CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
"BAB 8"


__ADS_3

"Pertemuan Kedua"


"Jo... bantuin gue?",teriak Fahris melihat Nina yang tiba-tiba pingsan.


Jojo terperangah melihat adegan antara Fahris dan Nina.


"Nin...Nina sayang bangun,jangan membuat mas panik seperti ini, ucap Fahris sambil menggendong Nina menuju kamarnya.


"Jo.... teriak Fahris?",Fahris kesel melihat Jojo diam saja.


Jojo baru tersadar dari lamunanya,setelah mendengar teriakkan Fahris.


Tolong bukakan pintu kamar gue,perintah Fahris.


"Mengapa dia,pingsan?",tanya Jojo bingung.


"Mengapa dia makin bertambah berat,dulu tubuhnya ringkih banget?", ucap Fahris.


Jojo hanya terdiam mendengar clotehan Fahris.


Fahris meletakkan tubuh Nina diatas tempat tidur.


Fahris duduk disisi tempat tidur dengan menatap lekat wajah Nina.


Ngak akan ku lepaskan dirimu untuk yang kedua kalinya.


Jojo menepuk-nepuk pundak Fahris. Gue bukan obat nyamuk, ucap Jojo kepada sahabatnya Fahris.


Gue butuh penjelasan.


"Mengapa lo menatap gue dengan tatapan yang tajam kayak gitu?",tanya Fahris.


"Mau, lo apakan ini perempuan?",tanya Jojo agak sedikit,bingung.


Mau gue nikahin besok, ucap Fahris kesel. Fahris memanggil pelayan hotel untuk mengambil barang-barang Nina dikamarnya dan memindahkannya dikamar Fahris.


Pelayan merasa keheranan,tetapi tidak berani bertanya.


"Fahris,lo udah gila?",ucap Jojo.


Biarin,demi dia gue rela gila.


Gue tahu lo pasti penasaran,nanti gue ceritain sama lo,setelah ia sadar.


Gue sangat rindu dengan dia,Jo.Sangat,jo dan sangat rindu,ujar Fahris.


Jojo,melihat ada keceriaan diwajah Fahris,senyum itu kembali mengembang.


Cepatlah sadar sayang, kau tahu jantungku berdebat sangat kencang.


Coba kau rasakan ini, Fahris meraih tangan Nina dan meletakannya didadanya.


"Nina.. ada dimana?",tanya Nina yang merasa heran dengan suasana kamar yang berbeda.


Nina melihat disekelilingnya dan merasa aneh ini bukan kamarnya.Ia merasa ada seseorang yang menggengam tangannya.


Mas Fahris, "mengapa bisa ada disini?",tanya Nina heran.


Mas, menculik Nina,yah. Ini bukan kamar Nina, ucap Nina.

__ADS_1


Kalau banyak bicara,mas kecup tuh bibir manisnya,ancam Fahris.


Nina buru-buru menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Anak pinter?",ucap Fahris. Mas, Nina bukan anak SMP lagi. Ujar Nina kesal.


Tahu.


Tapi, bagi mas,kamu tetap gadis mungil,Fahris menjentik dahi Nina.


Kebiasaan.


Ini sakit mas,ucap Nina.


Biarin.


Fahris mengecup bibir yang sejak tadi mengeoceh seperti burung.


Nanti, Nina ngak bisa Pinter lagi, mas.


"Ah... ada pak Jojo?",berteriak kaget, berarti pak Jojo lihat mas Fahris kecup bibir, Nina.


Nina menunduk malu karena pak Jojo melihat semuanya.


Pak Jojo sejak kapan berdiri disini, tanya Nina.


Sejak Neng Nina pisang sampai pria itu buat saya jadi nyamuk menyaksikan kalian bermesraan, tukas Jojo.


Nina, mau kekamar Nina aja. mau ganti pakaian,ucap Nina mau beranjak dari atas tempat tidur.


Tuh kopernya,jawab Fahris dengan menunjukan kopernya disudut kamar.


Mas yang memindahkan semuanya.Nina, mau bicara sama manajernya,ucap Nina mau menghindar.


Udah pulang orangnya,jawab Fahris.


"Mengapa mas bisa tahu?", tanya Nina.


Jojo mengasih kode pada Nina. Kalau itu Aden pemilik hotel.


"Kenapa?",udah tahu tanya Fahris.


Nina menganggukan kepalanya.Sekarang,Nina tidur lagi,udah ngak ngantuk.


"Fahris,gue pulang?",pamit Jojo.


Terima kasih,Jo besok gue ceritain,ucap Fahris sebelum menutup pintu kamar.


Iya, gue tunggu.


Fahris sampai lupa,kalau masih ada Jojo disana.


Nina tertidur dipelukkan Fahris.Wajahmu tetap sama seperti yang dulu,bedanya sekarang udah bisa menggunakan alat kecantikan.


Nina membuka matanya,dan kembali menarik selimutnya ketika merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya, walaupun matahari telah memperlihatkan sinarnya,tapi hawa dingin masih tetap terasa.


"Masih terasa dingin?",tanya Fahris.


Sedikit,jawab Nina yang terus memperhatikan wajah Fahris.

__ADS_1


"Ada apa, masih ngak percaya?",tanya Fahris.


Nina menganggukan kepalanya.Fahris kembali mengecup bibir Nina, karena merasa sangat gemes melihat tingkah manja,Nina.


Hampir saja ia kehilangan Nina lagi,karena Nina tidak mau kembali padanya.


Nina tidak mau merusak pernikahanku, karena kehadirannya dikota ini.Sangat susah merayunya,sikapnya masih sama seperti yang dulu.


Karena selalu menghindar, ku kecup saja bibirnya agar tidak lagi berbicara.


"Kruukk...?",perut Nina berbunyi.


"Laper, mas?",ucap Nina dengan wajah memelas.


Mandi dulu sebelum keluar, perintah Fahris.


Setelah membersihkan keduanya keluar dengan bergandengan tangan.


"Romy...?",panggil Fahris.


Iya, pak.


Siapkan sarapan pagi untuk saya dan calon istri saya.Semua karyawan yang mendengarnya,merasa sangat kaget dan mematuhi apa yang diperintahkan.


"Baik, pak?".


"Mas.....?",panggil Nina.


"Apa...mau lagi?",tanya Fahris.


"Ngak?",tolak Nina. Bisa-bisa,Nina mati kehabisan oksigen.


Pinter,anak manis dengan mengangkat kedua alisnya.


"Mas....?",Nina mau pipis.


Jangan lagi, nanti Nina ngompol disini.


Itu Toiletnya.Ucap Fahris yang ikut mengantar.


"Mas... pergi deh,Nina malu ditungguin?",pinta Nina memelas.


"Apa mau mas tungguin diluar atau ikut masuk?", tanya Fahris memberi pilihan.


Semua yang mendengar hanya bisa tersenyum,karena baru kali ini bos mereka bisa tersenyum lebar.


Nina,ngak akan kabur,mas. Pinta Nina yang tidak digubris Fahris.


Satu, Fahris mulai mendekati wajah Nina dan melihat kearah bibirnya.


Nina tahu pasti Fahris akan mengecup bibirnya lagi dihadapan banyak orang.


"Baiklah!",gumam Nina yang masih didengar Fahris.


Cepat, perintah Fahris.


Dasar suka maksa.Nina masuk ketoilet dengan mengerutuh, karena ulah Fahris.


Fahris tersenyum bangga,karena berhasil mendapatkan kembali orang yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Terima kasih,ya Allah".


__ADS_2