CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 38


__ADS_3

"Semua keluarga berdatangan dan para sahabat.


"Melihat Fahris duduk disudut dinding dengan darah masih ditangan yang mulai mengering.


"Fahris,sayang?"mama Tarti mendekati putranya,yang sangat membutuhkan dukungan.


"Mama Tarti memeluk putranya.Fahris menumpahkan semua kesedihannya,ia kembali menangis,menunjukkan kelemahannya kepada sang mama.


"Ma....


"Fahris harus berbuat apa, ma?"Fahris sangat letih,ma?"bantu Fahris, ma?


"Bertanyalah, ma?"sampai kapan mereka menyiksa istriku, yang didalam sana,ma?


"Ninaku, sangat mungil, ma?"bagaimana benda itu menusuk tubuhnya yang lemah.


"Berapa lama istri dan anakku berada disana?


"Sabar, nak?"Berdo'alah untuk istrimu.


"Sekarang kita bersihkan terlebih dahulu tanganmu.


"Fahris berusaha berdiri dengan sisa-sisa tenaganya yang masih ada.


"Fahris pergi ketoilet ditemani Wildan,semua berjaga-jaga kalau tiba-tiba Fahris berbuat nekat.


"Fahris mencuci kedua tangannya dan membersihkan wajahnya.


"Tatapan yang kosong,ia melangkah dengan gontai tidak memperdulikan orang-orang disekelilingnya.


"Memijit kepalanya yang terasa pusing. "Ia memejamkan matanya untuk mengurangi rasa sakit dikepalanya.


"Saat ia hampir terjatuh, cepat-cepat Heru memegang tubuh Fahris.


"Lepaskan, jangan sentuh aku muak melihat kalian semua.


"Plak...


"Tamparan keras dari pak Joko,tidak membuat Fahris bergeming, dia terus melangkah duduk dikursi tunggu didepan ruangan operasi.


"Hampir dua jam belum juga ada yang keluar dari ruangan itu."Tidak lama kemudian datang dua orang perawat membawa alat inkubator.

__ADS_1


"Suami dari Nyonya Nina,tanya salah satu perawat.


"Saya, masuk pak?"yang lain belum diizinkan masuk.


"Airmata Fahris tumpah tak kala melihat perempuan yang sangat ia cintai terbaring tidak bergeming.


"Tubuhnya yang mungil dikelilingi alat-alat medis yang menancap ditubuh istrinya.


"Fahris Miris melihatnya.


"Fahris melihat alat patient monitor yang mengeluarkan suara dentingan, yang memperlihatkan angkatnya yang turun dan naik.


"Garis yang bergelombang yang mengatakan, hai Fahris Ini detak nyawanya istrimu.


"Fahris keluar dari ruangan tanpa suara, dunia yang dilihatnya semuanya berputar-putar, yang terdengar ditelinganya hanya suara denting alat pemacu jantung.


"Fahris memukul dadanya yang terasa sesak.


"Wildan menyanggah tubuh Fahris agar tidak jatuh menyentuh lantai,Fahris sudah tidak sadarkan diri.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Dokter berbicara kepada Pak Joko tentang kondisi menantunnya.


"Sedangkan cucu bapak harus tetap tinggal dirumah sakit didalam inkubator,karena berat badannya belum mencukupi.


"Kita tunggu sampai nanti malam untuk melihat perkembangan kondisi menantu bapak.


"Berdo'a dan ikhlaskanlah.


"Hati Pak Joko hancur, bagaimana dengan putranya,sanggupkah ia bertahan, setidaknya demi sang anak.


"Langkahnya terasa lemah, melihat keadaan ini.


"Bagaimana,pak?"tanya mama Tarti kepada suaminya.


"Kita harus mengikhlaskannya,kalau malam ini tidak ada perkembangan,alat yang membantu detak jantung Nina akan dilepaskan.


"Itu bohong,semua kaget melihat Fahris sudah berdiri dibelakang mereka.


"Sabar,dirimu harus ikhlas melepaskannya, nak?

__ADS_1


"Kalian memang tidak menyayangiku, Coba saja dulu kalian menerima pilihanku.


"Aku tidak akan kehilangan Nina, sampai saat ini.


"Yang ada dipikiran kalian hanya bibit, bobot, bebet,yang tidak aku mengerti sama sekali.


"Apa yang kurang dengan, Ninaku?


"Yang dimiliki Ninaku hanyalah kemiskinan.


"Mata Fahris nanar melihat kedua orangtuanya.


"Saat Pak Joko ingin mengangkat tangannya, Fahris menahannya.


"Papa tidak perlu menjatuhkan tangan lagi, cukup papa ambil senjata, letakkan dijantung Fahris.


"Dijantung Ini masih ada sisa proyektil yang tidak bisa diangkat,hanya tinggal menunggu waktu.


"Tangan pak Joko gemetaran setelah mendengar ucapan Fahris


"Pak Joko dan istrinya tidak percaya dengan apa yang telah didengar.


"Fahris pergi berlalu meninggalkan orang tuanya.


"Fahris menuju kamar bayi untuk melihat putrinya,yang tinggal didalam kotak yang sempit bernama inkubator.


"Tunggu disana, ayah mau melihat ibu.


"Ruang ICU.


"Assalamualaikum,cantik.


"Apakah dirimu ingin tidur?"katanya dirimu tidak bisa tidur kalau belum melihatku.


"Menurut mama putri kita cantik.


"Aku tidak bisa melihatnya, Karena tubuhnya sangat kecil.


"Bangunlah sayangku,gadis mungilku.


"Fahris terus memanggil nama istrinya.

__ADS_1


"Karena letih Fahris tertidur dengan tetap mengengam tangan Nina.


__ADS_2