
"Setelah Kepergian Irana, tiba-tiba dada Fahris terasa nyeri,cepat-cepat ia mengambil obat dan meminumnya.
"Keringat sebesar buliran jagung keluar bercucuran yang membasahi pakaiannya.
"Fahris mengambil ponselnya menghubungi dokter keluarganya untuk datang kekantor.
"Remon,bisakah kau datang kekantor, dada gue nyeri banget.
"Oke,sebaiknya dirimu berbaringlah atur nafasmu?"ucap Remon.
"Buka sedikit ruanganmu,agar ada udara yang masuk.
"Ku pejamkan mataku,untuk merasakan rasa sakitku.
"Kalau sudah seperti ini,aku akan teringat Nina.
"Dia akan selalu disampingku,merasakan belaian lembut tangannya dipipiku.
"Aku tidak akan pernah mengantikan jantungku dan juga hatiku,karena aku tidak ingin kehilangan dirimu.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Apakah kau merindukanku?
"Hehm.., Nina... ucap Fahris dengan merengkuh tubuh Nina kedalam pelukkannya.
"Terasa hangat saat memelukmu.
"Jangan jauh-jauh dariku, aku masih ingin memelukmu,sudah mas ini sangat geli.
"Fahris mencium tengkuk ,leher dan pindah kebibir.
"Putri kita menunggumu,kembalilah?
"Tidak lama lagi kita juga akan bersama-sama.
"Aku tidak jauh dari sini, aku akan menantimu.
"Kembalilah sayangku....,kembalilah.
__ADS_1
"Aku masih ingin memelukmu,aku belum puas, sebentar lagi.
"Jangan nakal,nanti aku akan memberikannya lagi.
"Kembalilah sayang..,putri kita memanggilmu?"bayangan Nina memudar menghilang, berganti dengan suara seseorang yang sedang menangis.
"Ayah...?"bangunlah...?"jangan tinggalkan Artami sendirian.
"Opa dan Oma juga sudah tiada,kalau ayah juga pergi,Artami harus tinggal dengan siapa?
"Fahris tersenyum mendengar ucapan putrinya?"mengapa tidak ku kerjain sekalian, Fahris.
"Tinggal saja bersama-sama Kinan?
"Artami kaget mendengar suara ayahnya?
"Alhamdulillah....,Ayah sudah sadar?"ucap Artami karena bahagia.
"Ayah...?
"Hhem...
"Apakah Artami sangat mengkhawatirkan, ayah?"tanya Fahris kepada putrinya.
"Tentu saja ayah,karena ayah sekaligus ibu untuk Artami putrimu.
"Kalau Artami kehilangan ayah sama juga Artami kehilangan ibu.
"Hiks.. hiksss....,Artami menangis dihadapan sang ayah yang terbaring diranjang rumah sakit.
"Jangan pergi,ayah...???
"Artami akan menuruti semua kata Dan keinginan,ayah?"asalkan ayah sehat dan jujur padamu Artami kalau ayah merasa sakit.
"Fahris bisa merasakan Kekhawatiran dan kegelisahan putrinya,itu dimanfaatkan Fahris meminta putrinya untuk segera menikah.
"Benarkah,nak...??"janji sama ayah,kalau Artami tidak akan membantah keputusan, ayah.
"Iya..?"Artami janji,menerima semua keputusan ayah,asalkan ayah tidak meninggalkanku,karena Artami belum siap kehilangan ayah.
__ADS_1
"Menikahlah dengan Kinan dalam waktu dekat ini,ayah tidak ingin ada penundaan, karena papa Heru sudah melamarmu,untuk Kinan.
"Dan ayah sudah menerimanya,pergilah kekamar ayah,didalam lemari ada sebuah laci kecil.
"Didalamnya terdapat sebuah kotak coklat, ada pesan ibumu disana untuk putrinya, yang tidak pernah ia lihat seperti apa wajahnya.
"Kuncinya diatas meja rias ibumu,yang berinsial "FANIAR"(Fahris,Nina,Artami).
"Artami menerima Keputusan,ayah untuk menikah dengan kak Kinan.
"Masuklah kalian semua,putriku menerimanya.
"Aku melihat kebelakang, ternyata sahabat-sahabat ayah sudah berdiri didepan pintu, mereka mendengar semua pembicaraan antara aku dan ayah.
"Mereka adalah saksi cinta antara ibu dan ayah.
"Jika salah satu diantara mereka mendapat musibah,maka mereka secara bersama-sama saling membantu.
"Aku tidak melihat Kak Kinan diantara mereka.
"Apakah kau mencarinya,tanya papa Heru padaku.
"Dia ada disana,nak?"Heru menujuk kearah pintu.
"Artami melangkah keluar dan melihat Kinan berdiri didinding tembok kamar ayah, ia tersenyum lebar dengan merentangkan kedua tangannya.
"Artami memeluk Kinan dengan erat karena bahagia.
"Aku mencintaimu,kak?"ucap Artami dengan menyandarkan kepalanya didada bidang Kinan.
"Itu sudah lama,hanya saja kakak tidak menyadarinya.
"Terima kasih mau menunggu kakak.
"Iya, Artami mau pulang, kakak ikut, yah?
"Baiklah..
"Mereka berdua bergandengan tangan dengan mesra.
__ADS_1