
"Asyik sampai juga."Masih sama seperti yang dulu,tidak ada yang berubah,ma."Ucap Artami kepada mama Ningsih.
"Apakah dirimu menyukainya, nak?
"Iya,ma?Artami sangat suka."Dari sahabat ayah, hanya aku anak perempuan satu-satunya.
"Anak papa Heru dan mama Ningsih ada dua Kak Kinan dan kak Tito,anak papi Wildan Mami Tuti ada tiga,kak Dedy, kak Fery dan kak Toni.'Sedangkan papa Raska dan mama Rahma mempunyai dua orang yang sudah menikah kak Pendi dan kak Danang.
"Jadi,aku adalah seorang Putri."Semenjak Kepergian ibu,mereka tidak pernah memutuskan tali silahturahmi.
"Aku sudah tahu papa Heru sudah meminta kepada ayah untuk menjadikan aku menantu dikeluarganya.
"Kita tidak boleh memaksa mereka berdua, seandainya mereka berdua sudah mempunyai pilihan masing-masing,kita harus merestuinya."Aku tidak ingin apa yang aku alami dulu, terjadi kepada mereka berdua, ucap ayah.
"Tentu saja, aku setuju, sahut papa Heru.
"Kak Danang,mbak Kiran dimana?"tanyaku karena mbak Kiran sedang hamil besar.
"Kak Danang mengapa mbak Kiran dibiarkan jalan sendiri, kalau terjadi sesuatu kepada keponakkanku, aku akan membenci kak Danang.
"Sudahlah jangan bertengkar,ucap Kiran menengahi.
"Mbak Kiran duduk manis saja, biar Tami yang melakukan semuanya.
"Thank you,adikku sayang, ucap Danang yang mengingatkannya akan tante Nina yang menyukai anak-anak.
"Aish...maunya."Ahaha...
"Aih, princess tante?"Artami paling tidak suka dicium pipinya,kalau dicubit boleh,mereka sudah tahu aturan itu.
"Kak Pendi, Tami langsung mencium punggung tangan Pendi.
"Apakabar,dek?"lenganmu sudah sembuh.
"Alhamdulillah sehat, sudah tetapi belum boleh dipukul.
"Aih...cantikku apakabar.
"Baik kak Dina, makin seksi.
"Sudah datang semua?"tanya mbak Dina padaku.
"Sudah,tapi lagi pada keluar."Kamu ngak ikutan keluar Tami,tanya mbak Kiran kepadaku.
"Ngak,masih capek,mbak.
"Tidak lama mereka berlima,masuk kedalam villa.
__ADS_1
"Sudah puas jalan-jalannya,tanya kak Pendi kepada mereka.
"Artami....kamu mau kemana,duduk kemari, perintah kak Tito.
"Keatas dulu,kak?"seluruh tubuh Tami, bau masakkan.
"Kasihan Zahra,ucapku karena takut dia sakit.
"Aku berlalu meninggalkan mereka dan menuju kamar atas.
"Sampai kapan kalian main diam-diaman.
"Maksud kalian apa?"tanya Kinan agak sedikit bingung.
"Artami kemari, panggil kak Dedy.
Baru saja Tami ingin melangkah mendekati mereka,tiba-tiba suara bel rumah berbunyi "Ting.. tong.. ting.. tong..
"Tami keluar untuk melihat siapa yang datang bertamu.
"Saat pintu terbuka, Tami terpaku melihat wanita cantik berdiri didepan pintu.
"Ada yang bisa saya bantu,mbak?"tanyaku kepada wanita ini.
"Perkenalkan nama saya Lisa Andriani.
"Apakah ini benar villanya Kinan Hermawan?
"Iya.saya pelayannya.
"Silahkan masuk mbak, mereka sedang berkumpul diruang keluarga.
"Artami, membawa Lisa menuju ruang keluarga.
"Melihat Artami membawa seseorang,semua bertanya siapa wanita ini?
"Inikan cewek yang dijalan tadi,batin Fery sambil melihat wajah Tami yang datar.
"Aih, Kinan!"Aih Lisa."Didepan keluarga Kinan, Lisa mengecup kedua pipi Kinan, yang membuat seluruh keluarga kaget.
"Semua keluarga terperangah melihatnya.
"Tetapi Artami, masih tetap tenang Dan terkesan cuek.
"Mama Ningsih,geram melihat sikap perempuan yang tidak memiliki rasa malu ini.
"Ma...?"Perkenalkan teman Kinan,ucap Kinan"Ningsih terpaksa menjabat tanga Lisa.
__ADS_1
"Lisa,tante?
"Artami kemarilah,nak?"Nanti saja, ma? "Artami mau menemui lelaki-lelaki yang sangat tampan disana.
"Artami menunjuk kearah halaman belakang villa.
"Artami menemui empat sahabat yang sedang berbincang.
"Aih, lelaki-lelaki tampanku?"aku datang untuk merayu kalian.
"Hahahah.......
"Apakah Tami sudah kelihatan nakal?"tanya Tami kepada mereka berempat.
"Mereka berempat kompak menggelengkan kepala,karena tidak setuju.
"Dasar lelaki-lelaki hidung belang?"ucapku.
"Ah.. aku kalah, ayah?
"Sekarang lelaki tampanku mau minum, apa?
"Tanyaku menawarkan diri.
"Buatkan kami kopi panas beserta cemilannya.
"Siap komandan,prajurit akan melaksanakannya.
"Artami meninggalkan mereka dan menuju arah dapur untuk membuat minuman.
"Apakah ini caramu, untuk menghindariku.
"Artami tidak menanggapi,ucapan Kinan yang menghadangnya menuju arah dapur.
"Sudahlah,aku membuat mereka minuman.
"Kinan menatap Artami yang diam,wajahnya menyimpan gurat kesedihan.
"Kinan mengecup bibir Artami, sedikitpun Tami tidak membalasnya.
"Jangan ajarkan Artami menjadi perempuan murahan,mas."Airmata Artami akhirnya jatuh membasahi pipinya.
"Bukankah mas yang berkata, kalau Artami perempuan murahan,buta karena cinta, menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya.
"Jadi, jangan membuat Artami Seperti ini lagi,
Artami berlalu meninggalkan Kinan yang masih berdiri mematung,mencerna apa yang diucapkan Artami.
__ADS_1