan benar,ucap Kinan kesal dan muak.


"Aku tahu Lisa.., kau sengaja memancing emosiku,gumam Kinan dalam hati.


"Maafkan aku Lisa tidak bisa membalas cintamu...,aku mohon jangan menggangguku lagu, Kinan mengatupkan kedua telapak tangan seperti orang yang sedang memohon.


"Lisa sangat kesal dan berlalu pergi meninggalkan Kinan.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Tok... tok.. tok..., bunyi sepatu mengema diseluruh ruangan dari langkah seorang wanita yang sudah tidak muda lagi,tetapi masih menyisakan gurat-gurat kecantikan diwajahnya.


"Wanita itu melangkah menuju tempat informasi.


"Selamat siang,mbak?


"Siang,ibu?"ada yang bisa kami bantu?


"Saya ingin bertemu dengan bapak Fahris Hendartono."Apakah beliau ada?


"Ada bu?"ruangan beliau pojok sebelah kanan.


"Terima kasih,mbak?

__ADS_1


"Sama-sama,bu?


"Jantung Irana berdebar-debar,saat berdiri depan pintu ruangan Fahris.


"Sudah belasan tahun tidak pernah bertemu.


"Apakah dia masih mengingatku?"batin Irana.


"Ia menjadi teman tidur Fahris saat masih sendiri.


"Tok.. tok... tok...


"Masuk, jawab Fahris dari dalam.


"Ceklek...gagang pintu diputar, sehingga pintu terbuka.


"Silahkan, masuk bu?"ucap Fahris tanpa melihat siapa yang datang,karena sibuk memeriksa berkas yang diatas meja.


"Hai, apakabar.., bolehkah aku duduk?"ucap Irana.


"Fahris meletakkan berkasnya setelah mendengar suara seseorang yang sudah lama ia tinggalkan.


"Irana..,ucap Fahris kaget dan langsung berdiri menghampiri Irana.


"Apakabarmu, Irana?


"Baik Fahris.


"Ada apa kau mencariku,tanya Fahris langsung pada intinya.


"Kamu tidak berubah Fahris sama seperti yang dulu.


"Memang sulit menaklukkan dirimu.


"Ada apa Irana,terus terang saja?


"Baiklah Fahris...,aku langsung berbicara saja. "Aku hanya meminta bantuanmu?


"Putriku sangat mencintai dokter ini,Irana memperlihatkan foto diponselnya,dia adalah anaknya Heru dan juga sahabatmu.


"Tapi wanita ini merusak menghubungan mereka,ucap Irana dengan memperlihatkan foto Artami.


"Kau dan putri sama saja,memaksakan kehendak.


"Kalau dirimu sangat menyayangi anakmu, selidiklah dulu, baru memutuskan.


"Aku meminta kau keluar dari ruanganku, ucap Fahris.


"Dengan berat hati,Irana keluar dari ruangan Fahris.

__ADS_1


"Dengan pikiran yang tidak menentu.


__ADS_2