CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 16


__ADS_3

"Pulang Dan Lamaran 2"


Akhirnya aku sampai juga,kekota ini lagi. Kota dimana aku menemukan cintaku, cinta gadis sederhana yang gigih dalam mempertahankan harga diri dan prinsip hidupnya.Ia manja dan lembut sekaligus tegas jika ia tidak menyukai sesuatu yang membuat orang lain tersakiti. Sepuluh tahun kami terpisah tanpa mencari tahu kehidupan masing-masing. Sekarang ia berada dalam pelukkanku, dalam genggamanku yang tidak akan pernah aku lepas sampai ajal yang memisahkan kami.


Bangun kita sudah sampai,sayang.Ucap Fahris yang melihat Nina masih tertidur dalam pangkuannya. Ia cemburu kepada salah satu penumpang yang mengedipkan matanya kepadaku. Sehingga selama perjalanan ia duduk dipangkuanku sampai ia tertidur,sehingga wanita itu tidak berani menggangguku dengan tingkah genitnya.


Bangun sayang,kita sudah mendarat,ucap Fahris mengecup pipi Nina dihadapan banyak penumpang yang mulai antri mau turun.


Nina menggeliat dan membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk keretinanya. Sudah sampai, males banget mau turun,ucapnya yang kembali merebahkan kepalana kedada bidang Fahris.


Kamu mau kita tidur didalam pesawat,mereka pasti sudah menunggu,sayang. Baiklah, ujar Nina turun dari pangkuan Fahris dan meminta Farhris untuk meluruskan kakinya, membuat Fahris terkejut dengan perhatian yang Nina berikan.


Mas,luruskan kakinya sayang. Pasti capek banget karena ulah Nina, ucap Nina dengan senyum manisnya.


Tidak usah,sayang. Mas tahu dan mengerti perasaan kamu. Mas ikhlas,karena ada wanita yang sangat mencintai mas dengan tulus, ucap Fahris yang memegang tangan Nina ketika ingin menyentuh kakinya.


Orang-orang yang melihat keduanya merasa terharu akan ketulusan keduanya sebagai pasangan kekasih.


Mereka berdua berpegangan tangan saat masuk ruang kedatangan penumpang. Dari kejauhan Nina melihat Kia dan Jeslyn, yang datang menjemput.


"Kak Jeslyn..?".


Itu kak Nina sama mas Fahris, ujar Kia melihat keduanya dari luar. Sombong,mereka pegang tangan, ucap Kia.


Emangnya mas Fahrismu akan melepaskannya begitu saja,dia sudah menunggu sepuluh tahun,mengejar kakakmu,tukas Jeslyn.


"Hai,....?'.Jeslyn dan Kia berlari mendekati Nina dan langsung berpelukkan


"Selamat datang, calon pengantin?', auranya sudah kelihatan mau jadi pengantin, ucap Jeslyn.


"Terima kasih". Ucap Nina membalas pelukan Jeslyn


Kak Nina. Kia juga  merindukan kak Nina,ujar Kia yang juga tidak mau kalah dengan Jeslyn.


Pak Fahris mau saya peluk,juga?,tanya Jeslyn dengan merentangkan tangannya siap mau dipeluk Fahris.


Ogah. Sudah tidak gadis lagi dan juga sudah jadi emak-emak pakai daster,ucap Fahris dengan menepis tangan Jeslyn.


Pak Fahris pelit,saya hanya coba. Mana yang enak, pak Fahris atau Hendra.Ujar Jeslyn.


Ngak mau.


Dasar ganjen,jawab Fahris dengan menyentil dahi Jeslyn.


Kia tidak rindu sama mas?, kasihan banget mas dianggurin,ucap Fahris saat merentangkan kedua tangannya. Rafi dengan sigap menarik Kia dan menggantikan Kia untuk dipeluk Fahris.


Ada pawangnya,ucap Fahris melepaskan pelukannya dengan Rafi.


Dia calon istri gue,enak aja lo main peluk,cium tangan saja,ucap Rafi cemburu.


Lo, ngak perlu cemburu, gue udah dapat kakaknya,ucap Fahris.


Sampai kapan,kalian berdebat disini,tanya Nina yang melihat sifat kekanak-kanakan keduanya.


Mas Fahris langsung menginap dihotel, tanya Nina dengan wajah lesunya.


Iya.


Kalau kangen kita video call saja,ucap Fahris dengan merangkul pundak Nina dan berjalan menuju tempat parkir.


"Bagaimana kalau kita kehotel,tempat pernikahan dan resepsi, kalian yang persiapannya hampir tujuh puluh persen, Ucap Rafi.


"Oke.

__ADS_1


Kalau gitu kita let's go.


Setelah satu jam akhirnya mereka sampai juga dihotel,tempat pelaksanaan pernikahan dan resepsi,Nina dan Fahris.


"Selamat sore, Pak?", sapa resepsionis.


Sore.


Saya mau bertemu dengan mbak Mira manager hotel,ucap Hendra.


Duduklah, jangan stress?,ucap Fahris kepada Nina.


"Mas, apakah kita menikah dihotel ini?",tanya Nina yang kagum melihat interior hotelnya.


"Iya, kenapa?",tanya Fahris.


Mewah banget, nanti uangnya mas habis. Kita cari tempat lain saja mas,yang lebih murah. Ucap Nina dengan wajah cemas.


