
"Kinan mencium pucuk kepala Artami,setelah Itu dahi lanjut kedua mata, pipi dan hidung.
"Ia ingat pesan dokter,kalau dalam rongga mulutnya masih terasa dingin,aku harus berusaha untuk membuatnya hangat.
"Kinan mencium bibir Artami dengan lembut dan berusaha membuka mulutnya.
"Tetapi saja masih terasa dingin.
"Kinan melepaskan pakaian Artami dan juga dirinya,lalu menyelimuti tubuh mereka berdua.
"Kinan merasakan tubuh Artami yang terasa dingin.
"Ya,Allah?"mengapa bisa seperti ini?
**//**//**//**//**//**
"Ibu....?"panggil Artami saat melihat ibunya yang duduk dikursi taman.
"Assalamu'alaikum,cantik putri ibu?
"Mengapa ibu sendiri?"ibu mau bertemu dengan Artami.
"Tidak...?"aku sedang menyaksikan proses ijab Kabul putriku.
"Dia sangat cantik,walaupun masih tertidur.
"Bu...?"ini aku putrimu,ucap Artami.
"Kalau kau putriku,lalu siapa yang terbaring diatas tempat tidur itu?
"Artami menoleh mengikuti arah telunjuk ibunya.
"Ia sangat terkejut melihat perempuan yang terbaring diatas tempat tidur.
"Sangat mirip denganku.
"Itukan tubuhku,lalu mengapa aku ada disini.
"Mengapa semua orang menangis?
"Kak Kinan...!"jangan menangis, ini aku?
"Mengapa kalian semua menangis,aku ada disini.
"Jangan menangis,nak?"lihatlah ditempat tidur itu,Kinan menunggumu.
"Apakah dirimu tidak kasihan melihat ia dalam kesedihan.
"Kembalilah,sayang?"suamimu menunggu dirimu kembali.
"Ibu akan selalu mendo'akanmu,nak?
__ADS_1
"Taman ini bukan untukmu, tetapi untuk ibu dan ayah.
"Mari,sayang ibu antar pulang?
"Tetapi,aku masih merindukan,ibu?
"Tidak untuk saat ini,sayang?
"Pulanglah,ikuti cahaya itu.
"Baiklah,ibu?"Artami pulang.
"Assalamualaikum,ibu?
"Walaikumsalam,sayang?
**//**//**//**//**//**
"Ah...!!!"shhht..!!
"Dia benar-benar menggigit dadaku.
"Kinan merasakan balasan gengaman tangan Artami.
"Kinan merengangkan kedua kaki Artami dan tangannya bisa merasakan,kalau Artami mulai basah.
"Kinan tersenyum,semoga ini berhasil, gumam Kinan dalam hati.
"Kinan,mencapai klimaksnya dan merasakan kehangatan tubuh Artami.
**//**//**//**//**
"Sinar matahari,masuk disela-sela gorden jendela kamar rumah sakit.
"Artami merasa tubuhnya ditindih dengan benda berat.
"Artami merasakan hembusan nafas membias dipipinya.
"Dan membuka matanya pelan-pelan,ia bisa merasakan ada benda asing yang mengeras dibawah.
"Diam, jangan banyak bergerak?"Kalau sampai bergerak,kakak akan mengulangi hal yang sama seperti tadi malam.
"Kak Kinan....?
"Hehm..?
"Apa yang kak Kinan,perbuat padaku?"tanya Artami dengan mata berkaca-kaca.
"Coba lihat?"aku dan kak Kinan tidak memakai apapun.
"Mengapa kak Kinan melakukkannya sebelum kita menikah?
__ADS_1
"Lihat jari manismu, apakah cincinnya sama?
"Kita sudah menikah tadi malam,Kinan meraih ponselnya dan memperlihatkan video proses ijab Kabul.
"Karena dokter memvonismu,tidak akan pernah kembali dan mengikhlaskanmu selamanya.
"Kakak tidak bisa menerima dan langsung menikahimu.
"Saat kakak memelukmu, kakak bisa merasakan detak jantungmu yang berdetak, Seperti menginginkan sesuatu.
"Apakah kita harus tetap seperti ini,mereka sedang menunggu kita diluar.
"Siapa, Kak?"tanya Artami.
"Orangtua kita?"ucap Kinan.
"Kinan menutup mulut Artami sebelum ia berteriak dan membulatkan matanya syarat untuk diam.
"Artami mengangguk tanda mengerti.
"Kakak,akan memandikan dirimu dulu,karena tubuhmu masih sangat lemah.
"Kakak mengendongmu kekamar mandi.
"Terima kasih,kakak.
"Kinan dengan telaten memandikan Artami, jangan malu,kakak sudah melihat semuanya dari kepala sampai kaki.
"Cup
"Jangan nakal,nanti Artami tidak bisa bergerak dari tempat tidur.
"Artami memajukkan bibirnya,seperti tidak ingat dengan kejadian yang menimpanya.
"Hari ini, kamu pakai daster saja,yah?
"Kak..?"Artami laper.
"Iya, tetapi hanya boleh bubur,karena perutmu sudah lama kosong.
"Tok.. tok...
"Iya,tunggu sebentar?
"Kinan membuka pintu dan mempersilahkan semuanya untuk masuk.
"Ayah...?"panggil Artami dengan senyum manisnya.
"Karena kalian sudah datang,tolong jaga dia?
"Kinan mau mandi,sudah lengket.
__ADS_1
"Kinan membawa pakaian ganti,lalu masuk kekamar mandi.
"Ada rasa bahagia dihatinya bisa melihat senyum indah sang istri.