Jangan dipikirkan.Mas, ikhlas memberikan semuanya, untuk Nina asalkan Nina tidak meninggalkan mas.Ucap Fahris mengacak rambut dikepala Nina.


Masih lama?,tanya Fahris kepada Hendra.


"Bagaimana kalau kita kecafe?",kita isi amunisi dulu manager hotelnya datang,ujar Hendra.


"Oke, kita isi amunisi dulu?", ucap Rafi mengandeng tangan Kia,masuk kecafe.


"Hiihii,udah kebelet, tuh?', ujar Jeslyn menggoda keduanya.


Itu semua gara-gara, mereka berdua,ucap Rafi yang membuat semuanya tertawa.


"Mas,Nina kelaperan?",pinta Nina dengan tingkah manisnya.


"Iya, kita pesan makanan pas udah dapat kursi untuk duduk, ujar Fahris dengan merangkul pinggang Nina berjalan memasuki cafe.


Kebiasaan,lo Nin. Kalau udah kelaparan banget baru mau makan,ujar Hendra.


Calon istri gue, Lo marah-marahin?,bela Fahris.


Gue bukannya marah,tapi mau kasih tahu,lo.Nina itu suka nahan laper,kalau udah ngak tahan baru ia ngomong,ujar Hendra. Pak Fahris harus lebih memperhatikannya,kadang-kadang Jeslyn kesal sama Nina karena sering telat makan,tambah Jeslyn.


Nina sebentar lagi akan jadi tanggung jawab pak Fahris,saya menceritakannya, agar pak Fahris lebih tegas lagi sama Nina untuk memperhatikan kesehatannya.


Saya sangat bahagia Nina bisa bersama dengan cinta pertama yang telah lama ia nantikan,ucap Jeslyn dengan mata yang mulai berembun.


Nina hanya menunduk takut Fahris marah padanya. Fahri menggenggam tangan Nina,mengangkat dagunya untuk dapat melihat wajahnya yang cemas.


Jeslyn benar.


Kalau kamu tidak bertemu dan bersahabat dengan Jeslyn,Hendra dan Rafi. Mungkin kita berdua tidak bisa bersama.Aku berterima kasih kepada kalian mau menjaga Nina dari susah sampai ia senang,ucap Fahris memeluk mereka semua.


Mereka berhenti terharu saat pesanan makanan mereka datang.


Akhirnya pesanan mereka datang juga. Melihat nasi goreng Nina ada jeroannya, Nina menolak untuk memakannya dan memberikannya pada Fahris.


"Mas, nasi gorengnya ada jeroan,Nina ngak suka, ujar Nina dengan menggeserkan piringnya kearah Fahris.


Udah, sini kita tukar saja nasi gorengnya,ucap Fahris menukar nasi gorengnya dengan Nina.


Kia, tertegun melihat sikap manja kakaknya.Mas, Fahris Sabar banget menghadapinya.


Kak Nina yang galaknya tidak ketulungan, bisa selembut ini,sungguh pemandangan yang sangat indah.


Kia, tersenyum-senyum melihat tingkah sang kakak.

__ADS_1


"Kia, ada apa?",tanya Nina kepada adiknya.


Lagi bayangin jika  Kia sama kak Rafi, bisa gituan juga,ucap Kia.


Setelah satu jam mereka makan,kembali bersiap-siap menuju hotel untuk bertemu dengan sang manager.


Sudah selesai?,tanya Hendra.


"Sudah?".


Kita sudah ditunggu-tunggu manager diruangannya.


Nina,merasa agak sedikit aneh dengan sikap Fahris,yang tidak melepaskan gengaman tangannya,seperti orang yang takut akan kehilangan.


Kita harus cepat, karena sekarang waktu sudah menunjukan Pukul,18.00.


"Iya, yang udah kebelet, ujar Jeslyn menggoda keduanya.


Mereka mengikuti arahan yang ditunjukkan pelayan menuju ruangan manager.


Tok.... tok.... tok....


Iya. silahkan masuk, sahut manager dari dalam.


Halo, pak Hendra.


"Selamat malam,bu Mira.


Selamat malam,bu.


Saya Fahris dan ini calon istri saya,Nina.


Mira.


Setelah membicarakan semuanya,mereka menuju kamar tempat mereka menginap.


Ini adalah 10 kamar yang bapak pesan termasuk untuk malam ini, jelas Mira kepada kliennya.


Iya.


Yang disini kamar pengantin "Doubel Room"


Ini kamar kita,ucap Fahris dengan mengangkat kedua alisnya yang ia tujukan pada Nina.


"Silahkan dilihat,pak?", ucap Mira.


Setelah melihat kesiapan kamar dan tempat mereka untuk mengadakan acara nikah dan resepsi, sudah rampung.


Nina pamit pulang kerumah kepada Fahris.


Mas, ngak apa-apakan tinggal dihotel sendirian. Nina mau bertemu sama bapak dan ibu, Nina rindu rumah dan kamar,Nina.


Tidak apa-apa,sayang. Nina masih begelayut dipelukkan Fahris,merebahkan kepalanya didada bidang Fahris.


"Sudah?",tanya Fahris.


"Ehm?".


Mas antar sampai kedepan.


Rafi,hati-hati bawa mereka berdua,pesan Fahris kepada Rafi.


"Iya.

__ADS_1


Setelah Nina berlalu pergi,Fahris kembali kekamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2